KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 73


__ADS_3

Arshinta yang bersiap-siap, tapi tetap waspada, dari luar terlihat wanita anggun, lemah lembut, menggunakan  dress berwarna putih sebatas lutut, namun tatapan mata nya, sama tajam seperti papa nya, Lucifer.


“Haahahahaha…. Ada wanita cantik di sini. Apa yang nona lakukan? Apa nona membutuhkan uang?” Tedy berbicara pada Arshinta dengan


santai, dia tidak tahu kalau wanita yang ada di hadapan nya itu bisa berkelahi.


Anak buah Abraham juga sudah turun dari mobil.


“Nona Arshinta, anda jangan di situ, tolong cepat pergi.” Teriak anak buah Abraham.


Tedy melihat Arshinta dan anak buah Abraham.


Arshinta masih tetap diam tanpa rasa takut.


“Oh, nona Shinta nama nya. Teman anda sudah menasihati anda, tapi sayang, itu tidak berguna sekarang, apa itu anak anda yang di dalam mobil? Kasihan sekali kalau dia mati di tempat seperti ini..” sindiran Tedy yang membuat Arshinta marah.


“Jangan banyak bicara, hanya pengecut dan banci yang banyak omong kosong nya..” balas Arshinta.



Merasa sakit hati dan tersinggung, tedy menyerang lebih dulu.


“Gawat…” anak buah Abraham pun ikut maju menyerang.


Dari Tedy ada 3 orang, dan yang di lawan , Arshinta dan 2 anak buah Abraham.


Pukulan dan tendangan dari Arshinta membuat lawan nya kesakitan, Tedy dan dua rekan nya berhasil di habisi Arshinta seorang diri, sementara dari tim Abraham hanya berdiri dengan kagum dan heran, namun tetap waspada.


Rakha, di dalam mobil bertepuk tangan melihat aksi Arshinta yang hebat.


“Sialan…. Wanita itu hebat sekali.. dia bisa melawan kami hanya seorang diri.” Gumam Tedy mengalami luka di dada nya.


“Bagaimana? Sudah menyerah? Masa sama wanita saja sudah K.O, payah..” ledek Arshinta memegang pinggang.


Tedy dan lain nya melakukan perlawanan lagi, dengan sisa tenaga mereka, maju melawan Arshinta. Itu malah membuat Arshinta semakin lebih bersemangat.


Sementara di tempat tersembunyi…


“Nona Arshinta masih bertahan tuan.” Ucap Aris memberi laporan pada bos nya.


“Kalian jangan maju, tetap jaga dia.” Ucap Lucifer.


“Baik tu….. seperti nya tuan Abraham juga sudah datang.” Aris, anak buah Lucifer melihat Abraham yang datang dengan mobil polisi,

__ADS_1


bersama Adley.


“Tetap sembunyi, jangan sampai mereka tahu tempat kalian.” Suruh Lucifer memberi arahan pada anak buah nya yang di suruh untuk membantu dan mengawasi anak-anak nya.


“Baik tuan.”


Lucifer yang tahu kedatangan Bossa, diam-diam tanpa sepengetahuan Abraham berusaha membantu nya untuk menangkap Bossa, sama seperti Abraham, Lucifer tidak tahu kalau anak perempuan nya berada di lokasi yang sama.


Aris yang di tugaskan pun tidak bergerak, karena merasa Arshinta bisa mengatasi nya.


Tedy yang melihat kedatangan beberapa polisi berseragam dengan mobil untuk menangkap penjahat, merasa khawatir dan panik.


“Jangan bergerak! Angkat tangan dan diam di tempat.” Suruh Adley dengan menodongkan pistol nya menghadap Tedy dan anak buah nya.


“Dasar bodoh! cepat tinggalkan tempat ini.” Suruh Bossa pada supir nya.


Mobil yang membawa Bossa mengikuti perintah bos nya, mereka pergi meninggalkan Tedy dan anak buah nya yang sudah kalah.



Tedy, kesal karena di tinggalkan, masih berusaha bertahan.


“Shinta, kamu tidak apa-apa?” Abraham mendekati Arshinta sambil menodongkan pistol pada lawan nya.


Abraham hanya menggelengkan kepala melihat kepercayaan diri Arshinta, adik nya.


“Bossa sudah kabur dari Abraham, tuan Lucifer. Tapi anak buah nya sudah di tangkap dan akan di bawa.” Informasi dari Aris.


“Biarkan. Pasti Bossa tidak akan diam saja melihat anak buah nya yang tertangkap, segera pergi dari sana.” Perintah selanjutnya dari


Lucifer.


“Baik tuan.” Aris membawa rekan-rekan nya untuk pergi.


Mobil-mobil yang di gunakan Aris dan anak buah nya pergi meninggalkan lokasi, dan ada seseorang yang melihat Aris.


“Paman Aris? Apa yang di lakukan nya di sini? Apa dia ada hubungan nya dengan Bossa?” gumam Adley, orang yang melihat kepergian Aris dan yang lain nya.


Tedy dan anak buah nya di borgol dan di bawa kedalam mobil.


“Cepat bawa mereka.” Suruh Abraham.


Adley, yang memimpin anak buah nya untuk kembali ke kantor polisi. Dan Abraham masih bersama Arshinta.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan di sini? Dan kenapa ada Rakha juga? Mana Satmaka?” tanya Abraham melihat Rakha di dalam mobil.


“Aku dan Rakha mengantar Satmaka ke bandara, dia ada tugas luar kota, Kalimantan. Terus, aku lihat anak buah mu mengejar mobil itu, ya aku bantu sedikit.” Jawab Arshinta membela diri.


“Hah… bantu sedikit apa nya. Kalau papa tahu, aku juga yang kena imbas nya. Ayo pulang.” Ajak Abraham.


Arshinta dan Abraham masuk kedalam mobil milik Arshinta, mereka meninggalkan lokasi yang sepi.


“Om Abam, kak Shinta hebat kan? Bisa kalahkan oyang jahat. Nanti Aka juga mau kayak kak Shinta.” Puji Rakha, anak itu menikmati tontonan yang di sajikan Arshinta dan yang lain nya. Abraham mengemudikan mobil, dan Arshinta memangku Rakha.


**********


Adley baru tiba di kantor polisi, Tedy dan anak buah nya di turunkan dan masuk kedalam sel.


“Cepat ,masuk!” Ridwan mendorong penjahat itu masuk dengan paksa.


“Apa mereka anak buah nya Bossa?” tanya Ridwan pada Adley.


“Iya, dia menjemput Bossa di bandara, tapi Bossa berhasil melarikan diri.” Jawab Adley, duduk di kursi.


“Lalu di mana pak Abraham sekarang?” tanya Ridwan mencari sosok atasan nya.


“Dia bersama Arshinta.” Ucap Adley lagi.


“Kenapa bisa bersama nona itu? apa dia ada di sana?” pertanyaan Ridwan yang belum berakhir.


“Iya, kebetulan Arshinta ada di sana, dan dia ikut berkelahi menangkap anak buah Tedy, dan hanya dia sendirian lagi yang melawan mereka.” Adley mengambil air minum di dispenser yang sengaja di sediakan.


“Nona Arshinta kan hebat. Tidak gampang untuk menyerang nya.” Puji Ridwan, yang tahu sikap dan kemampuan Arshinta dalam berkelahi.


***********


Bossa baru saja juga tiba di hotel mewah dan berkelas. Felix, salah satu anak buah kepercayaan nya sudah sengaja menyiapkan acara penyambutan bos kejam itu. Banyak yang sudah menunggu, mereka-mereka adalah


orang-orang kaya, terkenal dan pejabat-pejabat perusahaan, bahkan ada juga bagian-bagian pekerja hukum.


“Selamat malam tuan Bossa… akhir nya anda tiba dengan selamat di Indonesia.” Ucap salah satu anggota bawahan nya.


Seorang wanita yang berusia 43 tahun muncul di hadapan Bossa, walaupun usia tidak muda lagi, namun masih terpancar wajah yang tegas,


dan berani.


Wanita itu adalah salah satu simpanan Bossa. Sebenar nya Bossa sudah bosan dengan wanita itu, tapi karena rasa tidak tahu malu dan tidak ada harga diri nya lagi, dia selalu mengikuti Bossa, meskipun di abaikan.

__ADS_1


Wanita itu adalah Audrey Lee, anak perempuan dari Marcel Lee, sepupu Vicky.


__ADS_2