KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 143


__ADS_3

Ceklek…


“Hah?” Audrey terkejut saat pintu kamar nya di buka seseorang. Wajah nya sangat panik hingga berkeringat.


Ternyata yang membukakan pintu itu adalah Abraham, yang baru saja selesai bertemu dengan salah satu sahabat nya, Aditya.


Abraham melihat ada keanehan dari reaksi wanita itu. Sampai dia melihat kebelakang nya.


“Ada apa bu? Apa anda masih merasa sakit lagi?” tanya Abraham berjalan kearah nya.


Audrey menggelengkan kepala nya perlahan, “Ti…tidak..” Jawab nya gugup.


“Kalau aku ingat-ingat, ini adalah pertemuan kedua kita ya bu. Dan kejadian nya hampir sama.” Abraham sudah berdiri di samping ranjang Audrey.


“Apa hubungan anda dengan mereka? Dengan Shadow?” Abraham langsung bertanya ke inti nya.


Pertanyaan yang sulit untuk di jawab Audrey. Dia takut kalau itu membahayakan nyawa nya juga.


“Saya… saya tidak ta-


“Ck, sudah ku bilang kan, jangan berbohong, karena aku tidak suka bu. Apa anda pikir kejadian ini tidak akan terulang lagi? kalau terulang lagi, mungkin nyawa anda tidak ada yang menolong.” Ucap Abraham yang gerah dengan reaksi berbohong.

__ADS_1


Audrey diam menundukkan wajah nya.


“Saya… saya anak ..buah Sha-


“Nah, sudah ku tebak kan. Memang lah daya insting ku itu tidak pernah salah, padahal aku tidak bisa membaca pikiran orang loh, tapi kok benar ya.” Abraham memotong ucapan Audrey. Karena dia sudah mendapatkan jawaban


yang pasti.


“Lalu kenapa dia membunuh mu? Apa karena anda tidak berguna lagi ya bagi nya?”


Audrey menganggukkan kepala perlahan.


“Kasihan sekali anda. Bagaimana kal-


Abraham berhenti bicara karena menerima panggilan telepon.


“Sebentar ya, aku jawab telepon dulu.” Abraham keluar dari kamar untuk menjawab panggilan. Audrey sedikit lega, karena dia bisa sendirian tanpa kejadian menegangkan.


“Ada apa?”


“Pak, ada pengacara dan beberapa orang lain nya yang datang untuk membebaskan anak buah Shadow. Mereka menyangkal kalau mereka adalah anak buah Shadow.” Ucap Ridwan yang menghubungi Abraham.

__ADS_1


Abraham melihat jam di tangan nya.


“Cepat sekali ya pergerakan mereka. Biarkan saja mereka bertemu, tapi jangan tinggalkan mereka. Tetap awasi. Jangan terpancing emosi, berusaha sabar sampai aku tiba.” Suruh Abraham.


“Baik pak.” Jawab Ridwan meski masih ada yang ingin di tanyakan lagi.


Obrolan mereka sudah berakhir, Abraham kembali masuk lagi kedalam ruangan Audrey.


Ceklek…


“Maafkan aku ibu, karena ada urusan yang mendadak, seperti nya obrolan kita harus berhenti dulu sampai di sini. Oh ya, anda jangan keluar atau pergi kemana-mana dulu ya. Itupun kalau anda masih sayang dengan nyawa anda. Nanti aku akan menyuruh beberapa rekan ku untuk menjaga anda di sini.” Ucap Abraham dan langsung pergi setelah Audrey menganggukkan kepala nya.


********


Lucifer sedang berada di ruangan Aditya, mereka berdua sedang mengobrol. Calon mertua dan calon menantu.


“Bagaimana keadaan wanita itu Adit?” tanya Lucifer yang sudah duduk di sofa dengan santai nya.


“Parah, papa Camer. Banyak bekas luka di tubuh tante itu. Dan luka nya juga ada yang masih baru dan ada yang sudah lama hingga membekas. Aku ingin memeriksa luka dalam nya, tapi aku kan harus ada ijin juga dari Abraham, putera kesayangan anda.” Jawab Aditya yang tidak gugup dengan Lucifer, tetap santai, sama seperti Steven yang sering bercanda parah dengan nya dulu.


“Lalu apa kata putera ku mengenai luka nya?” tanya Lucifer setelah berpikir sambil mengetuk jari tangan nya di bagian tangan sofa.

__ADS_1


“Kata nya masih harus di jaga di sini dulu, dan dia tidak boleh pergi. Abraham sekarang sudah kembali ke kantor polisi, seperti nya dia tadi terburu-buru.” Jawab Aditya.


__ADS_2