
Ridwan pun datang.
“Tapi pak Adley, inikan pemberian dari puteri pak Jenderal-
“Apa kau tidak dengar? Cepat buang!” Adley yang tidak perduli.
“Baiklah.” Ridwan tidak mau bertanya lagi.
Padahal sedari tadi Monik memperhatikan dan mendengar percakapan antara Adley dan Angelina sebelum nya.
“Nona Monik? Anda sudah datang?” Ridwan yang langsung melihat Monik saat dia hendak membawa bingkisan itu.
Adley menoleh kebelakang karena mendengar nama Monik yang di ucapkan.
“Ah…iya. Apa aku mengganggu ya?” Monik yang panik dan gugup.
“Tidak kok. Kalau begitu saya permisi dulu ya.” Ridwan melanjutkan tugas nya.
Monik mengeluarkan kotak makanan pesanan anggota kepolisian satu persatu. Adley yang sudah tahu kedatangan nya membantu sedikit.
“Wanita tadi siapa?” tanya nya saat melihat Adley yang membantu nya.
“Entahlah. Dia salah satu fans dari pak Abraham.” Jawab nya santai tidak perduli.
__ADS_1
Monik kembali diam tidak bertanya lagi, tapi wajah nya seperti sedih.
“Mereka tadi berbisik, apa yang mereka bisikkan?” gumam nya dalam hati.
*******
Lucifer dan Eva baru saja tiba di rumah sakit.
“Aditya, bagaimana keadaan Audrey?” tanya Eva yang penasaran dan khawatir.
Aditya baru saja keluar dari ruang gawat darurat, Eva dan Lucifer hanya menunggu di depan pintu.
“Sebaik nya kita bicara di ruangan ku saja mama mertua.” Ajak Adit.
Hanya ada beberapa anak buah nya yang menjaga Audrey.
“Jadi, bagaimana keadaan nya?” tanya Eva yang masih sangat penasaran, tidak dengan Lucifer yang sangat santai.
Aditya duduk di kursi kerja nya, Eva duduk di depan meja kerja nya, Lucifer hanya berdiri di samping Eva.
“Untuk saat ini dia belum sadar, karena efek dari obat. Untung nya nyawa wanita itu masih bisa di selamatkan, karena tidak mengenai bagian vital. Tapi, dia pasti lama untuk bisa bangun dan sadar. Kita tunggu saja.” Jawab nya yang juga santai, sama seperti Lucifer yang tidak perduli.
“Saat ini suster kami akan memindahkan nya keruangan VIP. Jadi mama mertua tidak usah pikirkan lagi.” ucap nya lagi.
__ADS_1
“Apa ada yang melihat kejadian itu Dit?” tanya Lucifer membuka mulut.
“Tidak ada papa mertua, karena yang menembak nya itu pasti sangat professional, tapi aku yakin, kalau itu masih ada hubungan dengan Bossa atau Shadow. Wanita itu kan bisa di bilang tahu semua tentang Bossa.” Jawab Aditya yakin.
Lucifer menganggukkan kepala, karena dia juga berpikir hal yang sama dengan calon menantu nya itu.
“Pa, sebaik nya kita harus membawa Audrey bersama kita, karena-
Klik…
Pintu ruangan Aditya di buka seseorang dari luar. Aditya, Eva dan Lucifer melihat kearah pintu.
“Bram?” Eva bangkit berdiri karena terkejut ternyata yang membuka pintu adalah putera nya.
“Mama dan papa? Apa yang kalian lakukan di sini?” Abraham bertanya karena penasaran juga.
“Audrey? Siapa dia? Apa mama dan papa kenal dengan wanita itu?”
Eva melihat suami nya yang masih diam dengan tenang seperti biasa nya.
Bellova hanya ada di belakang Abraham, tapi dia bisa melihat siapa saja yang ada dalam ruangan itu.
Abraham dan Bellova juga masih berada di depan pintu, berdiri dengan pertanyaan yang membuat nya penasaran. Aditya menggaruk kepala nya yang tidak gatal, karena dia juga bingung harus bagaimana. Sesekali melirik Lucifer, kunci dari semua jawaban pertanyaan putera nya sendiri.
__ADS_1