KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 22


__ADS_3

Arshinta yang saat ini sedang fokus pada pekerjaan mengenai laporan tentang guru yang bertindak salah. Sesekali dia menggaruk kepala yang tidak gatal. Ruly pun sibuk menyebar lowongan di berbagai sosial media.


Ponsel Arshinta bergetar, hanya saja si pemilik tidak sadar sangkin fokus nya.


DDDRRRTTT…..DDDRRRRTTTTDDD…….


Suara getaran nya terasa di meja tempat berkas-berkas Arshinta.


“Bu Arshinta, ponsel anda bergetar, ada panggilan.” Ruly menyadarkan Arshinta untuk segera mengangkat panggilan.


“Oh iya…..kak Ina menelepon ku.” Jawab nya setelah melihat nama yang memanggil.


“Hallo kak? Ada apa?” tanya Arshinta sambil masih fokus pada laporan nya.


“Dek, kamu gak lupa kan kalau nanti malam ulang tahun papa?” tanya Ina mengingat kan.


BBBRRRAAAGGHHH…..


“Astaga kak…….. aku lupa…….” Teriak Arshinta berdiri dengan menggebrak meja.


Ruly terkejut.


“Hhhmmm…… dasar kau…. Bisa-bisa nya kau lupa ulang tahun papa. Cepat temani aku untuk menjemput kue ulang tahun, aku sudah memesan nya kemarin, tinggal menjemput nya saja.”


“Aku sedang dalam perjalanan untuk menjemput mu, bersiap lah.” Ucap Ina yang memang sedang berjalan keluar ruangan.


“Oke kak, aku akan pergi. Tapi apa kak Abraham juga sudah di beritahukan?” tanya Arshinta yang sibuk bersiap-siap.


“Belum. Ya udah ya, kakak tutup… byyee….”Ina segera menutup panggilan nya.


“Sudah ku duga kalau adik ku ini akan lupa, sama seperti tahun lalu juga begitu…. Tinggal Abraham nih… karena tahun lalu dia juga sama dengan Shinta, sama-sama lupa..” ucap Ina pelan.


**********


Sementara itu di kantor kepolisian di mana tempat Abraham dan Adley yang bertugas.


“Bram, kata ahli forensik, organ dalam korban hilang, dan itu di pastikan di curi. Tubuh mereka di belah dan mengambil nya lalu kembali di jahit lagi.” Adley memberikan laporan.


“Apa kau ingat dengan kejadian sekitar 5 tahun yang lalu? Kasus nya hampir sama dengan yang sekarang?” tanya Adley.


Abraham berpikir sebentar, saat itu dia bertugas di Tangerang, tapi tidak pernah lupa dengan kejadian yang sempat heboh 5 tahun


yang lalu.


“Bahkan ada seorang wanita yang masih hidup, dia adalah salah satu korban penculikan, hanya saja salah satu ginjal nya sudah di ambil. Aneh kan?” Adley mengulang berita yang dulu, Abraham menganggukkan kepala karena dia sudah ingat.


“Sampai saat ini tidak di ketahui di mana wanita itu, masih hidup sampai sekarang atau tidak, soal nya dari pihak keluarga tidak mau


mengusut dan melupakan nya. Wanita itu juga adalah puteri dari pengusaha sukses.” Ucap Adley memberikan informasi.

__ADS_1


“Apa kau tahu siapa nama nya?” tanya Abraham.


“Aku lupa nama nya siapa, aku akan mencari tahu nya dulu, karena……


Abraham mengangkat tangan nya, menandakan agar Adley berhenti bicara, karena Ina sedang melakukan panggilan telpon untuk nya.


“Iya kak Ina, ada apa?” tanya Abraham menjawab panggilan.


“Bram, kamu tahu gak hari ini hari apa?” tanya Ina menguji, apakah Abraham ingat atau tidak.


Abraham berpikir sebentar….


“Hari rabu kak, ada apa?” tanya Abraham dengan polos nya.


“Hhhmmm….. apa kau juga lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahun papa?” tanya Ina setelah menghela nafas.


PPLLLAKKKK……


Abraham menepuk kening nya, karena dia memang lupa.


“Ya ampun kak Ina…… aku benar-benar lupa kalau hari ini adalah ulang tahun papa ya….” Ucap nya mengakui kesalahan.


“Dasar ya…. Kamu sama saja dengan Shinta… sudah lah…. Pokok nya kamu jangan lupa untuk pulang ke rumah kita, mama juga kata nya sudah menyiapkan makan malam. Aku sudah memberitahukan pada Arshinta juga, sekarang aku akan menjemput nya.” Ucap Ina memberitahukan.


“Iya kak, aku pasti akan pulang.” Jawab Abraham.


“Yang benar ya…. Dan jangan sampai terlambat.”


“Kalau begitu aku tutup telepon nya, sampai jumpa.” Ina pun menutup telepon nya.


Abraham kembali meletakkan ponsel ke atas meja.


“Paman Adam ulang tahun ya hari ini?” tanya Adley yang sedikit mendengar.


“Iya, aku benar-benar lupa, bahkan Arshinta pun ternyata lupa juga. Hanya kak Ina yang ingat.” Jawab Abraham.


“Kalau begitu, apa aku bisa ikut? Aku juga kangen dengan paman Adam, dia kan sudah sangat baik sekali pada ku dan yang lain nya, seperti dengan Leo, yang sekarang menjadi ahli forensik. Boleh ya..?” pinta Adley.


“Ya udah kalau begitu. Nanti kita berangkat bareng, sekalian ajak saja si Leo itu. dan suruh dia cuci tangan yang bersih.” Ucap Abraham.


“Hahahahah….. memang nya ada apa dengan nya?” tanya Adley yang sebenar nya sudah tahu maksud Abraham.


“Apa karena dia suka bersentuhan dengan mayat ya?” tanya Adley meledek Abraham.


“Nah…. Itu tahu…”


*******


“Anda mau pulang sekarang bu Arshinta?” tanya Ruly.

__ADS_1


“Iya, papa ku hari ini ulang tahun, dan sebentar lagi kak Ina akan datang menjemputku. Oh ya Rul, tolong itu lowongan nya di percepat ya……. Kalau begitu….. aku pergi dulu.. sampai jumpa besok ya.” Arshinta


mengambil tas dan ponsel nya, mobil yang di pakai, di tinggalkan di sekolah karena akan di jemput Ina.


Arshinta berjalan kedepan, menuju toko kue dekat taman sambil menunggu jemputan Ina.


“Kakak……” seorang bocah laki-laki berlari dan memanggil Arshinta.


“Rakha…..” Arshinta berjongkok sambil merentangkan tangan nya.


Pria kecil itu sekarang sudah berada dalam pelukan Arshinta.


Mereka saling tertawa bersama.


“Kamu sama siapa di sini?” tanya Arshinta.


“Sama papa, tuh dia….” Rakha menunjuk arah Satmaka yang sudah melihat Arshinta lebih dulu.


Arshinta berjalan ke arah Satmaka yang berdiri tidak jauh dari mereka.


“Hai…. Apa kabar?” tanya Arshinta dengan ramah.


“Baik, apa yang kau lakukan di sini? Bukan kah seharus nya kau masih ada di sekolah?” tanya Satmaka.


“Itu juga sih yang ingin aku tanyakan pada mu. Hari ini papa ku akan ulang tahun. Jadi aku harus pulang cepat. Kau bagaimana?” tanya nya setelah menjawab pertanyaan dari Satmaka.


“Pekerjaan ku sudah selesai, paling sisa pekerjaan kecil saja. Dan anak ku sedang ingin bermain ke taman, sekalian aku ajak ke sini.” Jawab Satmaka.


Arshinta mengerti.


Tidak lama kemudian, Ina sudah datang dengan mengemudikan mobil nya.


“Itu kakak ku sudah datang.” Ucap Arshinta yang masih menggendong Rakha.


Ina keluar dari mobil, menghampiri mereka.


“Hai Rakha, hallo Satmaka. Kalian ada di sini?” sapa Ina dengan ramah mengusap kepala Rakha.


“Kakak Ina….” Jawab Rakha tersenyum.


“Hallo juga Ina, aku sedang mengajak Rakha bermain di taman, dan kebetulan ketemu dengan Shinta.” Jawab Satmaka.


“Wah….. berarti kalian jodoh dong, bisa bertemu di sini tanpa sengaja.” Ledek Ina melirik Arshinta.


.


.


.

__ADS_1


Siapa nih, wanita yang 5 tahun yang lalu yang masih selamat?


Jangan lupa Like N vote nya ya....


__ADS_2