
“Wah…jadi…papa?” Abraham berdiri, dia terkejut dan menunjuk pada Lucifer yang masih berdiri.
Putera nya itu seakan tidak percaya, dia berualangkali menggaruk kepala, memijit leher belakang, berbalik menoleh papa nya yang menatap nya dari belakang. Karena Lucifer sudah memberitahukan pada putera nya tentang diri nya.
“Dan kau tahu, kalau Bossa itu adalah orang yang menculik Arshinta saat masih kecil dulu.”
Tap…
Abraham semakin terkejut dengan perkataan papa nya.
“Apa? Bossa?” tanya nya seakan tidak percaya.
Lucifer mengangguk, sembari menatap nya.
“Papa tahu dari mana kalau itu… Bossa?” Dia kembali duduk di samping papa nya.
Lucifer melihat nya yang sangat penasaran, juga ada rasa sangat marah dan emosi yang meluap.
“Waktu papa menemukan tempat di mana Arshinta di culik, papa sempat menangkap anak buah nya, dan dia mengaku anak buah Shadow, yang di pimpin Bossa, hanya saja dia pergi keluar negeri. Saat itu yang terpenting
adalah Shinta sudah di temukan. Tapi papa tidak menyangka kalau dia muncul lagi, dan melakukan kesalahan yang sama.” Jawab Lucifer.
__ADS_1
Abraham mengepalkan tangan nya.
“Shadow sangat kejam. Sebenar nya papa menyuruh anak buah papa untuk menjaga dan mengawasi kalian, anak-anak ku tanpa sepengetahuan kalian, tapi mereka tidak akan maju duluan kalau kalian tidak dalam bahaya dan masih bisa mengatasi nya sendiri.”
“Aku tahu itu pa. Karena aku pernah melihat paman Aris dan Hendra saat mereka bersembunyi.” Ucap Abraham yang tidak terkejut.
“Papa benar. Shadow sangat kejam. Sudah banyak anak kecil dan wanita muda yang menjadi korban, sebenar nya Bellova juga salah satu korban penculikan Bossa yang berhasil kami selamat kan.”
“Tapi Lova mengatakan, kalau Bossa memiliki kebiasaan aneh, dia suka meminum darah, dan juga beberapa organ korban nya, apa itu masuk akal menurut papa?”
“Menurut papa bisa saja. Orang yang sudah terikat dengan iblis pasti akan melakukan apa saja untuk keinginan mereka.” Jawab Lucifer.
“Bagaimana caranya menangkap monster itu?” tanya Abraham meminta saran dari Lucifer.
Abraham membuka mulut nya karena sudah tahu maksud papa nya, dia sudah mengerti sekarang.
Klik…
“Maafkan aku karena mengganggu perbincangan kalian, Ibu Audrey sudah sadar sekarang. Kalian bisa bertemu dengan nya, tapi hanya sebentar saja ya, karena pasien harus beristirahat lagi. Lagipula ada yang ingin di katakan
nya.” Aditya memberitahukan.
__ADS_1
Abraham dan Lucifer berdiri bersamaan.
“Di mana mama dan isteriku?” tanya Abraham.
“Isteri mu? Seperti nya kau sedang pamer ya? sebentar lagi aku juga akan punya isteri, jadi-
“Adit!” Abraham dan Lucifer serentak memanggil.
“Oh, maaf. Mereka berada di kantin, karena aku tadi sedang mengurus beberapa pasien.” Jawab Aditya setelah di desak keluarga Ina.
“Jawab begitu saja lama.” Celetuk Abraham.
“Sudah lah, sebaiknya kita ke sana saja dulu, menemui Audrey.” Lucifer menepuk bahu Abraham pelan.
Mereka berdua berjalan menuju ruangan tempat di mana Audrey di rawat. Beberapa anak buah Lucifer juga sudah menjaga di depan pintu.
Klik…
Audrey yang masih belum sadar penuh melihat dua pria yang baru saja masuk. Alat bantu pernapasan juga masih terpasang di hidung yang menutupi mulut nya juga.
Audrey terlihat takut saat melihat Lucifer, karena pernah mendapat ancaman dari nya.
__ADS_1
Sempat ada rasa kasihan saat melihat Audrey yang tidak berdaya, bahkan hampir terbunuh.