KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 186


__ADS_3

“Woy?” panggil nya lagi dengan memukul pelan bahu wanita itu, hingga dia sadar dengan keadaan nya.


Angel tersadar, dia menatap Rafhael.


“Baiklah, kau bawakan mobil ku ke bengkel sekarang!” Angel memberikan kunci mobil pada Rafhael.


“Kenapa aku harus membawa mobil mu? Kau saja yang bawa, aku akan mengikuti dari belakang.” Tolak Rafhael.


“Tidak bisa! Bagaimana kalau kau nanti kabur?”


“Hey nona, aku itu laki-laki yang bertanggung jawab, aku tidak akan kabur, motor ku juga harus aku bawa ke bengkel, apa kau bisa membawa motor ku? Hah?”


“Kau??” Angel yang marah, menunjuk Rafhael dengan jari telunjuk nya.


Angel masuk kedalam mobil, setelah menghentakkan kaki ke tanah karena merasa kesal, Rafhael juga naik ke motor, untuk bersiap-siap membawa motor nya juga. Dia menunggu Angel untuk jalan lebih dulu, agar dia bisa mengikuti dari belakang.

__ADS_1


**********


Beberapa hari ini, Abraham lebih lama menghabiskan waktu di tempat kerja nya, membuat anak buah dan teman-teman nya merasa heran dan ada yang aneh, tentu saja mereka juga tidak nyaman, karena mereka seperti di awasi


24 jam.


“Ridwan, apa di dalam sel itu bercampur dengan anak buah Shadow?” tanya nya berdiri menghampiri Ridwan di meja kerja nya.


“Ada dua orang pak.” Jawab Ridwan pasti.


“Pindahkan dua orang itu ke sel lain, dalam satu sel ini harus semua anak buah Shadow, biar kita gampang menginterogasi mereka.” Perintah nya.


Abraham yang sudah memberi tugas pada Ridwan, masih berdiri dengan memegang pinggang, sambil melihat tim nya bekerja dan keseluruh sekitar nya, tentu saja rekan nya jadi salah tingkah dan gugup.


Hanya Adley yang terang-terangan melihat Abraham, tidak seperti yang lain nya, curi-curi pandang karena takut.

__ADS_1


Baru saja satu mobil petugas polisi yang datang dengan membawa dua orang penjahat, hasil dari laporan warga yang merasa rugi dan terancam nyawa nya.


Dua penjahat yang sudah di borgol itu di turunkan dengan paksa dan terburu-buru, Abraham yang melihat berdiri di sisi pintu masuk.


“Apa kasus nya?” tanya Abraham melipat tangan di depan dada nya.


“Mereka ketahuan mencuri di rumah salah satu warga dan menganiaya seorang wanita yang sedang hamil.” Jawab anggota nya.


Abraham yang sudah beberapa hari ini juga dalam kondisi yang tidak tenang, gelisah dan gampang marah, menatap dua orang itu dengan tatapan tajam. Dia berjalan mendekati mereka berdua yang sebelum nya sudah di hajar massa.


Plak…plak…plak..


Beberapa kali pukulan melayang di wajah dan kepala mereka, pukulan yang menyakitkan dank eras, mereka dapatkan dari pria yang sedang emosi itu.


“Cari lawan yang seimbang dong, jangan berani nya pada wanita, apalagi dengan wanita yang hamil. Otak dan perasaan mu itu di mana?” ucap nya keras masih sambil memukul dua pria yang sudah babak belur.

__ADS_1


“Ampun pak….ampun…sakit pak.” Dua orang itu memohon ampun, sambil jongkok, tidak bisa menahan rasa sakit lagi.


Adley tidak mau sampai atasan nya itu memukul mereka sampai mati, dia segera membawa dua orang itu langsung di masukkan kedalam sel. Karena sudah tidak ada pelampiasan emosi, Abraham menghela napas. Tahanan dan petugas lain ikut-ikutan ketakutan dan gugup, sebisa mungkin mereka tidak mau memancing kemarahan Abraham.


__ADS_2