
Adley dan Venam beserta beberapa kepolisian menjaga di rumah sakit, di mana Abraham dan Bellova masih berada di sana. Dan anak buah Lucifer juga ikut menjaga, Abraham juga tahu itu. lucifer, dan kelima ketua kelompok Deadly Poison sedang berkumpul di rumahnya, Eva dan Audrey juga ada disana. Awalnya Lucifer menyuruh agar Eva beristirahat di kamarnya, tapi isterinya menolak dengan alasan ingin tahu apa yang akan dilakukan Lucifer.
Arshinta, Rakha berada di rumah Satmaka, karena mereka ingin istirahat dan mengganti pakaian, sudah dua hari mereka tidak mandi dan terus berjaga. Lucifer menyuruh Aris dan beberapa yang lainnya untuk melindungi Arshinta.
Hendra, Zafran dan Sakya bertugas menjaga Ina, yang juga pulang sebentar ke apartemennya.
Narendra, Chandra dan anak buah lainnya menjaga keluarga Bellova di kediaman Abraham.
Semua anak buah Lucifer, Vicky dan Revand di kerahkan untuk menjaga dan bersiap-siap jika ada penyerangan dari Bossa.
Lucifer bisa saja melakukannya sendiri, tapi Vicky dan Revand bersikeras, dengan alasan ingin melindungi keponakan-keponakannya.
“Apa tidak sebaiknya Arshinta dan Ina ada di sini bersama-sama kita?” tanya Vicky.
“Benar Luc, lebih aman dan-
“Sebentar lagi mereka akan datang kesini. Ada keperluan yang sedang mereka lakukan.” Lucifer cepat menjawab.
“Apa kalian tahu siapa saja yang terlibat dengan Bossa?”
“Rock, hanya dia saja, mereka berasal dari Amerika. Mereka menyediakan senjata untuk Bossa.” Jawab Revand yang sudah menyelidiki Bossa dan rekan-rekannya.
__ADS_1
“Tenang saja, Lucifer tidak akan takut. Benar kan kak?” Vicky melirik Lucifer.
“Hm, mau seratus atau seribu Bossa, aku tidak akan takut.” Jawabnya dengan yakin.
“Habisi saja semua, ingat! Bossa bagianku, aku-
“Lucifer.”
Audrey datang memberanikan dirinya untuk ikut bergabung bersama sepupunya.
Semua melihat Audrey yang berani datang walau ketakutan dan ragu-ragu. Hanya Lucifer yang tidak ingin menoleh melihatnya.
“Diamlah! Masuk ke kamarmu!”
“Lucifer dengarkan aku, aku datang untuk membantumu-
Bragh…
Dengan emosi Lucifer memukul meja kaca hingga pecah dan tangannya berdarah.
Eva berdiri, ingin menghentikan darah yang mengalir.
__ADS_1
“Hey nenek, anda sebaiknya pergi!” Revand pun ikut mengusir Audrey.
“Aku.. aku tidak akan pergi sebelum mengatakan ini. Aku tahu kelemahan Bossa… aku-
Audrey berhenti bicara saat sepasang mata Lucifer menatapnya dengan tajam.
“Mata… Bossa memiliki kekuatan di sepasang matanya, apalagi kalau matanya berubah warna menjadi merah. Saat itu… saat itu dia bisa menyuruh orang lain melakukan apapun yang dia inginkan.” Audrey tetap melanjutkan ucapannya dengan sisa keberaniannya.
“Audrey, kamu duduk saja dulu. Coba ceritakan apa yang kamu ketahui tentang nya.” Eva mengajak Audrey untuk duduk bersamanya. Tidak ada yang melarang, di biarkan karena mereka juga ingin mendengar lebih jelas.
“Kalian harus bisa mengeluarkan mata itu, dan menghancurkannya. Selain itu, kakinya yang pincang juga harus kalian potong, karena diantara kaki palsunya ada benda mistis juga untuk disimpan sebagai ‘penjaganya’, dia-
“Hahahahahaha….hahahahha…. apa.. apa-apaan ini, haduw… kau menyuruhku untuk percaya dengan semua omong kosong itu?” tawa Lucifer yang tidak suka mendengar di luar akal itu.
“Aku tidak bohong, karena aku juga sudah melihat dan tanpa sadar melakukan apa yang dia suruh hanya
dengan tatapan matanya melihatku. Kau tahu kan kalau Bossa sering melakukan ritual sesat?”
“Benar sih, aku juga pernah mendengar itu. Bisa saja apa yang dikatakan-
Vicky tidak melanjutkan kalimatnya setelah di tatap Lucifer.
__ADS_1