KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 168


__ADS_3

“Loh, kenapa sayang? Marah ya? sama siapa nih Rakha marah nya.” Tanya Arshinta masih bersabar.


Rakha diam kembali menundukkan wajah nya.


“Akha jangan mayah ya. Kata ibu Shinta, kalau kita mayah-mayah, nanti jadi jeyek loh.” Seorang anak perempuan yang masih kecil, sebaya dengan Rakha menghampiri nya.


Rakha masih diam cemberut.


Stella, gadis kecil yang juga di panggil Ela itu masih berusaha menenangkan Rakha yang menundukkan wajah nya. Dia mengusap kepala dan punggung Rakha dengan lembut.


“Oh iya, Ela punya peymen, ini buat Akha. Peymen nya manis loh, dayi papa ku.” Ela mengeluarkan permen dari dalam saku nya.


Rakha yang memang sangat suka dengan permen segera menerima.


“Rakha harus bilang apa?” Arshinta yang sedari memperhatikan mereka berdua.


“Teyima kasih Ela.” Jawab nya masih menundukkan wajah nya.


“Sama-sama Akha, sekayang Akha tidak mayah lagi kan?” Ela ingin melihat wajah Rakha yang menundukkan wajah nya.


Rakha menganggukkan kepala nya, tangan nya sibuk membuka bungkusan permen.


Arshinta tersenyum melihat tingkah anak kecil yang ada di hadapan nya, bukan hanya dia saja, beberapa orang tua yang melihat pun ikut tersenyum.


Satmaka yang baru saja tiba, sempat melihat sebentar adegan anak nya yang lucu itu.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian, kelas pun sudah berakhir. Anak-anak bersiap-siap pulang, di luar kelas juga sudah ada yang menunggu untuk menjemput mereka pulang.


“Papa…” Rakha berlari menghampiri papa nya yang berdiri tidak jauh dari Arshinta.


Hap…


Satmaka jongkok untuk menangkap tubuh putera nya dan menggendong.


“Sudah selesai belajar nya nak?” tanya Satmaka mengusap pipi Rakha.


“Sudah.” Jawab anak itu mengangguk.


Rakha melihat Ela, yang di jemput pengasuh nya.


“Papa, tadi Ela kasih Akha peymen, enak dan manis sekali.” Rakha menunjuk kearah Ela.


“Udah dong.” Jawab nya bangga.


“Bagus, anak pintar.” Satmaka mengusap kepala anak nya.


“Pa, Akha mau beli peymen, nanti mau Akha kasih juga untuk Ela.” Pinta nya membujuk Satmaka.


“Iya sayang, nanti kita beli permen ya.”


Satmaka yang menggendong Rakha melihat Arshinta yang masih berbicara dengan beberapa orang tua murid, di biarkan nya sebentar hingga selesai.

__ADS_1


“Maaf ya, menunggu lama.” Arshinta menghampiri mereka.


“Enggak kok.”


“Kalau begitu, kita makan siang yuk, Rakha juga tadi bilang sudah lapar.” Ajak nya sembari memakai tas kecil nya.


Satmaka mengangguk, masih menggendong Rakha tersenyum dan sepakat dengan Arshinta.


Mereka bertiga yang sebentar lagi akan menjadi satu keluarga itu pun pergi, meninggalkan sekolah dan menuju parkiran.


*************


Abraham dan Bellova juga sudah selesai makan siang, setelah selesai melakukan pembayaran, mereka pun menuju parkiran.


“Kalau begitu kalian hati-hati di jalan ya. Papa dan mama pulang dulu.” Ucap Eva sebelum pulang.


“Iya ma.” Jawab singkat putera nya.


“Lova, nanti kalau ada apa-apa atau perlu sesuatu, hubungi mama, atau Ina dan Arshinta juga tidak apa-apa kok, oke?” Eva tidak lupa pada Bellova.


“Iya ma. Terima kasih ma.” Jawab Bellova yang sudah mulai bisa santai.


Di parkiran mereka sudah berpisah dengan menaiki mobil yang berbeda.


************

__ADS_1


Di perjalanan Abraham melihat jam tangan nya, yang sudah menunjuk ke angka tiga sore.


“Kamu mau pulang langsung atau mau menemaniku ke kantor dulu?” tanya Abraham melirik Bellova.


__ADS_2