KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 25


__ADS_3

Setelah melakukan pembayaran, Abraham dan Bellova keluar dari toko tersebut. Kedua tangan gadis itu memegang paper bag yang berisi pakaian yang di belikan Abraham.



“Pak Abraham, kenapa anda harus membelikan saya banyak pakaian? Dan ini harga nya sangat mahal sekali.” Tanya Bellova dengan perasaan tidak enak.


“Cuma 20 pasang kan? Tidak terlalu mahal juga kok.” Jawab nya dengan santai namun celingak-celinguk mencari Adley yang belum muncul.


“Tapi ini tetap saja…..


“Woy…!!! Kamu di mana sih? Lama banget, aku saja sudah selesai. Kamu beli apaan?” Abraham memotong ucapan Bellova dengan menelepon Adley.


Gadis itu pun diam, tidak bersuara.


Tidak lama, Adley muncul dengan sedikit berlari. Sama seperti Bellova, kedua tangan nya juga sudah menenteng belanjaan nya.


“Sorry…sorry…. Aku sekalian beli sesuatu buat pacar ku… sorry Bram.” Adley yang merasa bersalah langsung meminta maaf.


“Tch….. bikin lama aja. Ayo buruan!!” Abraham segera berangkat meninggalkan mall tempat belanja mereka.


“Bram, biar aku yang bawa mobil nya, kau dan Love duduk di belakang saja.” Ucap Adley langsung berlari di kursi kemudi.


“Kenapa harus begitu? Bukan kau yang mengatur kan? Dan ini mobil ku.” Balas Abraham yang duduk di samping Adley.


Bellova yang masih diam berdiri di samping mobil, belum berani masuk tanpa di suruh.


“Hey…. Kamu ngapain berdiri di situ? Cepat masuk!” Abraham yang sadar wanita itu masih diam di luar, segera menyuruh nya masuk ke dalam mobil.


“Maaf kan saya Pak…” secara terburu-buru, Bellova masuk dan duduk di belakang dua pria tampan itu.


Adley pun mengemudikan mobil menuju tujuan.


Di dalam perjalanan, Abraham beberapa kali melihat jam tangan nya. Dia sangat gelisah.


“Apa semua nya sudah datang Bram?” tanya Adley yang tahu kalau sahabat nya sedang gelisah.


“Iya, cuma kau dan aku yang belum muncul.” Jawab Abraham ketus.


Adley sadar itu.


“Ya maaf, kan kejadian hari ini dadakan. Mana aku tahu kalau begini.” Balas Adley.


Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Adley yang fokus pada jalan, sesekali melihat penumpang di belakang melalui kaca mobil


nya.


“Tapi ngomong-ngomong, Love cantik juga ya? Tadi aku sempat pangling loh, gak nyangka aja kalau aura kamu bagus.” Puji Adley.


“Ahh…ter…terima kasih pak Adley..” jawab Bellova gugup.

__ADS_1


“Jangan panggil pak dong, kesan nya aku sudah sangat tua. Panggil Adley aja. Biar lebih akrab gitu.” Pinta nya dengan tersenyum.


“Tapi pak…


“Tuh kan….masih memanggil ku ‘pak’ lagi. Panggil Adley aja. Oke?”


“Baik..lah… A…Adley….” Akhir nya gadis itu setuju.


*******


“Kemana sih kakak kamu Shin? Kenapa belum muncul? Apa dia lupa kalau hari ini ulang tahun papa nya?” tanya Eva yang mencari putera nya.


“Mungkin masih di jalan ma. Tenang saja, dia tidak mungkin lupa.” Jawab Shinta memakan potongan buah apel yang sudah di kupas Ina.


“Iya ma, Ina juga sudah kasih tahu dia, dan dia bilang akan datang, bersama Adley.” Ina pun menjawab yang sama dengan Arshinta.


Seorang pria tampan pun masuk.



“Selamat malam.. paman dan tante yang cantik dan tampan ini…” sapa Leo dengan suara keras sambil berjalan dengan merentangkan kedua tangan nya.


“Berisik!!!” jawab semua yang ada di situ mendengar suara keras dari Leo.


“Upps… maaf…....Hahahaha...” ucap Leo menutup mulut nya tapi tetap saja tersenyum.


Dan dia juga adalah salah satu yang di besarkan Abraham, mulai dari biaya


pendidikan dan kebutuhan lain nya.


Masih ingat tidak dengan seorang anak laki-laki yang di sodomi si penculik? Anak itu adalah Leo.


Semenjak dia mengalami hal itu, beberapa tahun dia hidup dalam rasa malu dan trauma. Dia tidak memiliki siapa-siapa, termasuk orang tua atau sanak saudara.


Tapi berkat didikan Ceons yang di percayakan Lucifer, anak itu bisa bangkit kembali, dan melupakan masa lalu nya yang buruk.


Semua yang di asuh Lucifer berhasil dewasa dengan baik, dan bisa mengejar cita-cita apa yang mereka ingin kan. Uang bukan masalah bagi Lucifer.


Setelah bangkit dari keterpurukan, Leo ingin menjadi ahli forensik, dengan kuliah mengambil jurusan kedokteran. Sebelum nya dia bertugas di Tangerang, mengikuti Abraham, tapi sebentar lagi Abraham akan memanggil nya untuk kasus-kasus tertentu.


“Di mana Kompol kita, Abraham Evano Rameses?” tanya nya melihat di sekitar nya.


“Belum datang, tapi dia pasti sedang dalam perjalanan.” Jawab Ina yakin.


Leo menganggukkan kepala nya.


Sekarang Satmaka dan Rakha juga baru saja muncul. Semua yang ada di situ melihat dengan heran, karena tidak pernah melihat nya sebelum nya.


“Nona Arshinta, kata tuan ini kalau dia adalah tamu anda.” Pembantu yang membawa nya berbicara pada Arshinta.

__ADS_1


“Iya, dia teman ku.” Ucap Arshinta berdiri menghampiri mereka.


“Kakak….” Rakha yang langsung berlari menuju Arhsinta, dan langsung di peluk Shina.


“Kan sudah di bilang, Akha jangan lari-lari, biar tidak jatuh.” Ucap Arshinta menggendong Rakha untuk duduk di sofa.



“Satmaka kamu juga duduk. Oh iya, kenalin ini keluarga besar ku…. Papa…mama….kakak…..


“Anda???” tanya Satmaka saat melihat Lucifer.


Arshinta melihat kemana arah yang di tunjuk pria itu.


“Apa kalian saling mengenal?” tanya nya.


“Anda…anda kan yang menyelamat kan saya waktu kecil?” tanya satmaka dengan jari telunjuk yang masih menunjuk.


Suasana diam sesaat, semua nya melihat Satmaka yang masih berdiri.


Lisna melihat Eva, seperti ingin tahu apa yang terjadi, namun Eva pun tidak tahu ada apa.


**********


Adley dan Abraham baru saja tiba di depan gerbang kediaman Eva dan Lucifer. Seorang satpam dengan cepat membuka gerbang agar mobil bisa masuk.


“Selamat malam pak Man…” sapa Abraham dengan ramah.


“Malam tuan, kenapa anda datang nya terakhir tuan?” tanya Man, salah satu satpam yang bekerja lama di rumah itu.


“Iya nih, banyak urusan mendadak. Oh ya…apa semua nya sudah datang?” tanya Abraham menutup pintu mobil.


“Sudah tuan, mungkin tinggal tuan Abraham saja yang belum datang.” Jawab Satpam itu lagi.


Abraham melihat ada banyak mobil dan motor yang terparkir.


“Kayak nya Leo juga datang. Itu motor nya…” ucap Abraham menunjuk motor besar milik Leo.


“Kalau gitu ayo masuk. Aku sudah lapar nih.” Ajak Adley.


Mereka pun pergi untuk masuk kedalam rumah.


Tiba-tiba Abaraham berhenti dan melihat kebelakang.


“ya ampun, kamu ngapain berdiri di situ sih…. Ayo cepat masuk.” Ucap Abraham pada Bellova yang ternyata masih diam tidak mengikuti.


“Saya bisa ikut masuk ke dalam pak?” tanya nya menunjuk diri.


“Hhhmmm…. Iya lah. Apa kamu mau nunggu di sini? Lama loh..buruan…” jawab nya sambil melangkah

__ADS_1


__ADS_2