KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 263


__ADS_3

Karena sudah merasa terancam,Angel pun menuruti perintah pria itu.


Grab…


Setelah sandinya di buka, Denis segera merampas ponsel Angel dan mengutak-ngatiknya.


“Apa yang kau lakukan? Kembalikan ponselku!” pinta Angel berusaha merebut kembali ponselnya.


Denis menangkis agar tidak bisa diambil.


Denis mencoba menghubungi nomornya sendiri dengan menggunakan ponsel Angel, dan terhubung dengan ponselnya di genggaman tangan yang lain.


Denis pun menyimpan nomornya sendiri di ponsel Angel, begitu juga dirinya menyimpan nomor Angel.


“Simpan nomorku, kalau kau mengganti atau memblokirnya, maka aku akan mencari dan memberimu pelajaran.” Ancamnya memberikan ponsel dengan melemparnya ke dada Angel.


Denis bangkit berdiri ingin memakai pakaiannya kembali.


“Aaaaahhhh….. aku harus pergi, kalau kau masih sakit, istirahat saja.” Ucapnya seraya memakai kemeja menatap Angel yang mengabaikannya.


“Jangan khawatir, kita pasti akan bertemu kembali, dan aku akan memuaskanmu lagi di ranjang. Kau mau kan?” godanya mengedipkan mata.


Angel hanya diam, sampai Denis selesai memakai pakaiannya pun Angel tidak menatapnya.

__ADS_1


Tap… Tap… Tap….


Langkah Denis mendekati Angel.


Cup…


Ciuman mendarat di pipinya, dan wanita itu tetap diam tanpa menoleh pada Denis. Pandangannya di alihkan ke sisi lain.


Setelah tersenyum nakal, Denis pun pergi meninggalkan Angel.


“Aaaarrrgghhhh…. Breng**k!!!! …  baji**an!!” teriak Angel setelah Denis menutup pintu. Tentu saja Denis bisa mendengar suara teriakan Angel dan dia hanya tersenyum saja.


“Awas saja! Aku akan memberi pelajaran padamu baji**an!” kutuknya mengepalkan tangan.


“Tuan Lucifer, kami sudah menghancurkan bangunannya, dan rata dengan tanah.” Laporan yang di berikan Aris pada Lucifer.


“Bagus. Berikan mereka tambahan bonus.” Suruh Lucifer lagi.


“Baik tuan.” Sahut Aris.


Mereka mengakhiri obrolannya.


Di lokasi bangunan yang sudah mulai hancur terdengar suara mesin dan kendaraan berat menghancurkan

__ADS_1


sisanya. Aris dan anak buahnya juga menjaga agar tidak ada korban yang terluka, baik karyawan yang disana ataupun warga sekitar dan kendaraan mereka.


Kejadian itu menjadi pusat perhatian banyak orang. Mereka masih memiliki rasa keberanian untuk merekam dan menyaksikan bangunan dari perusahaan kantor berita yang memiliki nama besar itu hancur dan roboh.


Lucifer sengaja memerintahkan itu pada anak buahnya agar kantor berita yang lain bisa berpikir beberapa kali untuk menyinggung dirinya dan anak-anaknya.


************


Dua hari dari hancurnya perusahaan kantor berita XXX, perusahaan sejenisnya pun ikut merasakan kepanikan, sama seperti pemikiran Lucifer. Mereka tidak ingin perusahaan mereka memiliki nasib yang sama dengan perusahaan sebelumnya yang sudah di ‘kerjakan’ Aris.


“Ternyata benar. Komisaris Abraham itu ada hubungannya dengan Lucifer si mafia itu.”


“Kita harus menghentikan berita yang menyinggung mereka.”


“Benar, kalau tidak, si Lucifer itu pasti akan menargetkan kita untuk di hancurkan, saya tidak mau itu terjadi.”


Ocehan dan protes mereka saat rapat pertemuan terdengar jelas tanpa henti. Banyak dari mereka yang sepakat untuk menghentikan berita yang ada hubungan dengan Lucifer dan Abraham.


“Tapi bagaimana dengan investor yang sudah menanamkan modal disini? Mereka sudah memberikan banyak uang untuk kita, dan kalau kita menyerah-


“Justru itu! saya yakin mereka juga pasti sepakat dengan keputusan ini, karena mereka juga pasti tidak ingin rugi.”


“Dan kalian juga tahu kan? Perusahaan yang sudah hancur itu juga memiliki orang besar di belakangnya, dan Lucifer tidak takut untuk menghancurkannya. Apalagi dengan perusahaan ini? Jadi lebih baik kita hentikan beritanya.”

__ADS_1


Begitulah masukan dan saran dari mereka-mereka yang bekerja di kantor berita lainnya. Mereka mengantisipasi agar tidak menjadi korban berikutnya.


__ADS_2