KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 229


__ADS_3

“Apa? Ada ledakan bom bunuh diri di dekat Ina?” Lucifer terkejut, dia berdiri di hadapan anak buahnya yang memberi laporan kejadian di tempat.


“Benar tuan. Tapi Nona Ina tidak terluka, dan juga sudah di antar kerumah sakit dengan aman.” Ucap anak buahnya yang juga berdiri.


Lucifer menghela napas kemarahannya. Tangan yang sudah di kepal, rasa ingin meninju lawannya.


“Apa ada yang kalian temukan?” Lucifer kembali duduk lagi.


“Di dinding mobil yang digunakan, ada tanda ‘B’, mungkin anda tahu apa artinya itu-


“Breng**k! dia sudah berani menawarkan perang padaku ya. Bagus, akan ku sambut-


“Benar itu adik ipar, Bossa itu sudah bosan hidup, harus kita akhiri. Kita serang saja duluan.” Revand mendukung Lucifer.


“Sebaiknya jangan terburu-buru, karena aku yakin dia sengaja memancing kemarahan Lucifer.” Vicky masih berusaha menenangkan Lucifer.


Lucifer diam, mempertimbangkan ucapan Revand dan Vicky.


“Cari dimana letak Bossa, kabari pergerakkan nya lagi. seperti yang dikatakan Vicky, dia sengaja melakukannya untuk memancing emosiku, pasti dia akan terus melakukannya sampai aku keluar.” Perintahnya pada anak buahnya.


“Baik tuan.”


“Tetap perketat penjagaan untuk Ina.Pergilah.” Suruhnya lagi.

__ADS_1


“Baik tuan, saya permisi.”


Anak buah nya pergi setelah melapor dan mendapat perintah berikutnya.


***********


Di tempat lain, restaurant Monika juga mengalami kebakaran besar. Beberapa karyawannya ikut menjadi korban, ada yang terluka dan ada juga yang tewas di lokasi. Monika sedih melihat kejadian itu.


Wanita itu menangis dan terus berusaha membantu untuk menyelamatkan orang-orang yang terluka.


Petugas pemadam kebakaran juga sudah datang dan mulai menyiramkan air untuk memadamkan api yang


masih menyala besar.


Monik menoleh, melihat asal suara, suara tangisannya semakin besar, mungkin karena tertekan dan musibah yang dialami.


Adley segera menghampiri Monik, dan memeluknya dengan hangat. Pakaian Monik juga sudah basah dan kotor, basah karena terkena air dari pemadam kebakaran.


“Kamu tidak apa-apa?” tanyanya mengusap kepala Monik yang sudah berada di dalam pelukannya.


Monik tidak menjawab dengan suara, hanya menganggukkan kepala, karena suaranya berat untuk di keluarkan.


Petugas yang dibawa Adley juga memeriksa kejadian.

__ADS_1


Monik yang menghubungi Adley, itu juga karena tidak ada yang bisa datang membantu, termasuk sepupunya


Rahul.


“Apa ada yang terluka?” Adley melepas pelukan, ingin melihat keadaan Monik.


“Tidak ada, tapi disana ada yang meninggal, mereka..hiks..hiks.. mereka meninggal saat mereka bekerja.” Monik tak kuasa menahan tangisnya.


Adley yang merasa prihatin, mengusap air mata Monik dengan lembut.


“Rekan ku akan membawa mereka kerumah sakit, kau juga. Lihat, tangan dan keningmu terluka. Kau harus di obati.” Bujuk Adley menunjukkan tangan Monik yang masih berdarah.


“Bagaimana dengan-


“Jangan di pikirkan, kami akan mengurus semuanya di sini.” Ucap Adley.


Monik melihat kembali kearah restaurant yang masih terasa udara panas, dan orang-orang yang sibuk menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain. Terlihat kegusaran dan kepanikan Monik.


“Baiklah, karena kau diam saja, aku yang akan membawamu kerumah sakit. Ayo.” Ajak Adley yang langsung mengantarkan Monik.


Monik mengikuti Adley karena tangannya juga sudah di pegang Adley, mengajaknya kedalam mobil.


Tidak jauh dari lokasi, dua orang pemuda mengamati dengan perasaan senang karena tugasnya berhasil mereka kerjakan. Mereka di tugaskan untuk menghancurkan restaurant milik Monika, seakan-akan itu adalah keteledoran dari karyawan Monik.

__ADS_1


__ADS_2