
Sea berjalan memasuki Rumahnya dengan lesu, ia baru saja pulang dari latihan baletnya dan perutnya sedari tadi berbunyi meminta untuk diisi kembali.
" Ah-, Gue gak kuat. Rasanya pengen mati aja. " Keluh Sea.
Ia langsung menidurkan badannya di sofa ruang keluarga, sambil memegangi perutnya yang lapar, sesekali erangan keluar karena badannya yang rasanya capek semua.
" Se, ngapain kamu? Mau sakaratul maut? " Tanya Sean ngasal yang baru datang dari dapur untuk mengambil soft drink.
" Badan Arse, capek semua. "
Sean menghembuskan nafas panjang, ia duduk di sofa dekat Sea lalu menaruh kedua kaki Sea di atas pahanya dan mulai memijat kaki-nya Sea.
" Kamu jangan terlalu keras sama diri sendiri. " Tukas Sean.
Sea menggidikan bahunya tak tahu, " Perasaan sama aja kok latihannya, mungkin karena mau bulanan mangkanya capek semua badan Arse. "
Kriukkk.
" Eh? "
Sea meringis, " Arse laper, Brader. "
" Ya, Makan, ngapain laporan? "
" Ck! Yang peka dong, Brader. Bikinin Arse salad buah, gih. " Pinta Sea.
Ingin rasanya Sean menggeplak kepala adek satu-satunya ini, tapi mau gimana lagi, ia juga tidak bisa menolak permintaan Sea.
" Yaudah, bentar. " Ujar Sean lalu pergi ke dapur, tentu saja yang membuat bukan ia.
Drtttt.
Sea mengambil ponselnya di dalam tas yang sedari tadi bergetar mulu dan melihat banyak notifikasi yang masuk, tapi satu pesan yang baru saja muncul berhasil membuat dahinya berkerut.
Dua puluh menit ke depan, gue VC buat lanjut belajar.
Jangan berusaha ngehindar, atau makin gue tambah PR-nya!
Tanpa perlu bertanya siapa, ia pun sudah tau.
" Dasar Gila! "
" Sumpah, pengen gue bunuh, nih, orang. " kesalnya.
Ia pergi ke dapur untuk menemui Abangnya.
" Bang, Temen kamu resek banget jadi orang! " Sungutnya.
" Siapa? Ken? " Tanya Sean tak paham.
" Bang Ke, mah bukan teman Abang. Tapi pacarnya Abang! "
Sea langsung terkekeh saat tatapan tajam Sean dilayangkan untuknya.
" Nanti saladnya anterin ke kamar aja, Arse mau belajar. " Setelah mengatakannya ia langsung pergi.
Sean mengulum senyum senang, " Gak salah gue minta tolong Sam. "
Sebelum melakukan pembelajaran, Sea memilih untuk mandi terlebih dahulu. Padahal tadi ia sudah berencana untuk berendam air hangat, tapi sekali lagi pria yang bernama Samudra itu kembali mengacau.
Sea sudah segar dengan baju tidurnya, Ia beralih ke meja belajarnya dan menyiapkan buku pelajaran yang dijadwalkan besok. Sambil menunggu Samudra menghubunginya, ia memilih memakan salad buahnya.
" Sumpah, kalau bukan karena bakal ada lomba. Hari ini juga gue pesan nasi padang, makan beginian mana kenyang gue. " Sungutnya kesal.
DrtttDrtttDrtt.
Sea menatap layar ponselnya yang menyala, nama ' Orang gila ' tertera di sana. Ia menggeser ke atas tombol hijau, lalu menyandarkan ponselnya di buku paket yang sudah ia susun.
" Bentar, gue makan dulu! " Potong Sea sebelum Samudra memerintahnya untuk belajar.
" Jangan lama-lama, udah malam! "
" Iya-iya! "
Ia berencana melama-lama kan acara makannya, tapi saat matanya menangkap jam dinding yang menunjukan pukul setengah 9 malam, ia jadi tidak tega.
Ia menaruh makanannya yang sudah tinggal sedikit, Ingat! Ini untuk kemanusiaan.
" Ayo, dimula! Hari ini gue berencana tidur lebih awal. " Suruhnya sambil membuka buku pelajaran Matematika.
" Makanan lo udah habis? "
" Udah. " Bohongnya.
__ADS_1
" Hem, oke. "
🐣
Karena semalam ia tidak sempat menyelesaikan soal yang diberikan Samudra kemarin, jadi ia menyelesaikannya di jam istirahat, Dengan ditemani Galaksi mengejarkan tugasnya di taman samping lapangan dan harus merelakan meja kantinnya yang biasa jadi wadah untuknya bergibah.
" Gak pernah gue ngelihat lo serajin ini. "
Sea mendengus kesal, " Gue sebenarnya rajin, cuma gak pernah terlihat karena gak mau dikira sombong aja. "
" Halah! Ngeles mulu, kayak knalpot bajaj! " Tukas Galaksi.
" Ck! Pergi main bola sana! Daripada ngeresekin gue. " Suruhnya.
" Gak mau, nanti lo sendirian. " Tolak Galaksi.
" Gak usah sok manis, Muka lo pahit! "
Tak.
Sea berdecak sambil memegangi dahinya yang kena sentil.
" Kok mainnya nyentil, sih? Mentang-mentang gue jomblo gak ada yang nyium jidat, main lo sentil! " Tukasnya.
" Dih--, masih bocil ngomongnya cium-cium. "
" Lak, Ayok! " Panggil Rian dari arah lapangan yang sedang melakukan pertandingan sepak bola.
Galaksi menatap Sea kembali, Bingung mau ikut gabung atau nemenin Sea. Apalagi mengingat banyak siswa lain sudah bersiap modusin Sea, tinggal nungguin ia yang pergi aja.
" Sana pergi, lo bisa awasin gue dari sana. Entar kalau ada yang godain, langsung lo tipuk aja pakai bola. " Suruh Sea yang tau apa yang sedang dibingungkan Galaksi.
Galaksi mengulum senyum-nya, lalu mengelus puncak kepala Sea.
" Yaudah, gue tinggal bentar. " Pamitnya lalu segera bergabung dengan Rian dan yang lain.
Dan memang benar saja sepeninggalan Galaksi, kakak kelas ataupun seangkatannnya berbondong-bondong pergi ke mejanya.
" Halo, Sea. " Sapa salah satunya dibalas senyuman tipis Sea.
" Eh, gue duluan yang di sini. Kalian pergi sana, ganggu! "
" Apaan, gue duluan, kok! " Sahut satunya lagi.
" Eh, mending kalian semua pergi! Gangguin orang pacaran aja. " Tukas satunya lagi.
" Alex. "
Noh kan, pawangnya muncul.
" Kamu aku cariin malah mojok sama cewek lain, dasar cowok ngardus! " Ketus sang cewek, ia langsung meraih telinga pacarnya dan menggeretnya pergi.
" Auwhh-, Sakit Baby. "
Sea hanya bisa geleng-geleng sambil menghela nafas panjang. Memang yang satunya udah pergi, tapi yang lain masih tetap disini dan melanjutkan pertengkaran tentang siapa yang lebih dulu datang.
Kebetulan matanya menangkap sosok Samudra yang fokus dengan bacaannya akan berjalan melewatinya, dengan cepat Sea menarik tangan Samudra agar berhenti.
Samudra mengalihkan tatapnya dari bukunya dan menatap bingung Sea karena menghentikan langkahnya.
" Apa? "
Ia semakin bingung saat sea menggerak-gerakan mata-nya, bukannya menjawab pertanyaannya dan sedetik setelahny, ia paham akan arti gerakan mata Sea itu.
Ia beralih mendudukan tubuhnya tepat di samping Sea.
" Mana yang gak lo bisa? "
" Eh? Oh, ini. " Dengan menunjuk ngasal satu nomor di buku-nya.
" Oh, kalau ini mah. Lo tulis dulu rumusnya trus tinggal masukin aja angka-angkanya, kalau udah nanti hasilnya lo-- "
" Eh, pergi yuk. Gak enak gangguin bidadari kita yang sedang memintarkan diri, agar bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku. "
" Yey!, itu mah halu lo! "
" Yaudah lah, kita pergi dulu, Ayo! " Ajak yang lainnya.
Semuanya mengangguk setuju lalu pergi tanpa pamit karena takut mengganggu pembelajaran Sea.
Sea menghela nafas lega, " Akhirnya. "
" Emang kenapa gak lo usir aja? "
__ADS_1
" Ga enak gue. "
" Ya dienakin aja la, lagian kalau lo gak enak mulu, mereka yang keenakan. " Ujar Samudra.
" Ya, gimana lagi, gue kan cantik. " Jawab Sea gak nyambung.
" Gimana tugasnya? Udah? " Tanya Samudra memilih tidak menangapi ucapan Sea.
" Ck! Heran gue, dipikiran lo pelajaran mulu adanya. Gak capek apa itu otak? " Kesal Sea.
Samudra memilih tak ambil pusing, Ia merogoh saku celananya. Lalu setelah dapat, ia memberikan susu kotak rasa coklat yang sempat ia beli di kantin kepada Sea.
" Kalau ada yang mau ditanyain, hubungin gue. " Ujarnya lalu pergi.
Sea menatap bahagia susu kotak yang sudah beralih digenggamannya, lalu berganti menatap punggung Samudra yang semakin kecil dan hilang.
" Lumayan lah, udah gak nyebelin lagi. "
🐣
Sea sibuk mengetuk-ngetuk bulpennya di pinggiran meja dengan mata yang sibuk jelalatan, apalagi jika ada pria tampan yang ia lihat, matanya langsung autow fresh.
" ****, ganteng banget, udah kayak spoiler penghuni surga. " Seru Sea yanh tak terhitung lagi memuji pria yang baru saja masuk ke Kafe.
Tak.
" Sekali lagi mata lo jelalatan, gue ganti mata lo pakai mata biawak, mau?! " Ketus Samudra dengan tatapan tajamnya.
Sea memanyunkan bibirnya sambil mengelus dahinya yang kena sentilan Samudra.
" Ck! Hidup lo tegang banget, sih! Santai aja. " Serunya yang tidak ditanggapi Samudra yang sudah kesal dengan Sea.
" Hidup lo itu terlalu serius, selalu seputaran pelajaran. Sekali-kali lo perlu bermain, kayak punya pacar atau lagi ngejar cewek yang lo sukai, gitu. " Ujar Sea sok menggurui.
" Lo gak bisa mukul rata kehidupan semua orang itu kayak punya lo, sedikit santai. Bahkan beberapa dari kita harus berjuang keras untuk bertahan hidup sejak kecil karena mereka sadar, mereka terlahir dari keluarga yang berkecukupan ataupun kurang. Mereka harus berkerja keras jika tidak mau mati karena kelaparan. " Ujar Samudra.
" Dan gue, gue bekerja keras dengan belajar, untuk mempertahanin beasiswa dan ngejar impian gue. " Lanjutnya lagi.
Rentetan kata Samudra bagai pukulan keras yang menyadarkannya untuk selalu bersyukur.
" Maaf. " Cicit Sea, entah mengapa ia jadi merasa bersalah karena berbicara seperti itu pada Samudra.
Samudra sedikit terkekeh, lalu tangannya beralih mengelus puncak kepala Sea.
" Gue bilang gitu, biar lo selalu bersyukur atas yang lo miliki sekarang. " Tukas Samudra diakhiri senyum manisnya yang berhasil membuat Sea sedikit terbuai.
Bukan senyum mengejek seperti yang sudah-sudah, apalagi senyum menyebalkan. Ia tau, senyum itu adalah senyum tulus.
Melihat Samudra yang bijak seperti ini, Seperti bukan Samudra pria menyebalkan yang selalu membuatnya kesal, atau mungkin memang ia belum tahu pria seperti apa pria ini dan langsung menjudge-nya.
" Jadi, kenapa lo gak punya pacar? " Tanya Sea lagi.
Samudra kembali tertegun, padahal ia sudah memutar topik lain, tapi pertannyaan itu tidak disudahi.
" Untuk ukuran cowok indo kayak lo, lo itu bisa dibilang udah di atas rata-rata. Apa semua cowok pinter dan ganteng gak bisa romantis? "
Ia tidak bobong karena Samudra memang tampan, bahkan ia adalah nomor dua setelah Sean tentunya. Tapi mengingat bagaimana Siswi di sekolahnya, ia sudah paham kenapa Samudra tidak menjadi rebutan.
Samudra gelagapan sendiri, tapi dengan cepat ia berusaha tenang.
" Lo juga kenapa gak punya pacar? " Balik bertanya.
Sea mengerutkan dahinya seolah berfikir keras.
" Karena gue lagi sibuk dan belum mau. "
" Nah, itu juga yang terjadi sama gue. " Tukas Samudra.
" Dih--, ngikut-ngikut, Gak kreatif! " Ketus Sea.
" Ya, masa gue bilang karena gue ganteng? Kan gue bukan manusia yang suka muji diri sendiri kayak lo. " Tukas Samudra.
" Dasar Nyebelin! " Sungut Sea kesal.
...☹☹☹☹☹☹☹...
...Thank's For Reading Guys....
...Jangan Lupa Tekan Tombol Votenya....
...Dan Komen Di setiap Bab ya!...
...Karena Itu Sangat Berguna Buat Author Lebih Semangat Nyelesein Ceritanya....
__ADS_1