KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 256


__ADS_3

Sedikit lagi tangan Abraham akan mendarat di pipi Bellova, namun berhenti dan segera menariknya lagi.


Tak…


Sekarang Bellova tanpa sadar meraih tangan Abraham dan menariknya agar mendarat di pipinya.


Tap…


Telapak tangan Abraham sudah mendarat di pipinya.


Mereka sekarang saling menatap tanpa berkedip.


Deg… deg… deg… deg..


Sekarang detakkan jantung mereka berdua saling berdetak dengan kencang. Abraham pun tidak menarik tangannya, dibiarkan saja karena memang itu keinginannya juga.


Karena sudah terlanjur, dia mengusap-usap lagi pipi itu.


“Ternyata kamu cantik juga ya.” puji Abraham dengan tersenyum.


Wajah Bellova semakin memerah.


“Kenapa wajah mu merah? Apa kau sakit?” tanya Abraham menyentuh kening Bellova yang terasa hangat.


“Enggak kok, aku tidak sakit.” Jawab nya yang sebenarnya karena malu. Wajahnya memang gampang memerah.


Cup…


Sekali lagi Abraham memberikan ciuman di kening Bellova, ciuman yang cepat di berikan dan dia berbaring lagi.


“Tidurlah, ini sudah malam.” Ucap Abraham ramah, dib alas anggukan dari Bellova.

__ADS_1


Karena tidak ingin membuat Bellova kesulitan bernapas dengan tidur saling berhadap-hadapan, Abraham mengubah posisi tidurnya menghadap atap langit rumahnya. Dan Bellova masih tidur melihat Abraham.


Abraham yang lebih dulu memejamkan mata, tidak lama kemudian Bellova pun sudah tertidur dengan lelap bahkan suara tidurnya terdengar.


“Akhirnya dia tidur juga.” Batin Abraham yang melirik Bellova yang sudah terlelap.


Malam itu mereka tidur, jarak mereka juga sangat dekat. Dalam satu selimut dan dengan cahaya lampu, karena mereka berdua sama-sama tidak bisa tidur tanpa cahaya.


***********


“Selamat pagi Bram.” Sapa Eva, saat melihat Abraham baru turun dari tangga.


“Pagi ma.” Jawab nya mengancingkan kemeja berwarna hitamnya.


“Kamu mau bekerja?” tanya Arshinta yang berada di sofa sambil mengupas buah untuk diberikan pada Rakha.


“Iya, aku ingin mendengar laporan dari Adley.” Jawab Abraham yang duduk di sofa dekat Arshinta dan Rakha.


“Lagi mengobrol dengan papa di taman, sebentar lagi mereka datang kok.” Jawabnya.


Eva, Bellova dan Ina datang dari dapur dengan membawa sarapan dan meletakkannya di atas meja.


“Shinta, panggilkan yang lainnya, kita sarapan sekarang.” Pinta Ina.


“Oke kak.” Arshinta mengajak Rakha, untuk bersama-sama memanggil yang belum ada, Satmaka, Papanya dan Revand bersama isterinya.


Sedangkan yang lainnya duduk di kursi meja makan lebih dulu.


“Oh ya ma, hari ini mertuaku datang kesini, Venam atau Adley yang akan membawanya.” Ucap Abraham menerima minum dari Bellova.


“Bagus dong, mama juga ingin mengobrol bersama mereka.” Balas Eva meletakkan teko berisi lemon tea

__ADS_1


keatas meja.


Tidak lama kemudian sisa orang yang belum datang pun sudah muncul. Dan suara yang sangat menggelegar itu datang dari Revand.


“Selamat pagi adik, keponakan, calon menantu, menantu ku, dan cucuku… oh satu lagi, adik iparku.” Sapa Revand merentangkan kedua tangannya dengan gembira.


“Selamat pagi kakek.” Yang membalas sapaan hanya Rakha yang tersenyum padanya.


“Terima kasih cucuku mau menyapa kakek ya, tidak seperti mereka-


“Paman!...


“kakak?”


“Revand?”


Eva dan yang lainnya mencoba menghentikan Revand agar segera diam.


“Baik… baik… aku akan diam.” Balas Revand duduk di samping Rakha.


**************


“Bossa sudah mati di tangan Lucifer, dengan ini kita bisa menjatuhkan hukuman pada Lucifer, orang yang merasa paling hebat dan berkuasa itu.”


“Benar, aku sangat tidak suka dengan orang itu.”


“Tapia pa kita bisa melakukannya? Jangan lupa kalau dia punya anak seorang polisi.”


“Siapa?”


“Abraham!”

__ADS_1


__ADS_2