
Eva sangat sibuk mempersiapkan makan malam untuk keluarga besar nya. Karena anak-anak nya akan datang, setelah sekian lama sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
“Ayam goreng nya harus empuk ya bi.”
“Menu yang ini jangan terlalu pedas, Abram tidak kuat dengan yang pedas-pedas.”
“Pir Korea nya belah dua saja, jangan lupa biji nya di keluarkan, Ina sangat malas mengeluarkan biji nya, langsung di makan saja.”
Beberapa kali Eva memberi tugas dan mengingatkan agar makanan nya sesuai dengan kesukaan anak-anak nya.
Eva menemui suami nya, Adam yang duduk di ruang tamu.
“Di mana mereka sekarang?” Tanya nya sambil duduk di samping Adam.
“Arshinta dan Ina sebentar lagi datang, Abraham seperti nya yang telat sedikit dari mereka.” Jawab Adam baru selesai berbicara melalui ponsel nya.
Eva menganggukkan kepala nya.
“Tapi ada apa dengan mereka bertiga ya? kenapa masing-masing mengatakan ingin memberitahukan sesuatu yang penting. Menurut papa, apa itu?” Tanya Eva penasaran.
Adam tersenyum, “Kita tunggu saja mereka, dan kita dengar apa yang akan mereka katakan nanti.” Jawab nya tenang.
“Nyonya, makanan nya sudah siap semua, apa mau langsung di hidangkan di meja makan?” Tanya salah satu pelayan nya.
__ADS_1
“Iya bi, siapkan saja di meja. Sebentar lagi anak-anak datang.” Jawab Eva sembari tersenyum ramah.
Si bibi pun kembali ke dapur untuk menyelesaikan tugas nya lagi.
Tidak lama kemudian, Arshinta dan Satmaka datang lebih dulu.
“Mama….Papa…” Sapa Arshinta merentangkan kedua tangan nya.
Eva berdiri dan merentangkan tangan nya juga, hingga ibu dan anak itu saling berpelukan.
Eva dan Adam melihat ada Satmaka bersama dengan Arshinta, penasaran kenapa orang itu ada bersama putri nya.
Arshinta juga memeluk Adam, papa nya.
“Om, Tante.” Giliran Satmaka menyapa mereka.
Adam dan Eva saling bertatapan. Orang tua mereka berpikir kalau yang datang hanya anak-anak nya saja.
“Silahkan duduk.” Suruh Eva.
Arshinta dan Satmaka pun duduk, tidak jauh dari mereka.
“Kedua kakak ku belum datang ma?” Tanya Arshinta melirik kesekita.
__ADS_1
“Belum, tapi sedang dalam perjalanan kok.” Jawab Eva.
“Kalian mau minum apa?” Tanya Eva menawarkan.
“Air dingin saja ma. Nanti jadi kenyang dan gak muat untuk makan malam kalau ngemil dulu.” Jawab Arshinta.
“Saya sama saja Tante.” Jawab Satmaka sebelum di tanya lagi.
Eva memanggil pelayan nya lagi untuk menyiapkan air minum yang dingin untuk mereka.
Berikut nya yang datang adalah Ina dan Aditya. Sama seperti yang di lakukan Arshinta, Ina memanggil dan menyapa mama nya, Eva sambil berpelukan.
Eva lebih penasaran lagi karena Ina juga membawa pasangan. Adam hanya diam sembari meminum kopi nya.
“Ayo duduk sayang. Mau minum apa? Karena Abraham belum datang, atau mau langsung kita makan malam saja?” Tanya Eva, tidak mau anak-anak nya kelaparan.
“Minum saja dulu ma. Lagi pula Ina belum lapar banget.” Jawab Ina.
“Saya kopi saja tante.” Ucap Aditya tersenyum, dan duduk di samping Ina.
Sama seperti sebelum nya, Eva menyuruh pelayan nya untuk menyiapkan permintaan Ina dan Aditya. Untuk Ina dia lebih suka dengan air minum yang hangat.
Sebenar nya Eva ingin langsung bertanya pada Ina dan Arshinta, tapi masih di pendam dulu karena masih menunggu Abraham.
__ADS_1
“Kalian berdua bawa pasangan ya. Apakah Abraham juga bawa pasangan nya?” Tanya Eva menerka.
Arshinta dan Ina saling menatap, karena mereka berdua juga tidak tahu kalau saudara nya membawa pasangan.