
Berita tentang rencana balas dendam dari Deadly Poison membuat pihak lawan ketakutan, Bossa si pemimpin dari Shadow. Akhir dari Bossa akan terlihat. Saat ini Bossa sedang memikirkan cara untuk menang, atau paling tidak bisa melarikan diri dari amukan Lucifer.
Walau masih punya banyak anak buah, tapi tidak ada yang lebih berpengalaman di bandingkan yang sudah di tangkap atau di bunuh Lucifer.
“Apa? Kau ingin menyerang Deadly Poison? Apa kau bodoh?”
“Maafkan aku, aku tidak bisa membantumu!”
“Aku tidak bisa memberikan anak buahku padamu, aku tidak mau cari masalah dengan mereka.”
“Urus saja urusanmu Bossa, aku tidak mau terlibat masalah kalian.”
“Wah, bukan kah kau mengatakan kalau kau tidak akan pernah takut kalah?”
Semenjak rencana balas dendam Lucifer sudah tersebar dan terdengar di seluruh penjuru, banyak yang tidak ingin ikut campur, dan memberi bantuan pada Bossa, lawan yang sedang di incar Lucifer. Karena mereka tahu betapa kejamnya lawan Bossa itu.
“Sial! Kemana mereka di saat aku membutuhkan nya?!”
Bossa yang sudah emosi dan tidak tahu harus apa lagi yang akan di lakukannya.
“Baiklah, karena dia sudah menantangku, maka aku akan menyerangnya sampai akhir. Aku yakin aku pasti
__ADS_1
menang, tidak ada yang bisa mengalahkanku, karena aku memiliki kekuatan yang tidak mereka ketahui, hahahahahhaha… benar, itu sudah benar.” Bossa akhirnya menerima tantangan Lucifer, raut wajahnya berubah menjadi kejam, sepasang matanya juga memerah.
Setelah tahu apa yang akan di lakukannya, dia berjalan ke luar kamarnya, menemui anak buahnya.
“Tuan.” Anak buah yang menjaga di depan kamar.
“Kumpulkan semuanya, sekarang!!” teriaknya dengan tegas, suaranya bahkan menjadi lebih berat dan keras.
“Ba…baik tuan.” Jawab anak buahnya dengan gugup, melirik sedikit wajah bos nya yang sudah berubah.
Bossa duduk di kursi besarnya, sambil menunggu anak buah yang akan di kumpulkan.
Tidak lama kemudian, semua anak buah nya sudah datang berkumpul.
“Pasti ini menyangkut dengan penyerangan.”
“Bagaimana ini, aku sangat takut.”
“Benar, lawan kita bukan cuma Lucifer, ada dua kelompok besar lagi yang akan membantunya.”
Anak buah yang nyalinya kecil mulai ketakutan. Mereka juga tahu bagaimana hebatnya Deadly Poison, Black Dragon dan MaLee. Bukan karena mereka ada hubungan keluarga saja, tapi mereka terkenal kejam.
__ADS_1
“Persiapkan diri kalian, karena mulai sekarang kita akan berperang menyerang mereka!” ucap Bossa dengan suara keras.
Terlihat anak buahnya saling melihat rekan dengan wajah ketakutan hingga gemetaran.
“Apa ada yang keberatan? Maju!” Bossa tahu kalau ada yang membicarakannya, meragukan dan ingin mundur dari penyerangan.
Tidak ada yang menjawab.
“Aku tidak akan memaksa kalian, aku akan melepaskan kalian dan tidak menyertakan kalian melawan mereka.”ucapnya lagi dengan nada suara pelan dan lembut.
“Apakah itu benar?”
“Atau itu hanya jebakan?”
“Aku tidak percaya, kare-
Ternyata ada beberapa orang yang maju kedepan, sambil mengangkat tangan.
Bossa tersenyum, bangkit dari duduknya, berdiri di tengah-tengah altar, agar semuanya bisa melihat dirinya.
“Mari, datanglah kesini, aku akan memberikan hadiah terakhir pada kalian yang sudah berjasa dan setia padaku.” Ucapnya merentangkan kedua tangan untuk menyambut mereka yang menyerah.
__ADS_1
Awal nya mereka masih ragu, tapi tubuh mereka bergerak dengan sendirinya, meski memang mereka tidak
ingin ikut menyerang. Satu-persatu mereka maju, menuju tempat Bossa di hadapan yang lainnya.