
Abraham melihat wajah Dino dan Sandra yang cemberut, dia berusaha memberi penjelasan lagi pada mereka yang usianya berbeda jauh.
“Kakak janji pada kalian. Setelah kalian naik kelas, kalian akan pindah ke Jakarta, tinggal disini selama yang kalian inginkan. Kalau kalian pindah sekarang, pasti akan kesulitan untuk mengikuti pelajaran nya, dan tanggung juga kan?” Abraham dengan sabar membujuk mereka.
“Berarti, habis kak Bellova menikah, kami akan pulang ke kampung lagi?” tanya Dino mengangkat wajahnya.
“Iya dong Dino, kalian kan sedang ijin tidak masuk sekolah karena acara kakak kalian. Kalau menambahkan hari liburnya, kalian akan ketinggalan pelajaran.” Ucap Ayahnya.
“Kan hanya tinggal beberapa bulan lagi, jadi sabar ya.” bujuk Abraham lagi.
Dino dan Sandra menganggukkan kepala, walau mereka masih cemberut.
“Nanti kalian bisa memilih sendiri kamarnya, semua sudah dibersihkan kok. Kalau ada yang kalian inginkan lagi, bisa mengatakan padaku atau pada puteri kalian.” ucap Abraham berdiri.
“Oh ya, nanti kedua orang tua dan saudaraku akan datang kesini, sekalian aku akan memperkenalkan kalian pada mereka. Kita akan makan malam bersama.” Abraham memberitahukan bahwa keluarganya akan datang.
Ayah dan Ibu sontak kaget, mereka ragu dan khawatir.
__ADS_1
“Tidak usah khawatir, mereka tidak galak dan tidak menggigit kok, apalagi papaku, wajahnya memang garang, tapi percayalah, hati nya sangat lembut.” Ucap Abrahm yang seperti tahu apa yang ada dalam pikiran keluarga isterinya.
Mereka mengangguk bersamaan.
“Aku akan kembali ke kantor dulu, sebelum makan malam aku sudah kembali.”
“Lov, untuk makan malamnya kamu bisa memesan dari restaurant atau dari Monik. Masakan Monik juga enak kok.” Abraham menawarkannya agar Bellova tidak khawatir dengan persiapan.
“Bram, bagaimana kalau aku saja yang memasak makan malamnya?” Bellova meminta untuk memasak sendiri.
“Ibu juga akan membantu masak makan malam. Masakan ibu juga tidak kalah enak nya kok. Di jamin.” Ucap Ibu mertua dengan bangga, mengangkat jempol tangannya untuk meyakinkan menantunya.
“Tidak kok, kami tidak lelah.”
“Ya sudah, ada pekerjaan penting di kantor, aku pergi dulu. Love, hubungi aku kalau kau membutuhkan sesuatu.” Abraham melihat Bellova, dan isterinya mengangguk mengerti.
Abraham pun pergi, meninggalkan Bellova beserta keluarganya.
__ADS_1
“Bell, bagaimana keadaan mu disini? Apa kau nyaman tinggal dengannya?” tanya Ibunya setelah menantunya pergi.
Bellova melihat Ibu dan Ayah nya yang juga penasaran.
“Jangan khawatir Yah, Bu. Abraham sangat baik dan perhatian.” Jawab nya dengan bangga.
Keluarga itu saling bercerita dan melepas rindu. Orang tuanya sangat khawatir dengan puterinya setelah menikah dengan Abraham. Sedikit ragu melepas puterinya menikah dengan Abraham, yang jauh berbeda dengan mereka.
**********
Karena hari ini, mereka akan bertemu pertama kali. Baik dari Eva dan orang tua Bellova, semuanya sedang sibuk sekarang. Dua saudara Abraham juga bersiap-siap untuk datang kerumah Abraham.
Waktu pertemuan adalah pukul 7 malam, tapi Eva ingin datang di jam 4 sore, tidak lama setelah Abraham
berangkat lagi ke kantor. Alasannya adalah ingin membantu menantunya untuk menyiapkan makan malam, bukan tidak percaya pada masakan menantunya, tapi karena dia juga sangat suka memasak.
“Papa, apa sudah siap? Ini sudah sore banget loh.” Eva melihat jam tangan nya.
__ADS_1
“Sudah. Ayo.” Adam baru saja turun dari tangga menyusul isterinya yang sudah menunggunya di bawah.