
STAY HEALTHY AND SAFETY YA, GUYS!
ASAL KALIAN DARIMANA AJA, NIH ?
COBA KOMEN PEMBACA BUDIMANKU!
HAPPY READING, GUYS 📖
JANGAN LUPA TEKAN VOTE ⭐
...×...
...÷...
Sekitar dua jam akhirnya les mereka selesai, dengan Sea yang berusaha keras untuk fokus dan mengenyampingkan debaran mengesalkan itu. Dan seperti janji Samudra yang akan meneraktirnya, keduanya sampai di kedai bakso dan mie ayam pinggir jalan.
Keduanya masuk dan duduk di meja yang kosong, setelah sebelumnya memesan makanan mereka.
" Sam, ngapain makan disini, sih? " Bisik Sea bertanya.
" Gue gak punya uang banyak buat neraktir lo di Restoran mewah dan tenang aja makanan disini jauh lebih enak dari Restoran mewah. " Jawab Samudra.
Ia juga tau makanan disini enak, ia pernah kemari dengan Galaksi. Tapi karena ia harus akting agar Samudra risih dengan sikap manja dan kekanakannya. Ya, ia masih berusaha agar lepas dari Samudra.
Bagiaman dengan taruhan yang Ayahnya buat?
Ia pasti akan memenangkannya, meskipun tidak diajari Samudra. Tapi kakanya juga termasuk murid pintar di sekolahnya, ia bisa meminta bantuan kakaknya.
" Gak usah sok jijik, gue tau kok lo udah sering makan di pinggir jalan. Dan gue tau kalau dari kemarin lo akting sombong dan manja, agar gue benci kan? " Tebak Samudra tepat sasaran.
" Meskipun lo udah manja dari dulu, sih. " Sambungnya pelan, ia takut kalau Sea akan ngambek dengannya lagi.
Sea membulatkan matanya menatap terkejut Samudra.
" Kok lo tau? " Tanya Sea yang menjurus kepengakuan, tapi saat sadar ia langsung memukul mulutnya yang keceplosan.
Samudra langsung terkekeh, lalu menyentil dahi Sea.
" Akting lo payah. " Jawab Samudra masih terkekeh.
Sea meringis dan mengusap dahinya yang kena sentilan Samudra dengan memandang kilat Samudra.
Sialan! Percuma dong gue ngeluarin uang jajan sebulan buat makan di Restoran mahal dan isi makanannya sedikit pula.
" Trus kok lo gak bilang, sih? Lo tau, makan disitu mahal banget, Sat. " Sungut Sea kesal
Samudra menggidikan bahunya tak peduli.
" Lo kan neraktir, jadi ya gue gak bisa nolak. " Ujarnya dengan senyum puas.
Tolong ingatkan Sea untuk melakukan balas dendam.
Now is the time!
" Pak, saya nambah bakso uratnya dua porsi, ditambahin dua bakso jumbonya. " Dengan sedikit teriak untuk memesan makanan lagi.
" Siap, mbk. " Jawab bapak penjualnya.
Samudra langsung melongo menatap Sea yang tersenyum kemenangan.
Rasain!
Tak lama pesanan mereka datang dan memenuhi meja makan mereka, Samudra menelan ludahnya sendiri saat melihat pesanan Sea yang banyak. Bukan perkara bayarnya, tapi apa gadis itu bisa menghabiskannya?. Terbiasa melihat menu makan sehat Sea, ia jadi kaget saat Sea memakan makanan bisa dibilang tidak sehat dan sebanyak ini.
" L-lo yakin habis? Gue gak mau ya kalau nanti lo suruh ngehabisin. " Hardik Samudra mengingatkan yang dibalas acungan jempol Sea karena gadis tersebut terlaku fokus dengan makanannya.
Meskipun seperti itu, Samudra mengulum senyum tulusnya melihat Sea yang lebih hidup saat makan-makanan seperti ini. Dibanding menu makan sehat yang biasa dia makan.
" Kenapa gak dimakan? Atau mau lo hibahin ke gue? " Tanya Sea yang siap mengambil semangkuk bakso milik Samudra, tapi dengan cepat pria tersebut melindungi baksonya.
" Gak ada hibah-hibahan! Ini bagian gue. " Sungut Samudra, lalu memakan baksonya.
Sea hanya mendengus lalu lanjut memakan baksonya.
Tak ada pembicaraan selanjutnya diantara mereka karena asik dengan makanannya, meskipun sesekali Samudra akan melihat Sea. Sampai semangkuk bakso milik-nya habis dan makanan Sea yang juga mau habis.
" Aduh-, kenyang gue, sampai ngerasa perut gue akan meledak. " Keluh Sea selesai makan sambil mengelus perutnya yang sedikit buncit karena kekenyangan.
Samudra mendengus, " Lo udah habisin 3 porsi bakso dan 2 bakso yang jumbo. Kalau perut lo gak meledak sekarang, itu karena gue masih baik. "
__ADS_1
Sea melambaikan tangan tak peduli. " Tapi Thank's ya, udah neraktir. " Ucapnya tulus.
" Hem-, Lagian gue juga senang karena hari ini lo lebih terlihat manusiawi. " Ujar Samudra membuat dahi Sea berkerut bingung.
" Emang kemarin-kemarin gue gak manusiawi? "
Samudra menggeleng, " Kemarin-kemarin lo lebih mirip kambingawi. "
Sea tampak berfikir, lalu menatap sebal Samudra saat tau jawabannya.
" Mana ada kambing se cantik gue?! " Sungutnya membuat Samudra tertawa ringan.
" Emang gak ada, kan baru lo. Limited edition itu. " Sahut Samudra dengan tergelak.
Astaga, ketawa aja makin manis.
Sea langsung menggeleng cepat, untuk memusnahkan pemikirannya tadi.
Gak, gak boleh!
" Hem-, Emang, sih. Gue juga baru pertama kali setelah sebulanan gak makan sesuai kemauan gue. " Ujarnya lemah tapi dengan senyum merekah.
" Terus kenapa lo netap di balet? Bukannya mereka mengharuskan balerina punya tubuh ramping? " Tanya Samudra sambil meminum es teh-nya karena tenggorokannya kering.
Sea menopang dagunya dan menatap menerawang jalanan yang ada di luar.
" Kayak lo suka sama orang, lo bakal berusaha buat dapetin dia. Meskipun banyak rintangan dan bahkan orang yang lo suka nyakitin lo, lo tetap suka sama dia dan bahkan lo makin bertekad untuk dapetin dia. Seperti itulah gue yang suka balet dan bakal berusaha buat dapetin dia. " Tuturnya.
" Lo gak lagi cerita suka sama gue, kan? " Tuding Samudra dengan tingkat kepercayaan diri di luar rata-rata.
Sea menatap tajam Samudra dan berdecak, " Itu perumpamaan, sat. Lagian percaya diri banget lo! " Tukasnya.
" Ya, kan siapa tau aja. "
" Mending lo bayar, gih. Udah mau malam, gue malas kalau dikira lagi kencan sama lo. " Suruhnya sedikit sarkas.
" Kasar! Pantesan lo gak punya pacar. " Ejek Samudra lalu beranjak pergi untuk membayar.
" Dih-, Dirinya sendiri juga gak punya pacar karena kasar gitu! " Gerutu Sea tak terima.
🐣
" Ahhh-, "
Sea memegang erat bulpen-nya seolah akan mematahkannya, tapi kembali menghela nafas panjang untuk meredam amarahnya dan kembali mengerjakan PR matematika yang tenggatnya masih dua hari. Tapi karena ia berusaha rajin, jadi ia kerjakan.
Ia tidak tau apa yang dilakukan ketiga laki-laki tidak tau malu itu di kamar Abangnya yang tepat ada di sebelahnya.
" Dia terbang, Ahh-, "
Lagi.
Ia tidak bisa menahannya.
" Bakal gue bunuh mereka sekarang! " Sungutnya lalu berdiri untuk pergi ke kamar Abangnya.
" Se, sabar! Mungkin mereka lagi nonton film horor. " Tahan Samudra.
Suara teriakan kembali berbunyi, Sea tidak bisa menolerin. Ia ingin belajar dengan tenang, apakah tidak bisa mereka diam?!
" Tamatlah riwayat kalian. " Gumam Sean sambil menghembuskan nafas panjang, lalu mengikuti Sea pergi.
Sea langsung membuka pintu dengan keras dan langsung terkejut saat ketiga temannya berdiri di atas kasur, Dengan Galaksi yang di gendong belakang Kenneth.
" K-kalian ngapain? " Tanya Sea masih terkejut.
" Dia dibawah lo. " Teriak Ken sambil menunjuk bawah kaki Sea.
Sea menunduk dan menemukan seekor kecoak berada di dekat kakinya dan satunya lagi di dekat kasur, langsung saja ia terlonjak kaget dan pergi ikut bergabung yang lain menyelamatkan diri.
" Ng-ngapain Abang ikut kesini? " Tanya Sea melihat Sean yang ikut kabur dan berlindung di belakang tubuh Sean.
Baiklah tanpa perlu mendengar jawaban, ia sudah bisa mengerti melihat bagaimana ekspresi Sean sekarang.
" Lak, turun lo! Usir kecoaknya. " Suruh Sea.
" Enggak, gue takut. " Tolaknya.
" Yan? " Panggilnya sambil menatap tajam Rian.
__ADS_1
" Gue apalagi. "
" Bang Ke, lo paling kekar disini. Turun, gih! " Suruh Sea lagi.
" Heh! Kalau soal kecok, gak memandang kekar atau enggaknya. Lo aja! " Tolak Ken.
Sea berdecak, " Masa gue yang turun? "
Ketiganya langsung pergi ke belakang Sean dan seterusnya, sampai membentuk barisan rapih.
" Lo aja. " Suruh Ken lagi.
Sea ternganga, " Gue cewek lo. " Serunya mengingatkan.
" Kita percaya sama kamu, kok. " Ujar Sean dengan penuh keyakinan.
Ingatkan Sea untuk memukul saudara dan temannya ini.
Keesokan harinya di lorong Sekolah menuju kelas, tiga orang yang saling berteman ini kembali mempeributkan kejadian semalam.
" Lagian itu kecoak gak ada akhlak, kamar sebersih itu masih di tempatin. " Sungut Rian.
" Mereka muncul dari tas laknat lo, sat! " Kesal Galaksi. Bayangkan kalian membuka tas dan tiba-tiba muncul kecoak, ya kaget lah dia.
" Lagian lo habis masukin apa, sih, sampai kecoak masuk?! " Tanya Sea yang masih dongkol karena ia sampai jatuh didorong yang lain saat berusaha mencapai pintu untuk memanggil pelayannya.
Rian menggidikan bahunya tak tahu, lalu menatap menanyakan jawaban ke Galaksi.
" Ya, mana gue tau Setan! " Ketus Galaksi.
" Pokoknya kejadian kemarin jangan sampai ada orang lain yang tau, Followers gue banyak. Nanti kalau mereka ngira gue gak manly gimana? " Tukas Rian.
" Followers beli aja pakai jaga citra. " Sahut Sea mengejek.
" Mulut lo mau gue jahit pakai gaya apa? " Sungut Rian.
" Serah, gue sibuk! " Ketusnya lalu belok ke kantin untuk membeli susu kotak rasa coklat.
" Gue gak sabar banget lihat si Samudra tanding lagi. "
Samudra?
Seolah ada magnet, Sea diam-diam mendekat agar bisa mendengar lebih jelas pembicaraan dua gadis itu.
" Hem-, gue juga. Dia kalau main bikin hati jejeritan, njritt. "
Dih-, Alay!
" Kalau bukan karena dia anak beasiswa, udah pasti fans-nya segunung dan yang suka sama dia bakal terang-terangan sukanya. " Yang diangguki yang lain lalu keduanya pergi dari Kantin.
Kalau yang ganteng, memang ia pun mengakui fakta itu.
Samudra mau tanding? Jadi dia gak ngajar les untuk sementara dong.
Eh? Apaan ini? Kok gue malah ngerasa sedih, sih. Kan seharusnya senang.
" Dia udah sering bantuin gue, gue harus ngasih support ke dia. " Gumamnya lalu tersenyum puas atas pemikiran brilian-nya, ia pergi ke kelas setelah membeli susu coklat.
Karena ujian kenaikan kelas tinggal 20 hari lagi, agar ia bisa memenuhi targetnya. Ia pergi ke Kelas Sean untuk meminta diajarin pelajaran yang belum ia pahami dan kuasai.
" Se, mata gue kok rasanya cenat-cenut ya ngelihat lo belajar gini? " Tukas Ken yang belum terbiasa melihat Sea memegang buku.
" Bang, dia ngejek, Se. " Aduhnya dengan memasang muka sedih ke Sean.
Sean menatap tajam Ken, " Mata lo buta kali, periksain gih!. "
Sea terkekeh karena ucapan menohok Sean.
" Wlekk-, " Ejeknya dengan memeletkan lidahnya dibalas dengusan Ken lalu pergi dari kelas daripada harus berurusan dengan pelajaran lagi.
...©©©©©©©©©...
...UDAH TEKAN TOMBOL VOTE-NYA BELUM? ...
...GIH TEKAN, AKU TUNGGUIN!...
...THANK'S FOR READING GUYS ❤...
...JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL VOTE!...
__ADS_1
...LALU TULISKAN KRITIK DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR!...
...SEE YOU NEXT CHAPTER 🖐🏻...