
Tok..tok..
Seseorang mengetuk pintu ruangan Abraham. Bellova yang berada di dalam, segera membuka nya.
“Selamat siang Nyonya, saya membawakan beberapa kue manis untuk anda.” Salah satu rekan Abraham memberikan makanan manis yang baru saja di beli nya di toko roti.
“Tapi, saya tidak memesan nya.” Jawab Bellova yang masih berdiri di depan pintu.
“Ini pak Abraham yang menyuruh saya. Biar anda tidak bosan. Sebaik nya anda terima saja.” Balas pria itu sambil menawarkan.
Bellova menggaruk pipi nya, bingung, antara menerima atau tidak.
“Baiklah, terima kasih pak.” Balas nya menerima.
“Jangan panggil saya ‘pak’, karena saya hanya bawahan pak Komisaris. Kalau begitu saya permisi dulu.” Setelah mengatakan nya, dia pun segera pergi, memberi salam.
__ADS_1
Bellova yang masih heran, berdiri dengan kue manis di tangan nya.
“Apa ini beneran Abraham yang menyuruh nya?” batin nya.
**********
“Aku dengar, kau cari masalah dengan Lucifer.” Salah satu teman Bossa sedang berbicara pada nya.
“Bukan aku yang cari masalah, tapi orang itu sendiri!” jawab Bossa merasa benar.
“Diam lah! Aku tahu kau itu pengecut, kau takut pada nya kan? Padahal dia juga manusia yang-
“SALAH! Dia iblis! Pemimpin sebelum nya di MaLee saja kalah, padahal dia adalah paman nya, tapi-
“Apa maksud mu? Paman nya?”
__ADS_1
“Benar. Yah walaupun bukan paman kandung nya. Kurasa kau sudah tahu bagaimana Lucifer bisa menjadi bos mafia. Dan sekarang sudah ada dua kelompok di belakang nya, MaLee dan Black Dragon. Isteri nya adalah puteri dari Mahesha Chirathivat, dan adik dari Revand. MaLee juga di pimpin sepupu nya, Vicky. Jadi hentikan rencana gila mu.” Ucap nya memperingati Bossa.
“Sial! Tapi aku tidak bisa kalah begitu saja. Aku yakin pasti aku bisa mengalahkan nya. Apapun cara nya.” Bossa mengepalkan kedua tangan nya.
Pria itu bangkit berdiri setelah menasihati teman satu rekan nya.
“Terserah mu saja. Aku hanya memberitahukan mu. Mungkin kau belum pernah bertemu langsung dengan nya, tapi kalau kau bertemu, tidak akan bisa bersembunyi, dan kematian akan menghampiri mu. Aku bisa selamat, karena berhasil sembunyi dari nya, tapi tidak bisa kau bayangkan betapa aku ingin hidup, dan setiap hembusan napas ku sangat berharga, aku ingin bisa hidup, walau satu kali lagi saja.” Balas nya.
“Di sini aku tidak membela siapapun, aku hanya mengingatkan mu, hentikan semua nya.” Ucap nya sembari melangkah meninggalkan Bossa yang masih duduk.
“Bossa, jangan pernah mengusik keluarga nya, percaya lah, kau tidak akan bisa menahan amarah murka dari iblis itu, sama saja kau memberikan api pada bensin, dan api itu akan membakar mu dan kekuasaan mu. Aku
mengatakan ini karena aku sudah pernah melihat langsung di depan mataku.” Ucapan terakhir dari nya. Lalu pergi.
Bossa terdiam. Antara balas dendam atau berhenti. Karena dia juga takut dengan kematian. Tapi karena merasa dia memiliki banyak kekuatan dan kekuasaan, tapi dia tidak tahu, seberapa luas dan kuat nya Lucifer.
__ADS_1
Selama ini Bossa memang tidak pernah bertemu dengan Lucifer, karena terdengar kabar, siapa yang bertemu dengan nya, berarti dia akan mati, tentu saja itu berlaku untuk musuh-musuh nya.