KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 49


__ADS_3

“Pak Abraham, bagaimana makan malam nya? Enak kan?” tanya Bellova, sedikit bangga dengan kemampuan nya.


Mereka berdua yang baru saja selesai makan malam bersama.


“Iya, Enak, tidak sia-sia kamu bekerja di rumah ku. Tapi ngomong-ngomong tolong buatkan aku kopi dan bawa kesini camilan.” Suruh Abraham dengan ponsel di tangan nya.


“Baik pak.” Tanpa bertanya apa-apa lagi, Bellova segera ke dapur.


Abraham merasa geram dan kesal mendengar tindak kejahatan yang semakin lama semakin meningkat, khusus nya untuk wanita dan anak-anak.


Kasus nya hampir sama dengan kasus sebelum nya, yaitu penculikan dan penjualanan manusia.


“Semakin keras aku menangkap mereka dan memasukan ke dalam penjara, tapi kenapa malah semakin bertambah banyak korban nya? Apa ini tantangan dari mereka?” ucap Abraham.


Beberapa waktu sejak Abraham di pindah tugaskan ke Jakarta, banyak kasus yang terbongkar, mulai dari judi, obat terlarang bahkan kasus pembunuhan, hanya saja tidak membuat kaum penjahat itu jera.


“Pak Abraham, ini kopi anda. Dan saya bawa buah yang sudah di potong.” Bellova datang dengan membawa pesanan majikan nya. Sekilas dia melihat Abraham yang fokus pada ponsel nya. Majikan nya tidak merespon kehadiran atau ucapan nya.


“Pak Abraham…


“Iya Bellova, aku dengar kok. Kamu letak kan saja di situ.” Abraham seperti tahu apa yang ingin di ucapkan pelayan nya itu.


Bellova masih berdiri di hadapan Abraham, seperti sedang menunggu perintah selanjut nya.


“Bellova, kau sudah bisa beristirahat sekarang. Kau pasti sudah sangat lelah kan? Jadi pergilah.” Suruh Abraham, yang sedikit heran


melihat wanita itu masih berdiri.


“Saya belum mengantuk kok pak.” Tolak Bellova pelan.


“Terserah kamu saja. Tapi kamu jangan berdiri seperti itu, apalagi di depan ku. Kau duduk lah.” Ucap Abraham.


Gadis itu menganggukkan kepala nya, lalu duduk di sofa yang tidak terlalu jauh dari Abraham.


Diam-diam Bellova mencuri pandang melihat Abraham yang fokus pada ponsel nya.


“Pak Abraham sangat tampan. Siapapun wanita pasti akan terpesona pada nya. Hanya wajah nya saja yang seram, tapi hati nya sangat


lembut, sama seperti tuan Lucifer. Eh… ya iya lah, tuan Lucifer kan orang tua pak Abraham.” Gumam Bellova menutup mulut nya.


Abraham melihat Bellova, tatapan nya sangat jelas tanpa bersembunyi.


“A… ada apa pak Abraham?” tanya Bellova terkejut melihat Abraham yang tiba-tiba melihat nya.


“Justru aku yang bertanya pada mu, ada apa dengan mu? Kenapa kau seperti sedang tertawa, kau menertawai apa?” tanya Abraham,mengalihkan pandangan nya dari ponsel nya.


“Tidak kok pak, saya hanya berpikir kalau anda sangat tampan….uuuuppss….”

__ADS_1


Suasana diam….


“Oh, iya, kalau yang itu aku sudah tahu kok. Jadi biasa saja.” Seperti tidak terjadi sesuatu yang mengherankan, Abraham kembali fokus pada ponsel nya.


“Anda sedang apa pak? Dari tadi saya melihat anda sangat serius dengan ponsel anda.” Tanya Bellova.


“Aku sedang membaca berita terkini, tentang kejahatan yang semakin meningkat. Seperti nya para penjahat itu tidak kapok melakukan kejahatan yang sama. Ck..ck..ck..” Abraham menjawab di iringi menggeleng kepala nya.


“Mungkin mereka punya ‘orang-orang’ yang berkuasa yang bisa menjamin keselamatan mereka..” ucapan yang spontan keluar dari mulut Bellova.


Abraham terkejut, wanita yang dari kampung itu bisa berbicara seperti itu.


“Ma… maafkan saya pak, saya tidak bermaksud…


“Tidak apa-apa. Kau bebas berpendapat, lagi pula di sini kan hanya ada kita berdua. Siapa yang akan menangkap mu…


“Hahahaha…. Tentu saja anda yang akan menangkap saya, anda kan polisi, jadi…. Ma…maafkan saya lagi pak, saya..


“Pppfffttt…. Iya ya… sekejab aku lupa kalau aku polisi… tapi kau bisa tetap santai saja. Sekarang kita berbicara seperti teman, jadi…


berbicara lah seperti biasa nya.” Ucap Abraham yang merasa lucu dengan ucapan Bellova, ceplos tapi masuk akal.


“Tapi apa yang kau ucapkan itu memang benar. Pasti ada oknum-oknum tertentu yang melindungi para penjahat itu. Hanya saja banyak yang menutup mata, walaupun tidak adil, tapi tetap saja bertahan untuk tutup mulut.”


“Kalau menurut saya pak Abraham, banyak kok yang membuka mulut, bahkan ada yang terang-terangan membongkar kejahatan orang lain,


Abraham tersenyum.


“Hebat sekali cara bicara mu. Seperti nya kau sangat paham dengan keadaan politik di luar sana.” Puji Abraham pada Bellova.


“Saya paham karena saya pernah melihat bahkan pernah di suruh untuk mengakui kesalahan yang bukan saya perbuat.” Bellova menjawab dengan serius, seperti teringat akan sesuatu.


Abraham mengernyitkan dahi nya, ingin sekali bertanya, tapi dia merasa kalau wanita itu akan menjelaskan nya.


“Dulu, ketika saya masih di kampung, saat pemilihan kepala desa, karena saya tidak mau memilih nya, saya di tuduh mencemari nama baik nya….


“Kenapa kau tidak memilih nya? Pasti kau punya alasan kan?” Abraham memotong ucapan Bellova.


“Karena aku tidak menyukai nya…


“Kenapa?”


“Karena dia menyuruh ku untuk menjadi isteri nya, dan..


“Bagus dong kan? Kau tidak perlu hidup susah seperti….


“Bagus apa nya pak Abraham, saya di suruh jadi isteri ketujuh nya….

__ADS_1


“Eh buset….isteri…ketujuh?” Abraham terkejut, mendengar ucapan wanita itu.


“ Pppffftthh….. ya tidak masalah kan? Yang penting tidak di jadikan selingkuhan, dan….


“Tetap jadi masalah lah pak Abraham! Coba anda pikir, seberapa benci dan marah nya isteri-isteri nya yang lain pada ku?.....


“Kenapa mereka harus marah pada mu? Kan suami nya yang berniat untuk…


“Ck…ck…ck.. anda tidak tahu kalau wanita itu cemburu bagaimana..” Bellova menggelengkan kepala nya, berbicara sambil melipat tangan


di depan dada.


“Mereka tahu, kalau marah pada suami nya, pasti akan di ceraikan dan mereka juga yang akan di rugikan…..


“Kenapa aku merasa wanita ini asik kalau sedang berbicara…”


“Tentu saja mereka tidak mau…..


“Kalau dia sedang berbicara seperti ini…seperti perdebatan yang tidak ada selesai nya….tapi… kenapa aku suka berdebat dengan nya…”


“Dan yang mereka lakukan adalah menyerang atau menyakiti perempuan-perempuan yang akan merebut suami mereka, tanpa….


“Walaupun terkadang dia ceroboh, tapi kalau dia sudah berbicara…. Masuk akal sekali. Dia sangat polos, jujur dan lugu… dan yang paling aku sukai dari nya adalah…….


“Dan karena aku tidak mau menikah dengan nya, dia menuduh ku menggoda nya dengan mengajak nya tidur bersama, tapi aku tetap tidak mengakui nya, aku berusaha untuk mengatakan yang sebenar nya….


“Masakan nya…. Ya, masakan nya yang sangat enak dan bersih, rumah juga kembali ke fungsi ‘rumah’ yang sebenar nya, seperti isteri yang


sedang mengurusi suami nya….Apa…?”


Gumam Abraham, sepanjang Bellova bercerita, ternyata diam-diam Abraham menilai dan memandangi wanita itu.


.


.


.


.


Abraham : “ Apa kau mau jadi isteri ketujuh orang itu?”


Bellova : “ Tentu saja saya tidak mau pak, saya mana mau cinta suami berbagi dengan wanita lain.”


Abraham : “ Kalau begitu … bagaimana kalau kau jadi isteri pertama ku saja? Tenang..cinta ku tidak akan terbagi-bagi, kecuali………………………terpaksa…”


Bellova : “ Apa…?”

__ADS_1


__ADS_2