
“Hey Bellova, kau sudah tidak perawan lagi kan??” Teriak ibu nya Roya.
“Apa yang anda katakan?” Tanya Bellova yang langsung mendapatkan pertanyaan seperti itu.
“Udah lah, tidak usah berbohong lagi pada kami.” Tetangga menambahkan.
Abraham juga yang baru keluar dari mobil nya merasa heran dan mendengar apa yang di katakan pada mereka.
“Ada apa ini?” Tanya nya yang tidak tahu apa-apa.
Semua mata menatap pada Abraham dan Bellova.
Abraham melihat Bellova, seakan bertanya padanya juga.
“Hey, tuan yang sok hebat dan sok kaya…
“Aku memang hebat dan kaya kok.” Abraham menjawab singkat.
Roya terdiam sesaat.
“Memang nya anda siapa? Kenapa anda mau membayarkan hutang keluarga Bellova?” Tanya Roya dengan suara gemetar.
“Saya adalah majikan nya, aku kan sudah memberitahukan sebelum nya kan? Kenapa di tanya lagi?” Tanya Abraham.
“Bohong!! Anda pasti om-om mata keranjang kan! Anda membeli Bellova sebagai simpanan anda.” Teriak salah satu keluarga Roya.
“Gawat, Pak Abraham kan tidak suka kalau ada yang berteriak pada nya.” Gumam Bellova.
Abraham mengacak rambut nya, sembari menghela napas.
__ADS_1
Tatapan nya tajam pada orang yang mengatakan kalimat itu.
“Kami hanya sebatas majikan dan pelaya…
“Bohong!!! Anda..
Bbruughh…
Bellova menggelengkan kepala, sudah tahu apa yang akan terjadi.
“Jadi, apa mau kalian?” Tanya Abraham mengatur kesabaran nya.
“Kalau begitu biarkan aku menikahi Bellova.”
“Apa? Apa-apaan itu, aku tidak..
“Siapa yang bilang aku tidak per…
“Kalau begitu, ayo buktikan dengan k…
Bbruughh….
Lagi Abraham memberikan tinju pada Roya.
“Di diamkan makin ngelunjak ya. Karena dia tidak mau menikah dengan mu maka nya aku datang untuk membayar hutang nya, bodoh banget sih.” Teriak Abraham lepas emosi.
“Dan lagi, mana ada cara membuktikan keperawanan seseorang dengan tidur dengan orang lain. Kau mau menjebak nya kan?” Tanya Abraham.
Orang tua Roya membantu Roya untuk bisa berdiri lagi karena terlempar saat di pukul Abraham.
__ADS_1
“Kalau begitu usir saja mereka dari sini! Jangan biarkan mereka merusak anak-anak kita.”
“Tidak bisa seperti itu. Kami kan penduduk asli di sini, dari nenek dan kakek saya masih kecil juga sudah tinggal di sini.” Bellova menolak untuk di usir.
Perdebatan, pertengkaran suara-suara bising terdengar semakin besar. Membuat Abraham gerah.
Ponsel Abraham pun berdering, laporan dari anak buah nya yang mendesak agar Abraham segera kembali ke Jakarta. Sementara Bellova menghadapi mulut-mulut tetangga nya. Dia meyakinkan kalau dia masih perawan dan
tidak ada hubungan dengan Abraham.
Abraham yang sudah tidak bisa menunda waktu lagi, menutup ponsel nya.
“Kalau begitu biar aku yang menikah dengan Bellova.” Ucap Abraham.
“Apa? Pak Abraham, apa yang anda katakan?” Bellova terkejut dengan ucapan Abraham.
“Kenapa? Apa kau mau menikah dengan si kunyuk itu?” Abraham menunjuk Roya.
“Tidak, saya tidak mau menikah dengan nya. Tapi, kenapa anda mengatakan kalau… kalau anda ingin menikah dengan saya?” Tanya Bellova.
“Sebenar nya aku tidak ‘ingin’ menikah dengan mu. Aku hanya menyelamatkan mu dari buaya darat sana.” Jawab Abraham.
“Tapi kan pak, ini sangat..
“Lagi pula mereka kan menganggap mu tidak perawan lagi, jadi anggap apa yang mereka katakan itu benar, tapi kau tidak menikah dengan dia. Kau mau pilih siapa? Si buaya darat itu…. atau aku?” Tanya Abraham menunjuk
Roya yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Sebenar nya Abraham tidak berpikir seperti itu, hanya karena desakan kembali ke Jakarta, di tambah lagi masalah dari Bellova, dia tidak bisa kembali karena ingin membawa Bellova juga. Dia tidak bisa meninggalkan nya di tempat itu, apa lagi ada kasus baru lagi yang semakin menekan nya. Mau tidak mau Abraham yang mengalah dengan menikah dengan Bellova, semata-mata untuk melindungi dia dan keluarga wanita itu. hingga akhir nya dia mengambil keputusan secara tiba-tiba.
__ADS_1