
Sekitar pukul 9 malam, akhir nya Abraham dan Bellova sudah tiba di kediaman nya. Mobil segera di masukkan ke parkiran. Abraham turun lebih dulu untuk membuka pintu agar Bellova turun juga.
Baru saja ingin membuka pintu nya, Bellova sudah membuka nya sendiri, tanpa tahu maksud kenapa Abraham berdiri di samping nya.
“Ya sudah lah.” Gumam Abraham.
Mereka berdua pun masuk, karena Bellova yang terus berada di belakang Abraham, membuat nya menunggu agar bisa berjalan berdampingan.
Ceklek…
Setelah Abraham membuka pintu, di biarkan Bellova yang lebih dulu masuk, dan dia berada di belakang Bellova.
“Aaaakkhhh….. capek banget. Akhir nya bisa tiduran juga.” Abraham meletakkan tubuh nya di sofa panjang sambil merentangkan tubuh nya.
“Apa… anda membutuhkan sesuatu? Kopi atau..
Abraham melihat nya mengernyitkan dahi.
“Masa kamu nawarin kopi? Kamu mau aku tidak tidur lagi?” Tanya Abraham hanya bercanda saja.
“Bu…bukan..begitu maksud sa…aku.” Bellova menjawab dengan gugup.
“Sudahlah. Kamu istirahat saja, tidak usah melakukan apa-apa dulu, lagi pula ini kan sudah malam.” Abraham bangkit berdiri.
Abraham berjalan ke kamar, meninggalkan Bellova yang masih berdiri bingung di belakang nya.
“Aku harus tidur di mana?” Tanya Bellova dalam hati.
__ADS_1
Abraham tidak tahu apa yang sedang di pikirkan isteri nya itu.
*************
Di markas Shadow, semua nya berkumpul. Bossa sebagai pimpinan terlihat sangat marah sekali. Tatapan nya yang sangat tajam pada Audrey.
“Ada apa? Kenapa kita di kumpulkan?”
“Entah lah, tapi seperti nya Bossa marah, kau lihat saja wajah dan mata nya.”
Gemeretak gigi Bossa terdengar Felix, yang berdiri di samping nya.
Brak…
Pukulan pertama yang di lakukan Bossa di meja tidak jauh dari nya. Semua terkejut, kenapa pimpinan nya melakukan itu.
Felix yang tahu siapa maksud bos nya, segera menarik orang tersebut.
“Awww…aduh… apa yang kau lakukan Felix?” Audrey menahan sakit di tangan nya karena di tarik.
Felix tidak menjawab nya, dia terus membawa Audrey untuk menghadap Bossa.
“Ada apa? Kenapa dia di tarik seperti itu?”
“Seperti nya dia melakukan kesalahan ya?”
Bisik-bisik anak buah Bossa melihat adegan itu.
__ADS_1
Audrey yang tidak tahu ada apa dan apa yang akan terjadi pada nya, terus berjalan dengan di paksa Felix.
Brugh…
Dengan kasar Felix melempar Audrey hingga terjatuh tepat di kaki Bossa.
Wanita yang tidak muda itu merintih kesakitan, dia mengusap pelan kaki dan lutut nya yang tergores luka.
“Tuan Bossa, ada apa? Kenapa saya di perlaku-
Bruughh..
Belum juga Audrey selesai berbicara, Bossa sudah menendang nya dengan keras. Tubuh Audrey bergerak kebelakang karena di tending.
“Sshh…” Rintih Audrey.
Audrey diam melihat Bossa yang menatap nya dengan tajam.
Kedua tangan nya juga sudah di kepalkan di hadapan Audrey. Audrey melihat di sekitar nya yang melihat dengan tatapan kasihan dan penasaran.
“Tuan, ada a-
“Breng**k! berani nya kau pela**r tua. Berani kau memata-mataiku!” Teriak Bossa.
Suara Bossa terdengar sangat keras, menggema dan menakutkan. Anggota nya pun ikut berbisik lagi, saling bertanya dengan kejadian dan ucapan bos nya itu. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, hanya Felix lah yang tahu.
Bossa mendapat informasi tentang Audrey dari Felix, semua nya. Dan sekarang pria yang kejam itu sedang murka dan marah.
__ADS_1