
“Akhir nya kau datang juga, aku kangen banget sama kamu.” Ucap nya pelan.
“Wah… akhir nya pangeran tampan sudah datang, ayo…ayo, pangeran… silahkan masuk…” ledek Adley, melihat Abraham baru membuka kacamata nya.
“Apaan sih.” Ucap Abraham merasa risih.
Orang-orang yang sudah menunggu kedatangan Abraham senang, mereka datang mendekati pria tampan itu sambil memberikan hadiah kecil dari mereka.
“Hallo pak Abraham, apa kabar..”
“Pak Abraham, saya ucapkan terimakasih karena anda..
“Pak Abraham, saya bawakan jagung dari sawah saya, saya…
“Ini, ini ayam tiga ekor pak, saya ingin memberikan nya untuk bapak Polisi….
Begitulah, mereka langsung menyerbu Abraham dengan meyodorkan hadiah yang sudah mereka bawa.
Kerumunan itu membuat Abraham yang berada di dalam lingkaran mereka merasa sesak. Adley dan rekan lain nya hanya berdiri di sudut sambil memperhatikan nya saja.
“Pak Abraham….Hallo… pak Abraham..” tiba-tiba panggilan dari suara wanita, suara yang terdengar jelas di belakang orang-orang yang
berkerumun.
Semua melihat asal suara itu.
“Ya elah, datang lagi cewek ganjen..” sindir Adley yang tidak suka dengan wanita itu.
Wanita itu adalah Monica Stefany, salah satu penggemar gila nya Abraham. Dia datang tentu membawa sesuatu di tangan nya, sebuah bingkisan lagi.
“Apa kabar Pak, saya kangen loh sama pak Abraham..” sapa Monica dengan genit.
“Iidiihh…” celetuk Adley.
Abraham bingung mau bicara apa, hanya bisa menggaruk kepala nya. Semua orang melihat Monica, lalu berganti melihat Abraham.
“Pak Abraham, apa nona cantik ini pacar anda Pak?” tanya salah satu dari mereka.
Di tanya seperti itu, Monica tersenyum malu.
“Bukan bu, saya belum punya pacar.” Jawab Abraham jujur dan polos, dia tidak tahu kalau jawaban nya itu memacu semangat bagi mereka yang mungkin ada niat untuk menjodohkan anak nya pada Abraham, sementara Monica memasang wajah cemberut.
“Berarti bapak Polisi tampan ini masih single dong?” tanya mereka lagi semangat.
Abraham hanya menjawab dengan menganggukkan kepala sambil tersenyum paksa.
“Pasti kalian ada maksud dan tujuan kan? Kenapa kalian cengar-cengir?” tanya Monica tidak suka dengan mereka.
__ADS_1
“Nona, karena Pak Polisi tampan ini bilang masih single, ya pasti kami ada maksud dan tujuan lah, siapa tahu salah satu dari anak kami ini berjodoh dengan…
“Tidak ada jodoh-jodoh an. Asal kalian tahu ya, saya itu calon pacar nya Pak Abraham, jadi kalian…
“Hey, wanita genit, jangan terlalu percaya diri, belum tentu Abraham menyukai mu.” Ucap Adley tidak suka dengan kepercayaan diri wanita itu.
Abraham gerah, dia segera pergi ke ruangan nya sendiri, tanpa di ikuti siapapun.
“Pak… Pak Abraham…” Monica yang ingin mengejar, tangan nya di tahan Adley.
“Lepas kan… kenapa anda menarik tangan ku, cepat lepaskan!” teriak Monica, melihat tangan nya di tahan.
“Apa kau tidak lihat ini di mana? Ini di kantor polisi, bisa saja kami akan memasuk kan mu ke dalam sel karena melakukan keributan. Lebih
baik kau pergi saja dari sini dan jangan pernah datang lagi!” ucap Adley yang sangat kesal.
“Ibu-ibu dan bapak-bapak juga, silahkan pergi dari sini kalau tidak ada kepentingan lagi.” Ucap Adley pada yang lain nya, di mana mereka juga menunggu Abraham.
Tidak seperti Monica, mereka pergi tanpa protes atau bertanya, karena mereka memang tidak ingin memaksa, lain hal nya dengan Monica, tangan nya yang masih di tahan Adley terus melototi Adley, seakan mengancam
untuk segera melepaskan tangan nya, Adley tidak gentar dan tidak takut.
“Tidak usah menatap ku seperti itu nona, percuma, tangan anda tidak akan saya lepas kalau anda tidak pergi dari sini. Jangan buat saya habis kesabaran dan bertindak kasar pada anda.” Ancam Adley.
Mendengar itu, Monica sedikit takut. Di lihat di sekitar nya dengan tatapan yang sama seperti Adley.
“Baik. Aku akan pulang. Tapi tolong berikan hadiah ini untuk…
“Seperti nya anda masih tidak paham ya… sebelum nya sudah aku sudah memberitahukan pada anda agar tidak usah memberikan hadiah mahal seperti ini, sebaik nya anda gunakan uang anda untuk hal yang lebih berguna, jangan mentang-mentang anda punya banyak uang….
“Memang aku punya banyak uang kan? Kau pasti cemburu, karena tidak memiliki uang sebanyak milik ku.” Sindir Monica tanpa takut.
“Ck…Nona….Nona… Hhhmmm…. Pulang lah kerumah anda sekarang!” suruh Adley lagi menggelengkan kepala nya.
“Aku akan pulang kalau hadiah ini di terima dan di berikan pada Pak Polisi tampan itu, lalu..
Srrett…
Adley mengambil paksa benda itu dari tangan Monica, dan membuang dengan melemparkan ke luar kantor. Semua terkejut dan heran, apalagi wanita itu. Dia tidak percaya kalau pria yang menyebalkan itu akan membuang
hadiah mahal yang sudah di beli nya.
“Apa..? Kau… Kau berani membuang hadiah ku.. apa kau tidak tahu harga nya berapa hah? Lebih mahal dari pada gaji mu di sini selama beberapa bulan, dan kau…
“Jangan khawatir, saya juga bisa melempar anda keluar dari sini kalau anda mau, saya bisa membuat anda malu karena sikap anda. Dan pasti orang tua anda akan merasa malu dan marah, karena anak manja nya bikin malu
keluarga.” Ancam Adley lagi.
__ADS_1
Monica mengepalkan tangan dan menggit bibir bawah nya karena menahan emosi, rasa nya ingin berteriak.
“Aku akan menghitung sampai hitungan ketiga, kalau anda tidak pergi, aku anggap anda melakukan keributan.”
“Satu…..
Gadis itu masih diam menatap tajam pada nya.
“Dua….
Masih sama, masih diam di tempat.
Tatapan tajam dari Adley juga sudah terlihat.
“Ti…
“Baik lah! Aku hari ini akan pergi dari sini, tapi aku akan kembali lagi, dan akan memberikan langsung hadiah ku pada Pak Polisi tampan
itu.” akhir nya Monica menyerah, namun berjanji untuk kembali lagi.
Adley mengabaikan dengan mengorek kuping yang tidak gatal.
“Sudah, pergilah…” Adley melambaikan tangan nya.
Adley lebih dulu pergi, dan masuk keruangan Abraham. Sementara Monica masih menatap punggung Adley yang kasar pada nya, membuat Monica tidak suka.
“Nona, sebaik nya anda pergi, jangan sampai Adley datang lagi dan…
“Iya! Aku akan pergi!” teriak Monica marah.
Di hentakkan kaki karena marah, dan segera pergi dengan emosi. Rekan-rekan yang lain menggelengkan kepala, heran dengan wanita yang keras kepala dan tidak tahu malu.
Adley yang baru masuk ke dalam ruangan Abraham, datang dengan wajah yang kesal.
“Apa dia sudah pergi?” tanya Abraham melihat wajah kusut sahabat nya.
“Sudah. Dasar, wanita itu fans gila mu Bram. Aku yakin dia tidak akan berhenti, dan pasti akan terus berusaha mendekati mu.” Ucap Adley cerewet.
.
.
.
.
Hallo teman-teman, sebelum nya saya ingin memberitahukan, mungkin ada beberapa episode ada dialog antara tokoh karakter nya, jangan memasukkan itu secara serius ya, karena itu sengaja aku ketik hanya untuk iklan
__ADS_1
atau dialog karangan dari author nya saja, mohon di mengerti ya, dan saya ucapkan terima kasih.