
Adley sempat menghentikan langkah nya. Dia melihat Monik yang juga menatap nya tersenyum tenang. Pria yang menahan nya melihat pandangan mereka, membuat nya tahu apa makna dari pandangan mereka.
Sementara itu pistol yang di gunakan sebelum nya berada di tanah, dengan jarak yang sedikit jauh dari nya.
“Entah dari mana kau datang dan apa urusan mu. Tapi seharus nya kau pikirkan keselamatan mu dulu sebelum ikut campur.” Ucap pria yang menahan Monik dengan pisau.
“Ayo, cepat jalan dan ikuti aku!” Pria itu membawa Monik dengan paksa untuk masuk kedalam mobil milik Monik.
Monik berusaha bertahan agar si pembuat onar itu tidak berhasil.
Monik yang juga melirik arah senjata Adley, memiliki rencana.
Tak…
Dengan keras, Monik menginjak kaki orang itu sehingga dia menjerit kesakitan, dengan waktu kosong yang hanya beberapa detik di gunakan Monik untuk berlari kearah pistol untuk mengambil nya.
Pria itu berusaha ingin mengejar, lalu Adley yang mengambil alih dengan memukul dan menendang penjahat yang masih merasa kesakitan.
***********
Arshinta dan Satmaka menyempatkan datang ke kantor polisi untuk bertemu dengan kakak nya, Abraham. Tentu saja tanpa sepengetahuan Abraham yang fokus dengan pekerjaan nya.
Ridwan yang memberitahukan kedatangan mereka bertiga bersama dengan Rakha pada Abraham di ruang pribadi nya.
__ADS_1
“Suruh saja mereka masuk.” Ucap Abraham pada Ridwan.
Ridwan pun pergi memanggil mereka untuk masuk.
“Om Abam…” Teriak Rakha yang langsung berlari menuju Abraham setelah melihat nya. Sementara itu di belakang Rakha sudah ada Arshinta dan Satmaka.
Abraham melihat anak laki-laki kecil itu dan berdiri untuk menangkap Rakha yang berlari kearah nya.
“Kamu jangan lari seperti ini. Nanti kalau kamu jatuh bagaimana?” Tanya Abraham yang sudah menangkap tubuh Rakha dalam pelukan nya.
“Kan ada om Abam.” Jawab nya dengan senyum anak kecil.
“Emang nya kamu yakin banget kalau om akan menangkap mu? Bagaimana kalau tidak sempat dan kamu jatuh?” Balas Abraham tidak mau kalah.
“Lain kali jangan di ulangi ya.” Abraham memberi nasehat sambil mengecup kening Rakha.
“Iya om.” Jawab Rakha tersenyum kembali melupakan kesedihan nya.
Abraham melihat Arshinta dan Satmaka yang sudah masuk ke ruangan nya.
“Kalian duduk lah.” Suruh Abraham pada mereka sambil berjalan ke sofa untuk duduk juga.
“Rakha mau minum apa?” Tanya Abraham pada Rakha yang duduk di pangkuan nya.
__ADS_1
“Tidak usah om Abam. Tadi sebelum kesini Kak Shinta dan papa sudah mengajak Akha makan.” Jawab Rakha bijak.
“Oh gitu. Lalu kalian berdua mau minum sesuatu?” Sekarang bertanya pada Arshinta dan Satmaka.
Mereka berdua menggelengkan kepala nya.
“Kami cuma sebentar saja kok kak.” Ucap Arshinta.
“Bagaimana kabar kak Ina? Sudah lama tidak mendengar kabar nya.” Tanya Abraham teringat dengan Ina.
“Baik kok, kemarin aku bertemu dengan nya. Memang saat ini dia sangat sibuk, kalau kak Aditya tidak mengajak nya makan dan menyuruh nya istirahat, pasti kak Ina lupa waktu.” Jawab Arshinta.
“Kak Ina dan Aditya? Apa mereka menjalin hubungan?” Abraham merasa aneh.
“Entah lah. Kalau pun mereka pacaran, aku tidak keberatan, karena mereka juga cocok.” Jawab Arshinta setelah mengangkat bahu nya.
Arshinta dan Satmaka melihat Abraham yang sibuk mengusap kepala Rakha, mereka seperti ingin membicarakan sesuatu yang penting.
“Kak, ada yang ingin aku bicarakan dengan keluarga kita.” Ucap Arshinta.
“Apa itu?” Tanya Abraham masih sibuk dengan Rakha.
Arshinta melihat Satmaka.
__ADS_1
“Nanti kakak juga akan tahu. Maka nya aku mau kita semua berkumpul dulu.” Jawab Arshinta setelah mendapat kode dari Satmaka.