
“Sebaik nya anda segera pergi saja, dan bawa hadiah anda ini, karena bagaimana pun cara anda tidak akan di terima atasan kami.” Suruh
Adley dengan tegas.
Monica yang tidak suka di usir, tetap ngotot bertahan. Adley pun menjadi tidak sabaran.
“Kalau bukan perempuan, sudah ku tarik keluar orang ini.” Gumam Adley.
“Hallo…” suara perempuan yang muncul dari belakang.
“Shinta… kau datang?” tanya Adley melihat asal suara.
“Ada apa dengan kalian? Di mana Abram?” tanya Arshinta mendekati mereka berdua.
“Shinta kau bisa di marahi Abraham…..
“Apa? Kau memanggil nya dengan sebutan apa? ‘Abram’?” Monica yang tidak suka ada wanita yang memanggil pria idola nya dengan nama, seperti sudah sangat akrab.
“Siapa dia?” ucap Arshinta dalam hati melihat Adley, menaikkan salah satu alis dan mengangkat kepala nya.
“Abaikan saja, dia orang gila.” Jawab Adley dalam hati, menggelengkan kepala nya, antara Adley dan Arshinta seakan bisa berbicara lewat
telepati.
“Kamu siapa?” tanya arshinta, risih di tatap sinis wanita itu.
“Kamu yang siapa?” Monica balik bertanya dengan nada angkuh nya, kedua tangan di lipat di depan dada.
Arshinta menggaruk kepala nya, seperti tidak sabar lagi.
Monica melihat Arshinta dari ujung rambut sampai ujung kaki nya.
“Aku adalah pacar nya Abraham…” jawab Monica dengan percaya diri.
“What?” Arshinta dan Adley terkejut.
“Apa?” Abraham pun terkejut mendengar nya. Abraham yang tidak sengaja mendengar ucapan Monica saat dia ingin keluar dari ruangan nya.
“Pak…Abraham.. akhir nya anda keluar juga dari kandang nya, hehehehe..” Monica menghampiri Abraham dan merangkul lengan Abraham dengan cepat.
“Apa-apa an ini. Tolong lepaskan tangan anda nona!” Abraham menarik tangan nya,namun sedikit susah karena Monica sangat erat memeluk tangan itu.
“Ck..ck..ck… hey cewek ganjen, lepasin tuh tangan nya. Pecicilan banget sih..” Arshinta pun merasa tidak suka. Dia menarik tangan
Abraham dari gadis itu.
__ADS_1
Arshinta berusaha menarik tangan itu, tapi Monic tetap menahan, lagi dan lagi, bukan nya lepas, Abraham merasa kesakitan pada lengan
nya. Adley dan rekan-rekan lain nya ada yang heran ada juga yang menahan tawa melihat aksi nya itu. seperti dua wanita yang merebut satu pria, walaupun mereka tahu kalau Arshinta itu adalah adik dari atasan nya.
“Le..pas!!” bentak Abraham.
Mendengar suara Abraham yang marah pada nya, Monic melepas kan nya. Tatapan mata nya menjadi sedih melihat Abraham.
“Anda kalau tidak ada urusan di sini lagi, tolong segera pergi lah..” suruh Abraham memegag pergelangan tangan nya yang sudah memerah.
“Saya kan memang ada urusan dengan pak Abraham. Saya ingin memberikan hadiah untuk pak Polisi yang tampan.. dan tolong terima hadiah saya…” Monic masih berusaha membujuk Abraham untuk menerima hadiah dari nya.
“Ck…kan sudah saya bilang kalau saya tidak bisa…
Tap…
“Ambil lah.” Monica langsung menyodorkan hadiah nya di depan dada Abraham. Gadis itu tidak perduli berapa kali pria itu menolak nya.
“Nih orang emang tidak tahu malu banget ya… udah di bilangin juga…
Abraham menahan tangan Arshinta yang ingin mendorong Monic.
Dia menggelengkan kepala sebagai kode agar Arshinta lebih bersabar lagi. Mau tidak mau Arshinta membatalkan niat nya.
“Itu adalah hadiah dari ku untuk kamu, karena kamu udah menolong ku. Tenang saja, hadiah nya tidak sembarangan kok, harga nya sangat
mahal.” Ucap Monica dengan bangga.
“Kalau begitu aku pergi dulu ya, sampai jumpa..” Monic melambaikan tangan nya dan mengambil tas kecil lalu beranjak pergi dari kantor polisi itu. Abraham dan lain nya menatap heran, ada juga yang kesal, itu adalah Arshinta.
“kak? Cewek gila itu….
Abraham mengangkat tangan nya, sebagai kode agar Arshinta diam.
“Jangan tanya kakak, karena kakak juga tidak tahu dan bingung mau menjelaskan bagaimana sama kamu. Udah lah…”
“Kamu ngapain datang kesini?” tanya Abraham yang sadar dengan kedatangan adik nya.
“Tuh..kan, lupa…. Kan kakak sendiri yang menyuruh ku datang kesini. Kenapa malah tanya lagi ya?” ucap Arshinta mengingatkan.
Abraham berpikir sebentar.
“Oh iya, aku lupa. Aku mau mengajak mu makan siang di luar….
“Aku ikut ya. Dari tadi perut ku sudah lapar nih. Udah jam istirahat makan siang juga kan?” ucap Adley, dia ingin ikut dengan kakak adik
__ADS_1
itu.
“Ya udah ayo lah…” Abraham mengijinkan.
Hadiah dari wanita yang menyukai Abraham di letakkan di dalam lemari kaca.
Mereka bertiga keluar bersamaan, masuk ke dalam mobil Abraham berwarna hitam, lalu segera berangkat ke restaurant tempat biasa mereka langganan untuk makan. Dan tanpa di sadari, sebuah mobil juga sedang mengikuti
mereka dari belakang, itu adalah mobil dari Monica yang sedari tadi menunggu di luar.
*******
Bellova sedang sibuk memilih bahan masakan sendiri di pusat perbelanjaan. Sebelum nya Abraham sudah memberikan uang untuk belanja selama sebulan, uang tunai karena Bellova juga tidak bisa menggunakan kartu. Abraham melarang keras Bellova menggunakan uang pribadi nya sendiri.
“Tuan Abraham tidak suka bayam, tidak suka sawi.” Ucap Bellova dengan suara pelan saat melewati rak sayuran bayam dan sawi. Dia berbicara pada diri nya sendiri.
“Eits…. Ada jagung… tuan Abraham kan suka jagung, ambil ah…” dia memasukkan tiga bungkus jagung dengan masing-masing bungkusan berisi tiga bongkol jagung. Lalu berjalan lagi, mencari bahan-bahan yang di sukai majikan nya.
Di belakang nya juga ada seorang pria yang mengamati nya.
Lucu melihat tingkah laku Bellova yang tersenyum dan berbicara sendiri. Tanpa
di sadari si pria itu, dia mengikuti wanita itu ke mana pun.
“Lucu banget, sangat semangat kalau menemukan barang yang di inginkan nya.” Gumam pria itu.
Setelah troli belanjaan nya sudah penuh dengan barang-barang belanjaan nya, Bellova menuju bagian kasir. Tepat di belakang nya ada pria itu.
Bellova tidak khawatir dengan jumlah biaya yang akan di keluarkan untuk membayar belanjaan nya, karena dia membawa banyak uang juga.
Karena belum tiba giliran nya untuk membayar, bellova melihat kesekitar bagian mall itu, hingga tatapan mata nya tertuju pada pria yang sedari tadi mengikuti tanpa di ketahui nya. Pria itu pun tidak melempar pandangan ke arah lain, di biarkan ketahuan Bellova karena menatap nya, dan Bellova membalas dengan senyum
ramah.
“Cantik sekali.” Gumam pria itu masih menatap Bellova.
.
.
.
Wah… saingan Abraham nih…
Monica : "Hallo...jangan benci pada ku ya... aku hanya tokoh yang di munculkan author dengan karakter cewek ambisi dan agresif..."
__ADS_1