KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 245


__ADS_3

Di kedua tangannya sekarang sudah ada dua alat, gergaji yang sudah karatan tapi tajam, dan pisau kecil, itu memang alat kesukaannya kalau ‘bermain’ dengan lawannya. Setiap langkah Lucifer, mengurangi satu waktu sisa kehidupan Bossa.


Rock sudah sadar, dia hanya membuka matanya sedikit, dan bisa melihat sekilas siapa yang ada di depannya, lebih tepatnya lagi di depan Bossa.


Rock juga melihat banyak anak buah Lucifer yang berjaga-jaga dan mengawasi lokasi itu.


“What?”


Sekarang Lucifer berjongkok kembali didepan Bossa.


“Hah… sekarang yang ingin aku keluarkan lagi adalah lidahmu.” Gergaji di letakkan di atas tanah, hanya menggunakan pisau lebih dulu.


Tanpa jijik Lucifer mengeluarkan lidah Bossa, walau sedikit kesulitan tapi Lucifer berhasil menarik lidah itu keluar.


“Aaaaaaaaa…..aaaaaaa…” suara yang keluar dari mulut Bossa, menggelengkan kepala.


Srreett…


Setelah di tarik keluar, di goreskan hingga terputus. Dan potongan lidah itu sudah berada di tangannya lagi.


“Ini adalah lidahmu. Dengan ini kau menghasut orang-orang untuk berpihak dan melakukan kejahatan dengan mu kan?” tunjuknya di depan Bossa.


Belum bisa menahan rasa sakit dari bola matanya itu, sekarang Bossa harus menahan rasa sakit karena lidahnya yang di potong. Sekarang dua lubang sudah mengeluarkan darah.

__ADS_1


Lalu berikutnya Lucifer memotong telinga kiri…


Sssrreettt…


Memotong telinga kanan…


Ssreett…


Dan potongan itu juga di letakkan di hadapan Bossa agar bisa melihat dengan mata kanannya itu. teriakan Bossa tidak berpengaruh untuknya, hanya orang-orang yang ada dalam bangunan itu merasa seram dan merinding dengan suara rintihan Bossa.


Selesai memotong kedua telinga, sekarang target berikutnya adalah hidung Bossa.


Ssrreett…


Hidung Bossa yang sedikit mancung sudah berdarah. Lucifer hanya meratakan hidungnya dengan bibir si pemilik.


*******


Eva, Cleo, Lisna dan Isabella sudah datang dirumah sakit. Mereka mendapat informasi dari Aditya kalau anak nya berada dirumah sakit miliknya karena luka-luka. Eva dan yang lainnya berjalan menuju ruangan Aditya, yang saat itu masih memeriksa luka Arshinta dan Satmaka.


Dan diruangan Bellova, Abraham masih menemaninya.


“Apa kau mau buah?  Tadi aku menyuruh Venam untuk membelikan buah ini. Kalau kau mau aku akan mencuci dan memotongkannya untuk mu.” Abraham menunjukkan beberapa plastik yang berisi buah berbeda.

__ADS_1


“Iya, aku mau.”


“Kau mau yang mana duluan?”


Bellova melihat mana yang ingin dimakan.


“Hhhmm..  pisang, jeruk dan apel. Sebenarnya aku ingin makan apel dan semangka tapi tidak ada ya.” ucap Bellova yang membuka bungkusan satu persatu.


“Maafkan aku, Venam tidak membelinya, karena mungkin jarang membeli itu untuk pasien rumah sakit.


Tapi setelah kau sembuh dan kita keluar, aku akan membelinya di jalan nanti.” Bujuk Abraham.


Bellova tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Kenapa kau ingin makan papaya? Apa BAB mu tidak lancar?” tanya Abraham biasa saja sambil mengupas jeruk.


“Pppfftt…” Bellova menahan tawa, Abraham melihatnya.


“Tidak kok, aku hanya suka saja dengan Semangka dan papaya.”


“Ooh.. apelnya aku cuci dulu ya.” Abraham mengambil dua buah apel dan mencucinya dikamar mandi.


“Aku tidak apa-apa terluka dan sakit seperti ini, untuk bisa bermanja dengan mu.” Ucap Bellova dalam hati.

__ADS_1


Abraham sudah keluar dari kamar mandi, dan duduk kembali di posisinya.


“Untung saja Venam juga membeli pisau.” Abraham sudah mulai mengupas kulit apel lebih dulu sebelum di belah.


__ADS_2