KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 203


__ADS_3

“Aku pernah melihat nya, saat aku di culik Bossa. Bibi itu sering di siksa dan dipukul Bossa dengan kejam.” Jawab Bellova.


“Aku kasihan melihat nya. Aku juga yakin, kalau sebenar nya bibi itu tidak mau melakukan itu, terkadang dia melepaskan salah satu korban, itupun dengan susah payah, tapi karena selalu di siksa, mau tidak mau bibi melakukan kejahatan untuk menyenangkan Bossa.” ucap Bellova.


Suasana mereka jadi diam, mereka juga heran karena Lova yang bisa menceritakan itu dengan datar, tanpa gugup atau takut, karena itu adalah masa lalu yang mengerikan dan menyedihkan.


Arshinta lanjut untuk menyuapi kakak ipar nya lagi, sekalian dengan maksud untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka juga.


**********


Hari itu mereka bersiap-siap untuk makan malam, Eva dan Ina yang sudah memasak makanan sebelum nya. Mereka tidak bisa meninggalkan suami isteri itu dengan tenang, karena masih dalam tahap pemulihan.

__ADS_1


Arshinta, Satmaka dan Rakha menunggu di ruang tamu, Aditya sedang banyak pekerjaan di rumah sakit. Sedangkan Adam, papa mereka berada di kamar Abraham bersama dengan Bellova juga.


Adam hanya duduk sesaat di sofa, memandangi putera nya yang seakan tahu kalau papa nya ingin bicara serius padanya.  Bukan cuma Abraham saja yang gugup, Bellova sampai tangan nya gemetaran karena suasana yang hening itu.


“Aku dengar dari mama mu, kalau kalian akan tetap melangsungkan acara resepsi nya ya?” Adam mulai membuka obrolan.


“Iya Pa, karena sudah kami siapkan sebelum nya.” Jawab putera nya.


“Tidak apa-apa kalau kalian tetap melanjutkan nya, justru itu lebih bagus menurut papa.” Setelah Papa nya mengatakan itu, keadaan diam hening kembali.


“Abraham, kamu adalah putera ku, dan tidak bisa di pungkiri sifat mu dan papa memiliki kesamaan. Kamu sudah menikah dan menjadi kepala keluarga, jadi bersikaplah dewasa.” Adam memberi nasihat pada Abraham.

__ADS_1


Adam melihat Bellova yang tidak berani melihat nya secara langsung.


“Dan untuk menantu ku Bellova. Papa tahu, kalau kamu merasa gugup menjalani pernikahan yang tiba-tiba ini. Asal kamu tahu, tidak ada yang tidak menyukaimu, ipar, aku dan isteri ku menyukai kau menjadi bagian dari keluarga ini. Kalau kau tidak yakin dengan dirimu, bagaimana kami bisa membuktikan kepedulian kami? Jangan batasi dirimu dengan pikiran kekurangan yang kau miliki. Kau harus tanamkan dalam pikiran, bahwa kau berhak


bahagia dan berhak mendapatkan itu.” ucap Adam memberi nasihat pada menantu nya sekarang.


Bellova hanya diam, menundukkan wajah, tapi sebenar nya dia terharu dan senang dengan ucapan papa mertua nya yang terkesan kasar di pikiran Bellova.


Adam berdiri, memasukkan kedua tangan kedalam saku celananya.


“Kalian berdua harus saling percaya, saling terbuka dan memahami. Jujur dengan perasaan, jangan mengabaikan nya, agar tidak ada yang sakit hati dan salah paham.” Ucap Adam, masih mengamati putera dan

__ADS_1


menantu nya.


Adam, yang memiliki nama panggilan Lucifer itu memberi nasihat pada mereka, dan pasti, untuk anak nya yang lain juga akan mendapat giliran nasihat dari nya. Walau jarang berbicara banyak, itu membuat anak-anak nya lebih menghargai dan mengagumi Adam. Dia tidak akan ikut campur urusan anak-anak nya, kecuali di minta, dan dia akan bergerak maju, jika dirasa nya harus bertindak.


__ADS_2