KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 126


__ADS_3

Rambut nya semakin keras di tarik, mereka tidak mendengar apa yang di ucapkan Monik, walaupun wanita itu sudah memohon nya.


Monik dan Milla di keluarkan dengan terpaksa oleh pelaku.


Monik dan Milla saling berpelukan karena sama-sama ketakutan.


Dua pria sedang menggeledah isi dalam mobil, mencari barang-barang berharga, terdapat tas dan ponsel.


“Bos, seperti nya mereka orang kaya, apalagi wanita itu.” Tunjuk salah satu rekan nya pada Monik.


“Tentu saja, lihat kulit nya yang mulus itu.” Jawab pria sebagai ketua kelompok mereka.


“Tolong lepaskan kami, kalian sudah mendapatkan barang-barang kami, jadi tolong-


“Apa kau pikir kami akan melepaskan kalian? Dua wanita yang cantik, tentu saja kau yang paling cantik nona.” Pria itu mendekati Monik, ingin menyentuh dagu wanita itu.


Rekan-rekan nya datang, mereka berdiri di depan Monik dan Milla. Senyum nakal mereka terlihat jelas menatap dua wanita yang ketakutan itu.


“Bawa mereka ikut dengan kita. Mereka harus memuaskan kita sampai mati.” Suruh pimpinan nya.


“Baik bos.” Jawab mereka dengan semangat dan senang.


“Tidak… tidak, lepaskan kami.” Monik berusaha melepaskan genggaman mereka.

__ADS_1


“Diam! Berisik sekali kau.” Teriak mereka menarik paksa Monik dan Milla.


Milla lebih dulu di gendong seperti karung beras kedalam mobil Monik yang ingin mereka bawa.


Monik yang panik dan ketakutan tidak tahu harus melakukan apa untuk menghindari mereka.


Baju di bagian lengan Monik sudah sobek, sengaja mereka lakukan.


Mereka sedikit kesulitan untuk menggendong Monik, karena dia yang selalu berontak.


“Ayo, cepat! Atau kau ingin kami membunuh mu di sini?” Teriak mereka.


“Iya! Bunuh saja aku di sini! Dasar kalian breng**k!” Teriak Monik.


“Ohh… sudah berani sekali kau ya. Tentu saja aku akan membunuh mu, tapi sebelum nya, kau harus-


Terdengar tembakan pertama yang mengenai kaki dari pria yang berusaha ingin merobek pakaian Monik.


“Aaakkhh…” Lirih nya menyentuh paha nya yang sudah mengeluarkan darah.


Mereka ingin melihat siapa yang sudah berani menembak nya.


“Berani sekali kalian melakukan tindak kejahatan di sini ya. Apa kalian tidak takut?” Tanya pria yang sudah menembak paha pimpinan mereka.

__ADS_1


Monik melihat asal suara, “Pak Adley?” Ucap nya dengan suara pelan masih duduk di tanah sambil menutup kedua telinga nya.


“Breng**k, cepat habisi orang itu. Dia hanya seorang diri, pasti kita menang.” Suruh bos nya.


Tanpa ragu mereka mulai menyerang Adley yang berdiri seorang diri dengan tenang tanpa khawatir.


Sementara si bos pimpinan nya masih berdiri dan selalu mengamati pertarungan anak buah nya.


Lima pria jahat itu tidak membuat Adley kalah. Justru dengan tenang dia bisa mengatasi mereka.


“Ckckckckck… hanya segini saja kemampuan kalian?” Ucap nya sepele pada mereka.


Lima orang itu saling menatap, berusaha mengerti kenapa lawan nya menyepelekan mereka.


Satu persatu mereka bisa di atasi Adley, Monik memperhatikan aksi itu, sedikit mulai tenang.


Bos pimpinan nya yang sudah mulai panik, segera menarik tangan Monik dengan paksa.


“Aaawww..” Monik menahan tangan nya yang terasa sakit.


Adley mendengar suara jeritan Monik.


Dengan cepat, lima pria itu sudah berbaring di tanah dengan keadaan tidak sadarkan diri. Dan dia berlari kearah Monik.

__ADS_1


“Diam di sana atau aku akan membunuh wanita ini!” Ancam nya dengan pisau kecil.


Adley sempat menghentikan langkah nya. Dia melihat Monik yang juga menatap nya tersenyum tenang. Pria yang menahan nya melihat pandangan mereka, membuat nya tahu apa makna dari pandangan mereka.


__ADS_2