KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 206


__ADS_3

Keadaan menjadi tegang. Adley yang sangat kesal dan menahan marah melihat tingkah Angel, yang berdiri di tengah-tengah mereka.


“Kalau makanan sampah seperti ini, aku bisa menyiapkan yang lebih baik, lebih bersih dan sehat, tidak seperti ini, bahkan ini tidak bisa di sebut dengan makanan.” Hina Angel.


“Nih perempuan ya, bikin aku makin kesal saja, apa aku masukkin saja cabe giling di mulut nya?” ucap Monik dalam hati yang juga ikut kesal.


“Jangan buat masalah di sini! Sebaiknya pergi-


“Jangan mencoba mengusir ku! Aku adalah anak-


“Persetan!” teriak Adley yang sudah habis kesabaran nya.


“Selama kau tidak bisa sopan dan mencari masalah, aku tidak perduli kau anak siapa! Bahkan aku bisa memasukkan mu kedalam sel, bersama dengan tahanan yang ada di sana, apa kau mau?” suara Adley yang serius dan tegas.


Angel diam, tidak takut tapi tidak tahu harus berbicara apa, untuk membalas ucapan Adley.


“Selamat pagi Pak Komisaris.” Petugas kepolisian memberi hormat pada Abraham yang baru tiba.


Angel langsung melihat Abraham, yang ada di belakang nya.


“Abraham,” dia berlari menuju Abraham yang bahkan baru masuk.


“Kau? Siapa?” Abraham yang tidak ingat.

__ADS_1


“Ya ampun Bram, kok segitu lupa nya sih, nama ku Angelina, puteri dari Jenderal Polisi.” Dengan bangga Angel memperkenalkan diri nya kembali.


Abraham yang ingat dan kesal dengan kepercayaan diri wanita itu, hanya menganggukkan kepala dan mengabaikan nya.


“Bram-


“Selamat pagi Pak Abraham.” Ridwan memberi hormat, di ikuti Adley dan Monik juga.


“Selamat pagi.” Jawab Abraham.


“Adley, kenapa wanita itu datang kekantor? Apa ada keperluan?” Abraham menunjuk Angel yang berdiri di belakang nya.


“Abraham, aku datang karena ada yang ingin aku sampaikan pada mu.” Angel mendekati Abraham.


“Ini, ini untuk anda, Pak Komisaris tersayang.” Angel mengeluarkan kartu undangan untuk Abraham.


“Apa itu?” tanya Abraham tanpa menerima dengan tangan nya.


“Ambil dan baca lah.”


“Aku tanya apa itu??” Abraham mengulang kembali pertanyaan nya.


Angel merasa malu, dia melihat sekitar nya sudah melihat nya dengan tatapan menertawainya.

__ADS_1


“Ini adalah kartu undangan ulang tahun ku. Aku mengundangmu untuk-


“Hahahahhaha…  Ya ampun, ckckckckkck…” Abraham menepuk dahi nya pelan, sembari menggelengkan kepala mendengar jawaban Angel.


“Jadi karena ini kau datang kesini? Aku heran, apa penilaian mu tentang kantor polisi ini di mata mu ya?” Abraham yang masih belum menerima undangan itu, bertanya pada Angel yang menganggap polisi itu sepele.


“Abraham, tidak semua bisa mendapatkan kartu undangan ku-


“Kalau begitu, berikan saja pada mereka yang mau, karena aku tidak mau.” Tolak Abraham.


“Kenapa kau tidak mau-


“Cepat pergi dari sini! Mengganggu mood ku saja.” Usir nya.


Angel yang menjunjung harga diri merasa terhina.


“Apa kau yakin menolak nya? Bagaimana kalau semua orang mengira-


“Aku tidak perduli dengan perkiraan orang lain tentang ku. Ridwan! Usir dia, dan jangan sampai wanita ini masuk ke sini kalau tidak ada urusan yang menyangkut tugas polisi!” perintah Abraham.


Ridwan segera menarik tangan Angel, karena dia juga sebenar nya kesal dan menahan amarah nya.


“Lepaskan aku! Berani sekali kau menghina ku seperti ini, aku tidak akan melupakan penghinaan yang kau berikan pada ku hari ini Bram. Ingat itu!” Angel pergi, menghempaskan tangan Ridwan yang menarik nya, dan pergi sendiri, di ikuti supir dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2