
“Makanan nya sudah datang?” Abraham baru keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada, sambil mengusap wajah nya.
Bellova baru pertama kali melihat Abraham seperti itu.
“Su..sudah, baru saja di antarkan.” Jawab Bellova gugup melihat Abraham.
Abraham yang memang sudah sangat lapar segera duduk di depan Bellova untuk makan.
“Tunggu apa lagi? cepat di makan dong.” Suruh Abraham karena Bellova yang diam setelah dia duduk.
Bellova mulai menyendokkan makanan nya.
“Besok pagi-pagi banget kita udah harus berangkat lagi. Sebelum berangkat kamu beli saja cemilan dan minuman, karena kita tidak akan berhenti istirahat.” Ucap Abraham sembari menyendokkan makanan nya ke dalam
mulut.
Bellova hanya menganggukkan kepala.
“Kenapa dia? Biasa nya banyak bicara. Mulai dari berangkat, dia selalu diam.” Gumam Abraham di dalam hati.
Abraham menganggap pernikahan itu adalah hal yang tidak berat dan tidak masalah. Beda dengan Bellova. Sama seperti Lucifer, awal pernikahan mereka adalah hanya ingin menyelamat nyawa dan harga diri wanita nya saja, belum ada perasaan cinta yang sebenar nya.
Bellova melihat Abraham yang tidak malu mempertunjukkan dada nya yang sempurna di kalangan pria.
Setelah mereka memakan habis nasi goreng pesanan nya, Bellova membereskan piring mereka, Abraham langsung berbaring di tempat tidur.
__ADS_1
Bellova bingung harus tidur di mana, hanya ada satu ranjang, dua bantal dan satu selimut. Dia berdiri di samping tempat tidur sembari berpikir ingin tidur di mana.
“Kenapa berdiri saja? Memang nya kau tidak mengantuk? Selama perjalanan kan kau menguap terus, tidur lah.” Ucap Abraham mengecek ponsel nya.
“Saya… saya harus tidur di mana?” Tanya nya dengan wajah kebingungan.
Abraham heran dengan pertanyaan nya.
“Ya di sini lah, memang nya mau tidur di mana lagi? kan hanya ada satu tempat tidur saja di sini.” Abraham menepuk pelan sisi di samping nya yang kosong.
“Tapi…
“Ck, Bellova, jangan banyak tanya di saat seperti ini. Aku sudah sangat lelah, besok pagi kita harus berangkat. Pekerjaan ku juga masih banyak loh. Cepat tidur.” Ucap Abraham meletakkan ponsel di meja kecil lalu berusaha tidur.
Abraham yang tidur hanya memakai celana panjang tapi tidak memakai baju.
Dalam sekejap Abraham sudah tertidur, terdengar suara dengkuran yang kecil dan pelan.
Akhir nya malam itu mereka tidur dalam satu tempat tidur dan satu selimut. Sepanjang malam pun Bellova tidak bisa tidur dengan nyenyak, perasaan waspada dan gugup menyelimuti hati dan pikiran nya.
Karena bisa di bilang itu adalah malam pengantin mereka, tapi Abraham tidak melakukan apa-apa, hanya tidur dengan pulas. Bellova tidak tahu, apakah pria yang sudah tidur di samping nya tidak akan melakukan apa-apa di saat nanti dia tidur.
Dia melihat jam di dinding yang sudah menunjuk angka satu pagi, lalu menghela napas, merasa ingin cepat-cepat pagi dan berangkat lagi.
Bellova yang tidur membelakangi Abraham yang tidur menghadap atap kamar.
__ADS_1
Akhir nya Bellova pun bisa tidur, memejamkan mata nya.
Tap…
Bellova terkejut, karena ada tangan yang berada di atas tubuh nya. Dengan perasaan was-was, dia ingin melihat kebelakang nya.
Bellova berhenti bergerak, karena setiap dia ingin bergerak, si pemilik tangan semakin mengeratkan pelukan nya, gadis itu gugup apalagi terdengar hembusan napas di telinga dan mengenai leher nya.
“Apa Pak Abraham sudah bangun?” Tanya nya dalam hati.
Bagaimana rasa nya menikah dadakan seperti Bellova dan Abraham, pasti sangat gugup kan?
Jangan lupa Like nya teman-teman.
Cerita ini masih sangat panjang, tapi tergantung dari dukungan teman-teman.
Terima kasih.
__ADS_1