
“Lepaskan aku..” rintih Angel menggerakkan tangannya.
“Melepas mu? Apa kau tidak tahu kalau akulah yang sudah menyelamatkan mu dari pria itu.” ucapnya tersenyum.
Angel seperti tidak mengerti maksud dari pria itu. Dia mengernyitkan dahinya.
“Apa maksudmu?”
“Apa kau lupa? Seperti nya kau adalah wanita yang sedang dicari-cari ya? apa kau melakukan masalah?” tanya nya dengan banyak pertanyaan.
Angel mencoba berpikir, mengingat kejadian tadi malam. Dan pria yang masih berada di atasnya itu hanya menatapnya dengan tatapan nafsu.
“Bagaimana? Kau sudah ingat kan? Kau berlari dengan sempoyongan dan membujukku untuk segera membawamu.” Tebaknya karena merasa Angel sudah mengingatnya.
Angel memang akhirnya mengingat semua kejadian. Dia dan beberapa bodyguardnya pergi dari club malam
karena munculnya rekan Abraham yang dirasanya sedang mencarinya. Dan dia juga ingat kalau memang dialah yang membujuk pria yang ada di atasnya itu untuk membawanya kesuatu tempat.
“Lalu dimana bodyguard ku pergi?” tanyanya dalam hati.
“Apa yang kau pikirkan sayang? Jangan berpikir untuk melarikan diri dariku ya.” wajah Angel di paksa untuk melihat dan menatapnya.
__ADS_1
Angel melihat nya dengan sinis, seperti rasa marah dan ingin menghajar orang itu.
“Kau tahu? Tubuhmu ini sangat seksi, membuatku ingin terus menikmatimu.” Pria itu menyusuri dari leher
hingga perut Angel dengan salah satu tangannya.
“Lepas!”
“Jangan banyak bergerak sayang, apa kau mau menghidupkan ‘senjata’ ku?”
“Brengs*k! menyingkir dari ku!” teriak Angel.
Karena angel yang mengoceh, si pria langsung menciumnya secara mendadak. Penolakan Angel tidak bisa melepas pria itu.
Salah satu tangannya juga sudah menekan pinggul Angel agar tidak bergerak menghindarinya.
“Berhenti! Berhenti bren***k! aku akan membunuhmu kalau kau melakukan itu. Lepaskan aku!” teriak Angel yang berusaha melepaskan diri.
Si pria tidak perduli, dia mengabaikan teriakan Angel dan terus melanjutkan aksinya. Semakin Angel berteriak dan memberontak, maka si pria semakin tinggi nafsunya.
“Hahahahaha… hahahahahaha…. Diam lah sayang! Kau membuatku semakin bergairah, hahahahhaha…”
__ADS_1
tawanya yang besar, merasa puas karena ‘alatnya’ sudah masuk dibagian Angel.
Dia tidak perduli dengan teriakan dan rasa sakit dari Angel. Dia terus menggoyangkan dan menghentakkan bagian bawah itu.
Anehnya Angel tidak menangis walau dia ingin menangis. Air mata nya tidak mau keluar. Perasaan hancur dan sakit hati juga kecewa, menyatu dalam perasaan nya.
***********
“Pak Abraham, anda lihat koran ini.” Venam baru saja tiba dengan sedikit berlari dan membawa koran harian di tangannya.
“Ada apa sih Venam? Kenapa kau berlari seperti itu? apa ada yang mengejarmu?” tanya Adley yang menghampiri Venam.
“Lihat ini, kau baca koran ini.” Venam memberikan koran pada Adley dan segera membacanya.
“Komisaris Abraham Evano Rameses, seorang anak dari Bos Mafia! Apa-apaan berita ini? Bagaimana mereka tahu?” Adley pun ikut merasa kesal.
Abraham meraih koran dan membacanya juga.
“Siapa lagi yang melakukannya kalau tidak suruhan dari Jenderal.” Ucap Venam dengan kesal.
“Pelankan suara mu! Kalau ada yang mendengarnya, kau akan dalam masalah.” Bisik Ridwan yang penasaran juga kenapa Venam berlari dari pintu masuk.
__ADS_1
“Aku sangat kesal. Para kantor berita itu hanya asal bikin cerita dan mencetaknya tanpa tahu kejadian sebenarnya.” Jawab Venam memegang pinggangnya.