KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 196


__ADS_3

Semakin lama langkah nya semakin cepat, seperti tidak hanya satu orang saja.


“Siapa itu?” bisik Arshinta.


Satmaka yang berdiri ingin membuka pintu kamar.


“Tunggu! Tidak ada yang memberitahukan kejadian ini pada papa dan mama kan?” tanya Arshinta melihat kakak dan pasangan nya.


Aditya yang seperti salah tingkah, menggaruk kepala yang tidak gatal.


“Dit, jangan bilang..


“Ahh….maafkan aku, sebenar nya aku tidak mau memberitahukan nya, hanya saja saat itu mama sedang meneleponku dan menanyakan kabar Abraham, jadi…


Klik…


Satmaka sudah membuka pintu.


“Adit, bagaimana keadaan Abraham? Bagaimana bisa dia pingsan? Terus kenapa menantu ku juga pingsan? Kenapa-


“Sayang, kamu tenangkan diri dulu, jangan panik.” Adam yang datang bersama dengan isteri nya, berusaha menenangkan kepanikan nya.

__ADS_1


Eva melihat semua anak dan pasangan nya juga ada di dalam kamar.


“Kalian juga ada di sini?” tanya nya setelah memperhatikan satu persatu.


“Iya ma. Mama kenapa ada di sini?” Ina juga berusaha menenangkan mama nya.


“Mama khawatir, karena kata Aditya, Abraham dan menantu mama pingsan bersamaan, jadi mama panik.” Jawab Eva melirik tempat tidur.


“Mama tidak usah khawatir lagi, karena mereka sudah di periksa dan di urus. Sebentar lagi juga mereka akan sadar.”


“Benar ma, kalau mama panik, Abraham melihat nya, dia akan jadi kepikiran lagi.” ucap Ina mengusap bahu Eva.


Eva melihat suami nya yang masih berdiri bersama nya di samping, Adam menganggukkan kepala, agar Eva bisa lebih tenang.


Adam yang juga penasaran, melihat Abraham dan Bellova bergantian, lalu menghela napas dan duduk kembali di samping isteri nya.


“Ini tidak ada urusan dengan pekerjaan Abraham kan?” tanya nya pelan pada Aditya, yang dirasa lebih dekat dengan putera nya.


“Aku rasa tidak ada sih pa. Mungkin Abraham punya alasan sendiri.” Jawab Aditya dengan yakin.


“Baru kali ini Abraham pingsan. Kalau dia sampai pingsan begini, berarti sakit nya parah?” tanya Eva melihat Aditya.

__ADS_1


“Tidak terlalu parah sih ma, istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi saja sudah bisa mengurangi penyakit nya.” Jawab Aditya.


Sekali lagi Arshinta datang dengan dua gelas untuk orang tua nya.


“Mama dan Papa minum dulu.” Anak perempuan nya meletakkan gelas yang berisi di atas meja.


“Kalau begitu, aku pergi dulu mau menjemput Rakha, sebentar lagi kelas nya akan berakhir.” Satmaka pamit untuk pergi, karena waktu sudah mendekati jam pelajaran yang akan selesai.


“Kamu hati-hati ya Satmaka.”Eva tersenyum ramah pada calon menantu, dan Satmaka membalas dengan mengangguk dan tersenyum juga.


Semua keluarga inti Abraham sudah berada di kamar nya. Mereka semua tampak khawatir dan bertanya-tanya, ada apa dengan mereka berdua. Karena mereka juga merasa ada yang aneh.


“Ma, bagaimana dengan acara mereka? Tinggal beberapa hari lagi kan?” Ina membuka obrolan yang serius.


Eva berpikir sebentar, melirik Adam yang juga mendengar pertanyaan Ina.


“Pasti Abraham akan bersikeras untuk tetap melakukan nya,” jawab Adam dengan yakin.


“Benar, karena adik ipar ini kan termasuk keras kepala, sama seperti Pa-


Adit langsung diam karena mendapat tatapan tajam.

__ADS_1


“Oke, aku akan diam.” Ucap nya tertawa kecil merasa bersalah.


__ADS_2