
Felix mengikuti pergerakan Audrey, sesuai dengan perintah Bossa. Audrey yang tidak tahu kalau nyawa nya dalam bahaya, tetap tenang dan biasa saja menjalankan aktifitas nya.
Felix juga tidak menemukan hal yang mencurigakan dari Audrey.
Karena perintah pada nya adalah untuk menyelidiki wanita tua itu, Felix menunda untuk membunuh nya, walaupun begitu, kalau ada yang mencurigakan dan mendesak, Felix di beri ijin untuk membunuh Audrey.
Audrey memang tahu, kalau Lucifer pemimpin dari Deadly Poison, tapi dia tidak tahu kalau Abraham adalah anak dari Lucifer, atau keponakan nya. Selama ini juga dia menyembunyikan jati diri nya sejak ayah nya sudah meninggal di tangan Lucifer. Hal itu juga yang membuat nya takut untuk bertemu dengan Lucifer, bahkan pada Vicky pun dia tidak berani.
Saat ini Audrey hanya tinggal seorang diri, dan dua orang pelayan. Dengan uang dari Bossa karena hasil dari pekerjaan dan melayani Bossa. Tidak memperdulikan harga diri nya lagi, yang penting dia bisa hidup dan tinggal di tempat yang mewah. Perasaan nya terhadap manusia pun sudah ‘mati’. Maka nya dia tega melakukan penculikan dan bekerja sama dengan Bossa. Dosa tidak membuat nya takut, tetapi tidak bisa makan dan tinggal di rumah besar dan mewah, yang membuat nya khawatir.
**************
Sore hari di kantor polisi, Adley dan rekan nya yang lain sangat menunggu dengan kedatangan atasan mereka yang sebentar lagi akan tiba. Ada perasaan senang dan takut, takut karena pekerjaan mereka yang masih
__ADS_1
mengandalkan Abraham. Mereka juga tidak ada yang tahu dengan pernikahan Abraham dan Bellova yang sudah terjadi.
Satmaka dan Arshinta juga sudah mengatur waktu untuk bisa berbicara dan berkumpul bersama keluarga besar calon isteri nya. Belum ada yang tahu juga dengan hubungan mereka, termasuk Ina. Sengaja mereka merahasiakan hubungan mereka dulu.
Sementara itu Abraham dan Bellova yang mengejar waktu agar cepat tiba di Jakarta. Mereka tidak berhenti kecuali hanya sekedar buang air dan membeli beberapa cemilan, tidak lebih dari 10 menit. Tentu saja mereka sangat kelelahan, apalagi Abraham.
“Kita akan pulang kerumah dulu, lalu aku membawa mu kerumah orang tua ku, untuk memberitahukan pernikahan kita.” Ucap Abraham membuka obrolan setelah lama diam.
“Ke..Rumah? rumah siapa?” Tanya Bellova tidak mengerti.
“Ke rumah kita lah. Tempat dulu kamu bekerja, di rumah ku. Tapi karena kita sudah menikah, itu jadi rumah kita.” Jawab Abraham tersenyum sekilas pada Bellova, agar wanita itu mengerti.
“Oh.” Jawab Bellova menganggukkan kepala nya.
__ADS_1
Jawaban itu membuat Abraham menahan tawa nya. Lucu dengan ekpsresi wajah Bellova.
“Lalu….apa, apa yang.. akan saya lakukan?” Tanya Bellova.
“Maksud nya?” Abraham tidak mengerti.
“Apakah… apakah ada pekerjaan tambahan untuk saya kerjakan?” Tanya Bellova.
“Pekerjaan? Tambahan? Aduh… aku tidak mengerti maksud kamu. Gimana ya?” Abraham menggaruk alis nya.
“Maksud..saya, selain…selain bekerja untuk anda, seperti membersihkan rumah, memasak, mem…
“Oohh…Tunggu dulu…tunggu. Aku mengerti sekarang maksud mu.” Abraham mengangkat telapak tangan nya agar Bellova berhenti melanjutkan ucapan nya.
__ADS_1
“Ehem.. begini ya, Bellova isteriku yang… ehem, kamu bukan pelayan lagi di rumah itu, aku juga bukan majikan mu. Seperti nya sebelum nya aku sudah mengatakan nya padamu kan?” Abraham mulai menjelaskan.