KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 235


__ADS_3

“Yesss… akhirnya kau sepakat juga denganku kan? Iyakan? Iyakan?” Revand berdiri, mengangkat tangannya karena senang dengan keputusan Lucifer.


Vicky yang masih duduk, hanya melihat dan menggelengkan kepalanya.


“Kau dan anak buahmu, bertugas menjaga dan menjamin keamanan ketiga anakku, jangan lupa dengan


keluarga besanku,-


“Siap!!!” jawabnya dengan semangat.


“Dan kau Vicky…


Vicky melihat dan menunggu tugas yang akan di berikan padanya.


“Tugasmu adalah mencari dan menangkap Rock dan anggotanya. Terserah, mau kau apakan mereka.” Perintahnya.


“Siap Kak.” Jawab Vicky semangat juga, hanya saja suaranya tidak keras seperti Revand yang masih cengar-cengir karena kegirangan.


“Dan aku… aku sendiri yang akan menghabisi si kepa*at itu.”


“Jangan sampai kalian lengah, jangan biarkan mereka menyakiti satupun dari keluargaku, kalau ada yang


sampai terluka, kalian sendiri yang akan mendapatkan imbasnya. Kalian mengertikan? Terutama kau, Revand?” tunjuknya pada Revand.

__ADS_1


“Jangan khawatir, pasti semuanya beres kok.” Sahut Revand dengan yakin.


Akhirnya mereka sudah menentukan tugas apa yang akan di kerjakan. Semuanya dikerahkan hanya untuk membabat habis Bossa dan siapapun yang terkait dengannya.


**********


Arshinta dan Satmaka beserta Rakha juga baru saja tiba di rumah sakit, dia melihat Ina dan Sakya di luar.


“Kak Ina, kenapa kalian ada di luar?” tanyanya menggenggam tangan Rakha.


“Shinta, kalian sudah datang ya. Ada Abraham di dalam, jadi kami keluar saja dulu.” Jawab Ina memeluk Rakha.


“Oh, ada kak Abraham toh di dalam. Apa kakak ipar sudah bangun?”


Arshinta duduk di samping Ina, diikuti Satmaka duduk disamping Arshinta.


“Kak, kakak tahu tidak, waktu kami datang kesini, ada beberapa orang yang cari gara-gara. Tanpa alasan mereka menembak keatas, apa mereka mau nembak burung, entahlah, tapi membuatku semakin kesal saja.” Curhat Arshinta.


“Tapi anehnya, entah datang dari mana, ada beberapa orang juga yang datang menghentikan mereka, dan


salah satu dari mereka mengatakan kalau mereka adalah anak buah Papa, apa itu masuk akal menurutmu kak?” tanyanya pada Ina yang masih mendengar dengan setia.


“Hah..” Ina menghela napas setelah mendengar cerita adiknya.

__ADS_1


“Bukan cuma kamu saja Shin..


Arshinta mengernyitkan dahi mendengar Ina.


“Kami juga begitu, dan lebih parahnya lagi, di depan kami ada mobil yang melakukan bom bunuh diri,


bayangin di depan kami ada mobil meledak.Beberapa pria juga menghampiri kami dan mengatakan untuk tetap tenang dan jangan panik, mereka juga mengatakan kalau mereka adalah anak buah Papa, mereka juga sudah menjaga mulai dari depan apartemen kakak.” Cerita Ina.


“Ya ampun kak? Benarkah itu?” Arshinta menutup mulutnya yang terbuka dengan tangan saking kagetnya.


“Kak, bagaimana menurutmu tentang Papa kita? Apakah benar kalau… Papa kita… mafia?” tanya Arshinta yang sangat penasaran.


Ina menatap Arshinta, yang menunggu jawabannya.


“Aku juga tidak tahu Shin, tapi lebih baik kita tanyakan saja pada Papa, karena aku juga sangat penasaran.”


“Kak, bagaimana kalau ternyata Papa kita benar seorang mafia? Dan lawannya mulai mengancam kita?” tanyanya berbisik pada Ina.


Ina menghela napasnya lagi, memikirkan pertanyaan Arshinta yang masuk akal.


“Pantas saja Papa menyuruh kita untuk belajar bela diri dan menggunakan senjata. Mungkin Papa tidak ingin keselamatan kita terancam, dan kita juga bisa menjaga diri kita sendiri.”


Arshinta sepakat, pemikirannya sama seperti yang di pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2