KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 133


__ADS_3

“Bagaimana dengan pekerjaan kalian? Sudah lama loh kalian tidak datang ke sini.” Tanya Eva membuka obrolan lain.


“Maaf ma. Tapi memang lagi banyak kerjaan. Banyak karyawan yang belagu, suka kerja seenak nya saja.” Jawab Ina.


“Buang saja Ina. Tidak usah pusing memikirkan nya. Di luar sana kan masih banyak yang ingin bekerja.” Ucap Adam merespon ucapan Ina.


“Sudah pa. Ina juga tidak suka dengan mereka yang menyia-nyiakan pekerjaan yang mereka miliki. Tapi Sakya dan Jafran jadi banyak kerjaan. Karena mereka mengurus karyawan baru dan lama.” Ucap Ina lagi.


“Tapi kamu bisa mengatasi nya kan?” Tanya Adam lagi.


“Tentu dong pa, siapa dulu yang mengajarkan ku… papa kan.” Jawab Ina sembari tersenyum.


“Oh ya Adit, bagaimana dengan keadaan orang tua kamu?” Eva bertanya pada Aditya.


“Mereka baik kok tante. Tadi nya mau di ajak kesini, tapi mereka sedang berlibur ke Bali. Mereka hanya titip salam saja.” Jawab Aditya.


Satmaka hanya diam saja, tidak tahu harus berbicara apa. Dia merasa hanya diri nya sendiri yang tidak ada hubungan dengan mereka, hanya kejadian masa kecil saja.

__ADS_1


“Aku dengar adik perempuan mu, Fenara, sudah meninggal beberapa hari yang lalu ya Satmaka?” Adam yang bertanya langsung pada Satmaka.


Pertanyaan Adam membuat semua tatapan pada nya, karena Adam yang mengingatkan kesedihan Satmaka. Padahal Adam hanya ingin mengajak Satmaka berbicara.


“Iya om.” Jawab singkat Satmaka.


“Tidak apa-apa. Mungkin adik mu sudah sangat lelah dengan kehidupan nya yang sekarang. Daripada dia tersiksa dan terikat dengan penyakit dan kesedihan nya.” Ucap Adam lagi meminum kopi.


“Kenapa papa bicara seperti itu?” Bisik Eva di telinga Adam.


Suasana sekilas sepi, mereka takut kalau Satmaka akan salah paham dengan ucapan Adam.


Terdengar suara mobil baru saja berhenti di depan, mereka tahu suara mobil siapa itu.


“Coba tebak, apakah kak Abraham datang sendiri atau berdua.” Ucap Arshinta bermain tebakkan.


“Pasti sendiri lah. Mana pernah Abraham berhubungan dengan lawan jenis.” Tebak Ina.

__ADS_1


“Kita lihat saja nanti.” Balas Arshinta.


Dan yang di tunggu pun sudah datang, Abraham bersamaan dengan Bellova.


Saat Eva dan yang lain nya melihat Bellova datang bersama dengan Abraham, mereka heran dan tentu saja bertanya-tanya. Karena selama ini yang mereka tahu adalah kalau wanita itu adalah pelayan di rumah Abraham.


“Selamat malam semua nya. Maafkan pemuda tampan ini datang terlambat.” Sapa Abraham dengan bangga.


Abraham yang muncul menggandeng tangan Bellova, yang hanya menundukkan wajah nya, gugup.


Abraham memeluk mama dan papa nya. Tatapan Eva menyiratkan butuh penjelasan secepat nya.


“Selamat malam om, tante.” Ucap Bellova, berusaha tersenyum walaupun di dalam diri nya sangat gugup dan takut.


“Kok om dan tante? Mulai sekarang kamu panggil nya, mama dan papa.” Abraham mengingatkan Bellova.


Arshinta dan lain nya terkejut dan membuka mulut nya. Berbeda dengan Adam, dia berusaha tenang walau sebenar nya ikut terkejut.

__ADS_1


Abraham mengajak Bellova untuk duduk di samping nya, dengan menarik tangan Bellova. Keadaan yang sebelum nya ramai, jadi sepi ketika Abraham dan Bellova datang.


Bellova mengepalkan tangan dan menundukkan wajah karena malu, meski sesekali mengangkat wajah dan tersenyum sedikit.


__ADS_2