KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 88


__ADS_3

“Oke, ini tip buat kamu, terima kasih.” Abraham memberikan uang di dalam genggaman tangan wanita itu dan menutup pintu, wanita itu yang


masih tersihir ketampanan Abraham, diam di depan pintu.


“Tampan sekali pria itu, apa dia sudah menikah atau belum ya? ah…. Sudah lah, aku kan sudah menikah, harus setia pada suamiku, tidak boleh tergoda.” Ucap wanita itu berjalan keluar dari lokasi rumah Abraham.


Makanan yang sudah di pesan nya segera di makan dengan sendok.


“Tidak terlalu enak, masih lebih enak masakan nya gadis itu.” ucap Abraham memakan makanan nya dengan tidak terlalu bersemangat.


“Tapi, kenapa wanita itu tidak…


Ddrrtt…ddrrtt..


Ponsel Abraham bergetar.


Bibir Abraham tersenyum saat melihat nama yang menghubungi nomor nya.


“Panjang umur, baru juga di omongin.”gumam nya.


“Hallo, ada apa?” Abraham menjawab panggilan dari Bellova, pura-pura ketus.


“Hallo pak Abraham…


“Sssttt… bisa pelankan suara mu tidak?” Abraham kaget dengan suara keras Bellova.


“Oh, maafkan saya pak.” Suara Bellova berubah pelan.


“Hhmm… ada apa kau menghubungi ku?” tanya Abraham kembali pada tujuan Bellova menghubunginya.


“Apa pak Abraham sudah makan?” pertanyaan pertama Bellova.


“Ini aku sedang makan , dan kau malah mengganggu ku makan.” Jawab nya yang sebenar nya tidak merasa terganggu.


“Maafkan saya pak, tapi apa anda memesan makanan online lagi? apa tidak ada pelayan yang memasak di rumah pak?” tebakan Bellova yang benar dan bertanya lagi.


Abraham terdiam, karena tebakan nya benar, memesan makanan melalui online.


“Tidak ada pelayan untuk memasak, lagi pula tidak ada makanan yang lebih enak di banding masakan mu.” Puji nya jujur.


“Benar kah pak? Wah, saya merasa tersanjung dan senang mendengar nya.” Ucap Bellova dengan tertawa kecil.


“Apa kau sudah tiba di rumah mu?” Abraham mengubah topik.


“Sudah pak, sekitar satu jam yang lalu. Keluarga saya sangat senang dengan kepulangan saya, dan mereka juga ingin mengucapkan rasa terima kasih pada anda karena kebaikan hati anda yang tulus…


“Cukup!!”

__ADS_1


“Wanita ini, kalau sudah bicara tidak bisa berhenti.” Batin Abraham menggelengkan kepala.


“Jadi… berapa lama kau akan di sana? Maksud ku.. apa kau akan benar-benar menikah?” tanya Abraham, nada nya penasaran, dia menghentikan sebentar makanan nya.


Deg…Deg…Deg…


Perasaan Abraham menunggu jawaban Bellova.


“Saya akan segera menikah minggu depan pak…


Tak….


Jawaban yang tidak ingin Abraham dengar.


“Apa kau sudah bertemu dengan calon…suami mu?” tanya Abraham lagi, suara nya pelan.


“Belum pak, tapi kata keluarga ku, pria itu sangat baik pada orang tua dan adik-adik ku, jadi aku yakin dia bisa jadi suami yang baik untuk ku.” Jawab Bellova yakin, walaupun tidak tahu sama sekali dengan siapa dia akan menikah.


“Aneh sekali, bagaimana bisa kau percaya dengan orang yang belum pernah kau temui sekalipun itu? dan menikah dengan nya? Apa kau bodoh?” ucap Abraham kesal mendengar jawaban Bellova yang terkesan kolot menurut nya.


“Karena keluarga saya sudah bertemu dan mereka bilang kalau orang itu baik.” Jawab Bellova lugu.


“Hhmm…. Ya sudah lah kalau begitu, selamat atas pernikahan mu sebentar lagi.” ucap Abraham mengusap wajah dengan tangan nya.


“Iya pak, terima kasih. Saya harap bapak bisa hadir di….


Bellova menjadi diam beberapa detik.


“Sayang sekali ya pak, padahal… saya ingin sekali mengenalkan anda pada keluarga saya, karena mereka juga penasaran pada anda.”


Nada Bellova yang terdengar kecewa.


Abraham tidak membalas ucapan Bellova, dia mendengar celotehan gadis itu  sambil melanjutkan sebentar makan nya.


Setelah puas bercerita, wanita itu sadar sudah lama berbicara pada orang yang dianggap sebagai penyelamat nya.


“Kalau begitu, anda istirahat saja ya pak Abraham, saya tutup dulu telepon nya.” Bellova tidak ingin lebih lama lagi mengganggu waktu


Abraham.


Abraham berhenti makan, saat Bellova pamit ingin menutup telepon nya.


“Iya.” Jawab nya singkat, tidak tahu harus berbicara apa.


Bellova tidak merasa heran dengan sikap orang yang masih di anggap majikan nya itu. dia tahu, kalau Abraham adalah orang yang baik, perhatian walaupun wajah nya terlihat garang dan tidak ramah.


Sementara Abraham merasa tidak enak di hati. Entah lah…

__ADS_1


Yang ada dalam pikiran nya adalah gelisah dan tidak nyaman.


Dia tidak tahu, apakah dia cemburu atau sekedar tidak suka kalau gadis itu menikah dengan pria lain.


Saat ini dia mencoba untuk melupakan wanita itu, tapi selalu saja penasaran dan menunggu panggilan telepon dari wanita itu lagi.


“Aneh, dia mau menikah dengan orang yang tidak pernah di temui nya sama sekali? Dia itu bodoh atau memang polos sih?” batin Abraham


membungkus sisa makanan yang masih banyak karena dirasa sudah sangat kenyang,


padahal dia baru memakan nya sedikit, tapi berbeda kalau Bellova yang memasak nya selalu tidak ada sisa, habis!.


**********


Di rumah sakit tempat Leo melakukan otopsi pada tahanan yang mati karena keracunan beberapa hari yang lalu.


Leo saat ini bekerja bersama Aditya di rumah sakit milik Aditya juga, biasa nya juga Leo memang sering berpindah-pindah rumah sakit,


bukan karena kinerja nya yang buruk, tapi karena rasa bosan nya kalau lama di satu rumah sakit saja.


“Bagaimana? Apa benar mereka mati karena keracunan?” tanya Abraham yang di dampingi Adley.


“Benar, racun yang mereka gunakan adalah racun Arsenik. Lebih tepat nya lagi adalah Arsenik organik. Racun Arsenik ini terkenal dengan sebutan ‘Raja segala racun’. Zat ini hampir tidak terdeteksi, sehingga sangat


sering di gunakan baik sebagai senjata pembunuhan atau sebagai elemen cerita


misteri. Racun ini dapat dengan mudah menyatu dalam air, dan makanan.” Ucap Leo


memberi informasi.


“Apa menurut mu ini ulah dari musuh?” tanya Leo setelah memberikan penjelasan lengkap.


“Iya, waktu aku dan Adley sedang ada di lapangan, ada dua orang anak buah Shadow yang menyamar dan membawakan mereka makanan, saat itu petugas yang lain tidak melihat ada yang mencurigakan walaupun sudah di periksa, tapi ternyata… musuh lebih pintar.” Jawab Abraham dengan tenang.


“Hhmm… memang racun tidak bisa di ketahui hanya dengan cara di cek biasa seperti itu saja. Jadi sulit untuk di ketahui.” Ucap Leo menghela


napas.


“Tapi… apa kau tidak takut?” tanya Leo serius pada Abraham.


“Apa?”


“Dengan kematian para tahanan ini, akan timbul berita yang di mulai dari gossip tentang kekejaman mu menginterogasi penjahat. Apalagi, ada beberapa luka serius di tubuh mereka.” Ucap Leo yang termasuk khawatir dengan sahabat nya itu.


Abraham dan Adley merasa benar juga apa yang di katakan Leo.


“Tenang saja, aku tidak khawatir itu.” jawab Abraham tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2