KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 221


__ADS_3

“Sayang, bagaimana keadaan menantu kita?” tanya Lucifer yang baru datang dari belakang.


Semua melihat Lucifer, penampilannya yang tidak rapi, acak-acakkan.


“Masa kritis sudah lewat, hanya menunggunya bangun. Di dalam ada Abraham yang menjaga.” Jawab Eva


menyambut suaminya.


“Baguslah kalau begitu. Apa keluarga Bellova juga sudah di jaga?”


“Sudah tuan Lucifer, Sakya masih ada disana.” Sahut Zafran.


“Sayang, apa kau sudah tahu siapa yang melakukan ini?” tanya Eva yang sudah sangat penasaran.


Suaminya menganggukkan kepala.


“Siapa dia? Cepat katakan, aku ingin menghajarnya.” Desak Revand.


Lucifer melihat Revand yang sudah berambisi untuk menghabisi si pengacau.


“Kalau yang menembak menantuku adalah suruhan wanita yang cemburu pada Abraham, tapi kami juga


menangkap anak buah Shadow.” Jawab Lucifer.


“Apa? Anak buah Shadow? Tapi untungnya sih mereka tidak berhasil membuat kekacauan ya,” Revand mengelus dada.

__ADS_1


“Memang sih, tapi Narendra dan Miranda juga menemukan senjata dan bom di sekitar gedung, syukurnya mereka bisa ‘membersihkannya’ dengan cepat.”


“Berani sekali mereka, lalu apa kau akan melepaskan mereka begitu saja?” tanya Stev, pertanyaannya mewakili yang lainnya.


Ujung bibir Lucifer naik, tersenyum sinis.


“Siapa bilang? Sudah waktunya aku harus menghentikan nya.”


“Benar, si Bossa itu harus di habisi saja, kau ingat kan, waktu kecil dia sudah berani menculik puteri cantikmu, Arshinta. Jadi, apa rencana mu?” tanya Revand, memancing emosi Lucifer.


Pancingan Revand berhasil, tangannya di kepal, dan wajah nya juga serius dan tajam, bagi orang asing yang melihat akan ketakutan melihat tatapan Lucifer.


“Aku akan membantumu, kita cincang atau kita bakar, terserah kau mau bagaimana-


“Jangan lupakan aku, aku juga akan membantumu kak. Menangkap satu orang itu tidak sulit kok-


Suasana hening…


“Ehem, sebaiknya Mama pulang dulu, biar kami yang jaga di sini.” Aditya memecah keheningan.


Lucifer mengerti maksud Aditya, agar Eva tidak merasa ngeri mendengar rencana pembalasannya.


“Tapi sebelumnya aku ingin bertemu dengan Abraham dan Bellova dulu, sekalian pamit padanya.” Pinta Eva.


“Papa juga akan ikut masuk bersamamu.” Lucifer mengajak Eva masuk kedalam kamar Bellova di rawat.

__ADS_1


Tinggallah Vicky dan Revand beserta yang lainnya.


“Apa kau tahu, siapa wanita yang cemburu itu?” Revand melirik Arshinta yang menggelengkan kepala, karena tidak tahu.


“Kalian hebat kan? Jadi cari tahu sendiri saja. Tidak susah kan?” ledek Lisna melirik Revand dan Vicky.


**********


Keluarga Bellova sudah berada di rumah Abraham, mereka masih panik dan bertanya-tanya tentang keadaan puterinya. Sakya dan beberapa anak buah Lucifer juga sudah berada disana untuk menjaga dan melindungi mereka.


“Tuan Sakya, bagaimana dengan puteri kami?”


“Apa dia baik-baik saja?”


“Om, kakak kami tidak mati kan?”


“Om kok diam saja.”


“Aduh, kalian tenang dan diamlah dulu. Pertanyaan kalian banyak sekali, dan bersamaan lagi.” Sakya menggaruk kepala karena bingung.


“Nona Bellova sudah melewati masa kritisnya, dan sekarang masih di bawah efek obat bius. Kalian tidak usah khawatir, banyak yang menjaganya disana.” Sakya menenangkan mereka.


“Tapi… siapa yang melakukan itu. kenapa?” Ibu Bellova menangis tersedu.


“Saya juga tidak tahu, saat ini mereka sedang mengejar dan melacak tersangkanya. Kalian istirahat saja di sini, jangan takut, karena saya dan anak buah lainnya ada di sini.”

__ADS_1


“Anak buah? Anak buah siapa? Kenapa ada anak buah?” Tanya Ayah Bellova yang tidak mengerti maksud ‘anak buah’ itu.


__ADS_2