KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 208


__ADS_3

Adley melihat, siapa dan kenapa atasan nya melihat keluar melalui jendela yang terbuka.


“Wah, ternyata isteri anda sudah datang ya.” ujar Adley melihat Bellova yang baru turun dari taksi online.


Bellova yang baru saja tiba, dengan membawa bekal makanan yang biasanya dia bawa untuk Abraham. Dengan senyum yang ramah, rambut panjang yang di biarkan terurai dan di gerakkan angin. Dia menyapa orang yang berpapasan dengan nya.


Abraham tetap berdiri di samping pintu, melipat tangannya di depan dada, menunggu Bellova masuk.


“Selamat siang Nyonya Bellova.” Sapa Ridwan yang pertama melihat Bellova masuk.


“Pak Ridwan, selamat siang. Bagaimana kabar anda?” tanya Bellova.


“Sa…saya baik-baik saja kok Nyonya, anda kemana saja beberapa hari ini? Apa benar anda dan pak Abraham pingsan bersama?” tanya Ridwan beberapa kali dalam satu tarikan napas.


“Saya-


“Sudah datang? Langsung keruangan ku saja.” Ajak Abraham yang berdiri di belakangnya.


Bellova berbalik, melihat Abraham.


“Oh, iya. Kalau begitu aku langsung kesana ya.” langkah nya berlanjut menuju ruangan Abraham.


Abraham menatap Ridwan tajam.


“Isteriku baru tiba tapi kau sudah memberi nya banyak pertanyaan ya. Apa kau lagi tidak ada pekerjaan?” tanya nya dengan tatapan tajam.


Adley menahan tawa, Ridwan salah tingkah.

__ADS_1


“Saya… saya banyak kerjaan kok pak-


“Kalau begitu?”


“Kalau begitu saya akan melanjutkan pekerjaan saya. Permisi Pak.” Ridwan segera menjauh dari Abraham.


“Sebaiknya aku juga harus pergi sebelum di ‘serang’.” Gumam Adley mengambil langkah.


Abraham pergi keruangan nya, menyusul Bellova yang sudah lebih dulu kesana.


Ceklek..


Bellova melihat Abraham baru saja masuk, dia berdiri kembali.


“Duduk saja, tidak usah berdiri.” Abraham berjalan mendekat Bellova, duduk di depan Bellova, yang hanya di batasi dengan meja kerjanya.


“Tadi Ayah baru menghubungiku, mereka sudah berada di Jakarta, sebentar lagi tiba di terminalnya.” Ucap Abraham.


“Apa masih sempat kamu makan siang nya?” tanya Bellova, tangan nya berhenti saat hendak membuka kotak makanan.


“Tentu saja, tapi kita juga harus cepat menghabiskan makanannya.” Ujar Abraham membantu membuka


kembali kotak makanan yang baru setengah.


Bellova tidak bertanya lagi, karena di katakan waktu nya yang mepet.


********

__ADS_1


Setelah selesai makan siang, suami isteri itu pun pergi ke salah satu terminal yang ada di Jakarta.


“Aku akan pergi dulu, selanjutnya aku serahkan padamu dulu.” Pesan Abraham.


“Siap Pak!” jawab Adley memberi hormat.


Anak buah nya melihat mereka pergi, sampai mobil nya tidak kelihatan lagi.


“Mereka sangat serasi ya Pak Adley.” Ridwan yang juga ikut melihat.


“Iya, kau benar. Tapi… Abraham masih tidak tahu dengan perasaan nya.” Sahut Adley tanpa sadar.


Ridwan menatap Adley, “Lalu bagaimana dengan anda? Dengan perasaan anda yang sebenarnya?”


“Maksud mu?”


“Hhmm… sudah lah pak Adley. Aku kembali bekerja dulu.” Ridwan meninggalkan Adley yang masih berpikir


maksud dari pertanyaan rekan nya.


“Aneh sekali anak itu, dia memberi pertanyaan yang aku tidak mengerti. Saat di minta penjelasan, dia akan pergi mengabaikan, seperti wanita saja.” Gerutu Adley.


************


Bus yang di pakai keluarga Bellova, baru saja memasuki terminal. Ayah dan Ibunya juga sudah bersiap-siap turun, dan mengecek barang-barang yang sudah di persiapkan dari kampungnya.


“Ayah, sebaiknya katakan pada mereka kalau kita sudah tiba di terminal.” Suruh isteri nya yang duduk di samping.

__ADS_1


“Iya, ini ayah lagi cari ponsel.”


__ADS_2