KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 194


__ADS_3

“Hah… berat juga ya.” Satmaka berhasil memindahkan tubuh Abraham keatas sofa.


Di lihat masih memakai seragam yang lengkap, dia berusaha membuka jaket dan sepatu kakak ipar nya itu.


“Apa dia sudah lama pingsan nya? Kemana isteri nya?” gumam nya pelan.


Arshinta yang baru tiba di depan pintu, tanpa basa-basi langsung membuka nya.


“Kakak ipar, kamu ada di-


Arshinta berhenti bicara, saat dia melihat kakak ipar nya juga tergeletak di lantai, dekat tempat tidur.


“Ya ampun… kak Belov..” teriak Arshinta mendekati tubuh Bellova yang juga belum sadar.


“Ada apa? Kenapa Arshinta berteriak?” Satmaka yang mendengar suara Arshinta, segera berlari menuju lantai atas, setelah dia mengurus Abraham.


Tap…tap…tap…


Langkah nya yang begitu cepat agar segera tiba.


“Shinta, kamu ken-


“Ada apa dengan nya?” Satmaka terkejut melihat Bellova yang tidak membuka mata.


“Aku tidak tahu, waktu aku baru masuk, dia sudah begini.” Jawab Arshinta panik yang sudah mengangkat kepala Bellova di dalam pangkuan nya.


“Satmaka, tolong angkat dia ketempat tidur.” Pinta Arshinta yang masih panik.


“Apa tidak apa-apa? Kau tidak akan cemburu kan?”


“Ck, Satmaka, jangan bercanda, ini genting, cepat angkat dia ketempat tidur. Aku akan menghubungi Aditya.” Pinta nya lagi serius.

__ADS_1


“Iya..iya.” Satmaka pun menggendong Bellova, memindahkan nya ke atas tempat tidur, sementara itu Arshinta menghubungi Aditya.


“Ada apa Shin?”


“Dit, kamu segera kesini ya, kak Abraham dan kakak ipar pingsan nih.”


“Pingsan? Kenapa?”


“Sudah jangan banyak tanya! Buruan kesini!” setelah mengatakan itu, Arshinta menutup ponsel nya dan kembali mendekati Bellova yang sudah berbaring di tempat tidur.


“Tangan nya berdarah, seperti nya terkena pecahan kaca yang ada di lantai.” Satmaka menunjukkan telapak tangan Bellova yang terluka dengan darah yang sudah kering.


“Ck, ada apa dengan mereka? Apa mereka bertengkar?”  tanya Arshinta setelah melihat tangan Bellova.


“Tubuh nya juga sangat panas.”


“Abraham juga, aku sudah mengurus nya.” Ucap Aditya.


“Sayang, tubuh kakak mu itu besar, aku tidak bisa. Nanti tunggu datang Aditya, kami akan membawa nya kesini, kamu jangan khawatir ya. Aku akan kebawah menjaga Abraham, kamu di sini saja, kalau Aditya sudah datang, aku akan membawa nya ke sini.”


Arshinta menganggukkan kepala.


Satmaka menutup pintu setelah dia keluar dari kamar. Mereka berbagi tugas, untuk mengurus suami isteri yang pingsan bersamaan.


Arshinta turun dari ranjang untuk mencari handuk kecil, mengompres kening Bellova, dn juga menyelimuti nya.


Tok…tok..tok..


Satmaka segera membuka pintu karena ada yang mengetuk.


“Satmaka, di mana mereka?” tanya Ina yang juga di bawa Aditya.

__ADS_1


“Abraham ada di sini, Bellova ada di kamar nya bersama dengan Arshinta.” Jawab Satmaka menunjuk Abraham.


Ina masuk lebih dulu, melihat keadaan Abraham.


“Kenapa bisa seperti ini?” tanya Aditya yang masih penasaran, Satmaka hanya menggelengkan kepala, karena dia juga tidak tahu.


“Dit, sebaiknya kita bawa saja Abraham kedalam kamar nya, aku tidak bisa kalau hanya sendiri saja, dia berat.” Pinta Satmaka.


“Atau mau tunggu sampai dia sadar?”


“Jangan, kita harus memindahkan nya, kaki nya sangat panjang, pasti sakit karena sofa nya tidak lebih panjang dari tubuh nya.


“Kalau begitu cepat kalian pindahkan. Dit, biar aku yang membawa tas kerja mu.” Ina segera mengambil tas dokter Aditya.


.


.


.


Hallo teman-teman, terima kasih ya sudah masih mau membaca novel saya.


Saya senang juga karena ternyata ada yang masih ingat siapa Leo dan apa pekerjaan nya.


Kenapa sih, harus ada karakter-karakter baru lagi?


Ini sengaja aku buat sebagai pemanis cerita, dan pasti nya juga untuk membantu pekerjaan Abraham, dan mereka juga sebagian sudah ada di SEASION 1, SANG BOS MAFIA JATUH CINTA.


Sengaja juga untuk menambah rasa kecemburuan untuk pasangan mereka nanti, siapa saja yang akan cemburu? nanti pasti kalian tahu.


Jangan lupa Like N Coment nya ya.

__ADS_1


__ADS_2