
Karena gugup, Audrey meremas-remas jari nya. Wajah nya tertunduk karena malu.
“Vicky, kamu tidak boleh begitu. Biar bagaimana pun dia adalah keluargamu loh.” Cleo memberinya
penjelasan. Walau memang sulit untuk memaafkan Audrey yang memang dulunya kejam.
Aris memberi kode pada Lucifer, karena sudah mengerti, Lucifer pergi menemui Aris.
“Loh, kau mau kemana adik ipar? Apa kau mau pergi?” teriak Revand yang masih suka usil.
Pak…
“Hentikan itu kak. Apa sifat jahilmu itu tidak bisa hilang?” Eva menepuk bahu Revand.
“Tau nih,sudah lama kita tidak bertemu dan berkumpul seperti ini, tapi candaanmu itu loh,” sahut Isabella yang mendukung Eva.
“Hehehehehe… maaf.”
“Siapa nama kamu?” tanya Cleo pada Bellov yang sedari tadi diam saja.
“Say…saya-
“Jangan pakai bahasa formal ih, kita kan sekarang sudah menjadi satu keluarga.” Cleo memotong kalimat Bellova.
“Ma…maaf-
“Tuh kan,”
“Nama… nama saya Bellova.” Jawabnya dengan terbata-bata.
“Oh, Bellova ya. Selamat datang di keluarga besar Abraham ya. Jangan gugup dan malu. Karena sudah menjadi bagian dari kami, kau harus percaya diri dan berani.” Cleo memberi nasihat.
__ADS_1
“Benar. Jangan selalu menundukkan wajah seperti ini, tahu tidak, kalau Lucifer itu tidak suka melihatnya. Cukup hanya musuh dan orang yang bersalah saja yang harus menundukkan wajahnya.” Sahut Lisna, yang juga ada di sana.
Dengan sigap, Bellova mengangkat wajahnya.
“Ehem, sepertinya aku harus menyapa tamu-tamuku yang lain, aku akan meninggalkan pasanganku di sini dulu bersama kalian, Nyonya-nyonya.” Ucap Abraham.
Mereka tidak keberatan.
Tidak ada yang meninggalkan Bellova sendirian.
********
“Kami melihat ada pergerakkan dari anak buah Bossa.” Ucap Aris memberitahu informasi.
“Ada berapa banyak?”
“Sekitar 30 orang, sejauh ini kami sudah berhasil menangkap dan memisahkan mereka.” Jawab Hendra yang juga ikut dengan Aris.
“Hm..berani juga mereka masuk ke wilayahku ya. Aku harus tanyakan pada mereka, dimana sebenarnya
mereka meletakkan otaknya.” Lucifer tersenyum sinis.
“Baiklah, awasi saja lagi, karena acaranya juga belum berakhir. Dan-
Dor…
Terdengar suara tembakan yang keras dari arah lantai dua.
“Aaaaa…
“Ada tembakan…
__ADS_1
“Cepat pergi…
“Selamatkan diri kalian..
Keadaan menjadi kisruh, semua tamu berlarian tidak menentu mencari persembunyian.
“Bellova!”
Abraham menoleh melihat apa yang terjadi, apalagi dia mendengar nama Bellova, isterinya di panggil dengan keras.
Lucifer dengan cepat melihat si tersangka penembak yang berusaha melarikan diri. Tanpa menunggu, dia
pun berlari mengejar pria yang masih memegang senjata panjangnya. Aris dan Hendra membiarkan nya, mereka lebih fokus untuk mengurus keadaan yang panik.
“Bello, bangun…
“Kita harus bawa ke rumah sakit.”
Abraham berlari menuju Bellova yang sudah di kelilingi keluarganya yang panik.
“Ada apa? Kenapa bisa dia tertembak?”
“Jangan banyak tanya Bram, ayo kita bawa dulu dia kerumah sakit.” Ucap Steven yang di dukung Isabella.
Dengan cepat Abraham menggendong tubuh isterinya yang sudah tidak sadarkan diri.
Tembakan nya hanya satu peluru, tapi tepat berada di dada, dekat dengan jantungnya.
Aditya dan Adley membuka jalan untuk mereka yang masih berlari panik. Venam berinisiatif untuk membawa mobil, agar tidak lama menunggu.
Orang tua dan adik bellova juga di jaga, mereka di bawa ketempat yang lebih aman. Mereka sangat panik, apalagi dengan jelas melihat Bellova di gendong Abraham, dengan dada yang sudah mengeluarkan darah banyak.
__ADS_1