
“Selamat malam nona Angelina.” Para pelayan yang sudah menunggu kedatangan anak majikan nya di depan pintu.
Angelina mengabaikan, membuang wajah nya ke sisi lain, para pelayan nya sudah tahu tabiat anak majikan nya yang sudah terkenal dengan kesombongan nya.
“Nona, tuan Irwan sudah pulang, dan beliau ingin bertemu dengan anda saat sudah pulang.” Kepala pelayan memberitahukan nya.
Langkah nya berhenti.
“Papa sudah pulang? Di mana sekarang?” tanya nya heran papa nya yang biasa nya tidak ada di rumah.
“Di ruang kerja nya. Anda bisa langsung kesana, karena sedari tadi tuan menanyakan anda.” Jawab Delo, kepala pelayan yang berusia 42 tahun.
Angelina pun langsung pergi menemui papa nya, seorang Jenderal Polisi.
Ceklek…
“Angel, apa kamu tidak bisa mengetuk pintu sebelum masuk?” Papa nya kesal, dia berdiri.
“Ya ampun pa, tidak usah di permasalahkan lah. Ada apa papa memanggil ku?” Angel yang mengabaikan dan langsung duduk di sofa sambil melipat tangan di depan dada nya.
“Berapa lama kamu di Indonesia?”
“Kenapa papa bertanya seperti itu? apa papa mengusir ku?”
“Bukan begitu, papa hanya ingin tahu saja.” Irwan duduk di samping puteri nya.
__ADS_1
“Aku tidak tahu, mungkin sedikit lama.” Jawab nya santai.
“Bagaimana kabar mama mu?”
Angel melihat sinis papa nya.
“Tumben menanyakan mama, ada apa? Apa papa penasaran mama masih hidup atau sudah mati ya?” tanya nya sinis.
“Angel! Apa begitu cara mu bicara dengan papa mu?” Irwan yang marah langsung berdiri.
“Kenapa papa marah? Salah aku bertanya? Karena selama ini papa tidak pernah perduli dengan mama dan Angel kan?” balas Angel yang juga ikut emosi.
“Mama mu yang pergi meninggalkan papa-
“Itu karena papa terlalu egois! Papa lebih memilih jabatan dengan cara yang sal-
Tamparan keras di pipi Angel.
“Lihat kan? Bahkan papa menampar puteri nya sendiri. Tapi yah… aku tidak heran lagi sih, karena aku sudah sering menerima tamparan papa.” Angel menyentuh pipi yang masih panas karena tamparan itu.
Angel ingin pergi keluar dari ruang kerja papa nya.
“Mau kemana kamu? Papa belum selesai bicara!”
Tap…
__ADS_1
Langkah nya berhenti.
“Angel mau pergi. Percuma ada di sini, hanya sebagai pelampiasan kemarahan saja. Sebaik nya kita tidak usah bertemu lagi pa. Kita sama-sama keras kepala.” Jawab Angel yang tidak menoleh pada papa nya saat bicara.
“Apa yang kamu katakan?”
Angel tidak perduli. Dia pergi meninggalkan papa nya yang masih kesal di belakang.
Setelah menutup pintu, Irwan yang kesal mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya.
“Nona, apa anda sudah makan? Saya akan siap-
“Tidak usah! Aku mau pergi.” Angel memotong ucapan Delo yang ada di belakang nya.
“Anda mau kemana nona? Ini sudah tengah malam.”
“Terserah aku mau kemana. Kau diam saja!”
“Tapi no-
“Bisa diam tidak sih? Kau itu hanya pelayan di sini! Berhenti sok perhatian dan perduli padaku. Buat ku semakin emosi saja.” Teriak nya membentak kepala pelayan nya yang seorang wanita sebaya dengan mama nya.
Delo diam dan membiarkan Angelina melanjutkan langkahnya. Dia hanya menghela napas dan menggelengkan kepala nya.
“Saya harap agar anda bisa berubah nona Angel.” Ucap nya pelan.
__ADS_1
************
“Sial! Menyebalkan! Rasa nya aku ingin membunuh pria tua itu.” Angel memukul kemudi setir mobil nya setelah dia baru saja masuk kedalam mobil.