KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 258


__ADS_3

“Yang pertama itu kan anda dulu pak Abraham. Karena anda yang sudah menikah dan pasti sebentar lagi juga kalian akan memiliki anak kan?” balas Ridwan.


Adley dan abraham saling melihat, tentu saja dengan wajah herannya.


“Benar juga ya. Oh ya, apakah Nyonya Bellova masih di rumah tuan Lucifer?” tanya Adley.


“Nyonya? Oh iya, sudah menjadi nyonya ya, hehehehe… untung saja anda mengatakan itu pak Adley, kalau


tidak Pak Abraham akan marah pada saya karena tidak sopan.” Tawa Ridwan.


“Aku saja baru sadar.” Abraham menggaruk daun terlinganya mendengar panggilan ‘Nyonya’ untuk isterinya.


“Iya, dia masih dirumah Papa. Aku juga sudah menyuruh Venam untuk menjemput keluarga mertuaku kerumah Papa, biar mereka tidak kesepian. Sejak kejadian itu, mereka sangat khawatir dan ingin bertemu dengan Bellova.” Abraham menajwab pertanyaan Adley yang sebelumnya.


“Lalu kapan anda pergi bulan madu? Sepertinya kasus Bossa sudah selesai.” Tanya Ridwan asal bicara saja.


Abraham mengangkat kepalanya dari mengecek buku laporan.


“Benar juga. Aku kan sudah berjanji padanya kalau kasus Bossa selesai.”

__ADS_1


“Nanti saja aku tanyakan padanya, apalagi saat ini kan lukanya masih terasa. Aku sudah menyuruhnya untuk memilih-milih lokasi sih.” Jawabnya lagi.


************


Salah satu kamar di sebuah hotel\, Angel baru saja bangun dari tidurnya setelah semalaman menghabiskan waktu di club malam. Kedua kakinya diturunkan menyentuh lantai\, tapi masih duduk di ranjang\, selimut menutupi bagian tubuhnya yang telanj*ng. Di tatapnya seseorang yang masih tidur di sampingnya\, dengan kondisi tubuh yang telan*ang juga\, seorang pria.


Dia turun, melepaskan selimut yang menutupinya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


“Sial! Karena aku mabuk tadi malam, si pria breng*ek itu malah membawaku ke hotel. Dasar pria mata keranjang.” Gerutunya di depan cermin yang ada di dalam kamar mandi.


“Ssshhh…. Kepalaku sakit banget lagi. Berapa banyak sih aku minum?” tanyanya memegang kepala yang


Greb…


Sepasang tangan merangkulnya dari belakang. Terasa hembusan napas di batang lehernya.


“Selamat pagi cantik.” Terdengar suara seorang pria dari belakang yang memeluk dirinya.


Angel bisa melihat siapa pria itu dari cermin. Mereka masih sama-sama telan*ang.

__ADS_1


Pria itu menatap dan tersenyum nakal padanya, dengan nada menggoda.


“Bagaimana rasanya tadi malam? Apa kau puas?” bisiknya di telinga Angel.


“Puas? Yang seperti itu kau bilang puas? Apa kau tidak merasa kalau kau banyak sekali kurangnya?” jawab Angel dengan melemparkan banyak pertanyaan.


Angel terlihat tidak suka dengan ucapan pria yang baru di kenalnya tadi malam.


“Sayang, jangan berbohong. Memangnya siapa yang selalu meminta berkali-kali? Siapa yang mengatakan kalau aksiku sangat hebat? Hm? Itu kau sayang.” Pria itu mengecup pipi Angel.


“Diamlah! Cepat pergi dari sini!” Angel berusaha melepaskan rangkulan dari pria itu, mendorongnya dari belakang hingga membuat pria itu tersungkur jatuh kelantai.


Angel pergi ingin meninggalkan pria yang menatapnya dengan kesal.


Tak…


Dengan cepat tangan Angel diraih dan di tarik pria itu, hingga dia pun secara paksa berbaring di lantai, disamping pria itu.


“Kenapa kau marah sayang? Hm? Jangan terlalu terburu-buru, kalau kau merasa kurang puas, kan bisa kau katakan padaku, aku pasti bisa memberikan lagi, dan lagi untuk mu.” Pria itu sekarang sudah berada di atas tubuh Angel, kedua tangannya di kepalkan si pria, berada di atas kepala Angel.

__ADS_1


__ADS_2