KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 152


__ADS_3

Abraham baru saja menyelesaikan pekerjaan nya, sehingga dia segera membawa Bellova untuk membeli cincin pernikahan mereka, yang belum sempat mereka beli dari beberapa hari yang lalu.


Baru saja mereka keluar dari kantor polisi, tiba-tiba seorang wanita yang sangat cantik dan putih menyapa nya.


“Selamat sore pak Komisaris,” sapa wanita itu dengan tersenyum ramah.


“Sore, kamu..?” Abraham yang tidak ingat sembari menunjuk kearah wanita itu.


“Saya Angelina Karen.” Jawab wanita itu mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.


“Oh, kamu puteri nya pak Irwan ya.” tanya nya sembari menerima uluran tangan Angelina untuk bersalaman.


“Wah, anda ternyata sudah ingat ya.” Wanita itu tersenyum tertawa kecil, masih menggenggam tangan Abraham, sementara Bellova yang berdiri di samping Abraham merasa canggung.


“Kalau begitu, kami permisi dulu, kalau anda ada keperluan silahkan masuk saja kesana, ada petugas nya juga kok.” Abraham berusaha melepaskan genggaman tangan dari Angelina yang semakin erat.


“Sebenar nya saya datang kesini untuk bertemu dengan anda.” Angelina berusaha membujuk Abraham yang mengernyitkan dahi nya.

__ADS_1


“Ada urusan apa?”


“Tidak penting sih, hanya ingin mengobrol saja, saya juga penasaran dengan anda yang sudah terkenal ini. Kalau anda tidak keberatan-


Angelina melihat wanita di samping Abraham menarik ujung jaket Abraham dan menatap nya.


Abraham berhasil melepaskan tangan Angelina.


“Ehem, siapa wanita ini pak Abraham?” Angelina menunjuk Bellova yang memasang wajah tidak suka pada nya.


“Oh, dia adalah isteri ku, nama nya Bellova.” Jawab Abraham tanpa ragu dan santai, dia tidak tahu kalau ada dua wanita yang perasaan nya berbeda. Ada yang senang ada yang tidak senang.


“Iya, baru beberapa minggu sih. Kalau begitu kami pergi dulu. Ini sudah sore banget.” Abraham menggenggam tangan Bellova menuju mobil yang terparkir tidak jauh.


“Ta-


Angelina tidak bisa berbicara karena melihat tatapan sepasang mata yang tajam dari Bellova.

__ADS_1


Dia mengepalkan kedua tangan nya karena merasa kesal.


“Nona, apa kita tidak masuk kesana?” supir nya bertanya menuju ke kantor polisi.


“Tidak jadi! Antarkan aku pulang sekarang!” jawab nya dengan kesal, mata nya masih mengarah ke mobil Abraham yang sudah melaju.


*************


Abraham yang tampak biasa-biasa saja mengemudikan mobil nya, sembari menyalakan musik untuk di dengar, sesekali dia ikut menyanyikan bersama dengan penyanyi asli nya yang berjudul ‘Dance Monkey’. Mengangguk-anggukkan kepala mengikuti irama.


Bellova melihat nya, lalu melihat sisi kiri jalan, melihat nya lagi, mengalihkan nya lagi.


“Ada apa Love?, gelisah sekali.” Tanya Abraham yang menyadari nya.


“Ah… ti..tidak apa-apa.” Jawab nya gugup karena ketahuan.


“Nanti kau saja yang memilih desain cincin nya. Jangan lupa dengan beberapa gaun untuk kamu pakai.” Abraham mengalihkan topik.

__ADS_1


“Kalau aku yang memilih sendiri desain nya, lalu kamu mau kemana?” tanya Bellova melirik nya.


Abraham melihat Bellova sekilas dan tersenyum. “ Aku tetap ada di samping kamu kok, tenang saja. Aku tidak akan pergi kemana-mana meninggalkan mu.” Jawab Abraham menaikkan salah satu alis nya, padahal dia tidak tahu kalau aksi nya itu membuat jantung Bellova berdetak sangat cepat, wajah nya juga memerah karena merasa malu dan canggung. Abraham biasa-biasa saja, hanya menggoda tanpa perasaan apa-apa. Itulah yang membuat banyak lawan jenis menyukai Abraham, karena sifat nya yang ramah pada wanita, membuat salah paham. Mereka berpikir kalau Abraham memiliki rasa pada mereka, sehingga mereka pun seperti memiliki peluang untuk memiliki nya.


__ADS_2