KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 64


__ADS_3

“Di sini kan?” tanya Adley, berhenti di depan rumah yang besar berwarna putih.


“Iya, apa kau mau minum kop…


“Cepat turun!” suruh Adley, dia menolak permintaan Monic yang sudah bisa di tebak nya.


Monica juga tidak bisa berbicara lagi, karena sudah terlalu lelah juga, jadi dia diam mengalah dan langsung turun dari mobil sendiri.


“Terima kasih ya makanan nya, akan aku makan sam….


Belum selesai bicara, Adley sudah memundurkan mobil nya untuk segera pergi. Untung saja Monic cepat bergerak agar tidak terinjak ban kaki nya. Dia melambaikan tangan, Adley hanya melihat sekilas dari balik kaca


spion nya.


Monic yang masih berdiri dengan semua makanan yang seharus nya untuk kekasih Adley, akhir nya di berikan pada nya.


“Nona Monic, anda dari mana saja? Kenapa supir pulang sendiri.” Seorang pelayan wanita menghampiri Monic, yang keluar dari rumah.


“Apa mama dan papa sudah pulang?” tanya nya berbalik menghadap pelayan nya.


Pelayan itu ragu menjawab, “Sudah nona, tapi mereka pergi lagi, tuan ke Surabaya dan nyonya ke Bali.” Jawab nya.


Jawaban dari pelayan nya membuat wajah nya murung lagi.


“Bi, tolong taruh ini di piring, habis mandi aku akan makan ini.” Pinta nya, lalu berjalan dengan langkah lelah ke dalam rumah.


Si bibi menerima, dia bisa melihat betapa sedih nya anak dari majikan nya itu.


“Setiap hari seperti ini, tidak pernah bertemu, sekali nya bertemu hanya beberapa menit, pergi lagi….hah….sebenar nya aku ini di anggap


apa?” gumam Monic, berjalan di tangga.


“Apa mereka tahu keadaan ku sekarang? Atau mereka sudah lupa punya anak? Sudah semalam ini, apa mereka tidak khawatir aku sudah di rumah atau belum? Papa kesana… mama ke sana…jangan-jangan mereka sebenar nya sudah punya selingkuhan masing-masing…” gumam nya lagi, langkah nya sangat lemah, berjalan menunduk kan bahu, yang biasa nya berdiri dengan tegak.


***********


“Ada apa kita di kumpulkan semua di sini?” tanya seorang pria pada rekan nya.


“Aku tidak tahu, aku di hubungi mendadak.” Jawab rekan nya.


Saat ini semua anggota dan anak buah dari Deadly Poison sedang berkumpul, Aris dan Hendra di tugaskan untuk mengumpulkan semua, tanpa terkecuali, bahkan Miranda, Narendra dan Andreas juga di suruh datang, untuk yang di luar negeri, Singapura juga, dengan di ketuai Ceons.


Ruangan itu menjadi penuh dan ramai, mereka bertanya-tanya, ada apa dengan kenapa mereka di kumpulkan.

__ADS_1


“Tidak pernah kita di kumpulkan dari semua anggota, apa menurut mu ini ada info penting?” tanya teman nya.


“Bukan tidak pernah, tapi ini sudah ke tiga kali kita di kumpulkan lengkap seperti ini. Menurut ku tuan Lucifer pasti sedang marah. Dan ingin


bertanya sesuatu pada kita.” Jawab rekan nya.


Mereka terus berpendapat dan berkomentar, sementara Lucifer belum tiba.


Pintu terbuka lagi, ada yang akan masuk, dan itu adalah Lucifer dengan Aris dan Hendra yang mengikuti dari belakang.


“Wah, tuan Lucifer masih sama seperti dulu ya, tidak terlihat tua seperti kita.” Salah satu dari mereka berkomentar.


“Iya, kau benar, tapi… ada apa dengan wajah nya itu, seperti nya dia sedang marah…apa mungkin di antara kita…..


“Kalaupun ada, pasti tuan Lucifer tahu itu. Daya insting penciuman pengkhianatan nya kan tajam. Jadi kita tenang saja.” Jawab rekan nya.


Lucifer duduk di kursi singgasana nya, semua anggota dan anak buah nya sudah berkumpul, duduk teratur di kursi yang berhadapan dengan


Lucifer, dan keadaan juga menjadi diam sunyi.


Tik…Tik…Tik…Tik…


Ketukan jari Lucifer di atas pegangan kursi sambil menatap satu persatu anggota nya.


Pemimpin dari kelompok duduk di barisan paling depan.


“Apa kalian sudah tahu kenapa aku mengumpulkan kalian?” tanya nya dengan penekanan.


Mereka saling melihat, belum berani menjawab karena masih ragu.


“Semua nya sudah ada di sini? Dan di mana supir-supir kalian?” tanya Lucifer.


“Mereka ada di luar tuan.” Jawab mereka bergiliran.


“Suruh mereka masuk, semua nya suruh masuk!” suruh Lucifer tegas.


Mereka pun melakukan nya, walaupun penasaran apa alasan nya.


Lucifer tidak berbicara lagi, sebelum semua nya lengkap. Dia terus diam sambil menatap anggota yang duduk di depan nya.


Beberapa saat kemudian semua nya masuk, keadaan sempat riuh dan berisik, mereka bertanya pada majikan nya, kenapa mereka ikut masuk, tidak seperti biasa nya. Majikan mereka menyuruh agar mereka diam dan tidak berisik, tidak mau kalau bos besar terganggu.


Ujung bibir Lucifer tersenyum saat melihat salah satu di antara mereka, Miranda, Narendra dan Andreas mengerti apa maksud dari senyuman Lucifer.

__ADS_1


“Baik lah… karena semua nya  sudah ada di sini…. Aku akan katakan apa alasan ku mengumpulkan kalian semua.” Lucifer berdiri, turun dari kursi nya dan berjalan pelan menghampiri anak buah nya.


Setiap langkah Lucifer membuat jantung mereka berdetak dengan cepat, panik dan gugup.


“Untuk kelompok Stone dan Sky, aku akan memutuskan siapa yang akan menggantikan Baron dan James yang sudah mati karena kebodohan nya.” Ucap Lucifer sambil terus melangkah.


Mereka terkejut, walau mereka berbisik, Lucifer bisa tahu apa yang mereka katakan.


“Candra, kau sekarang di Sky, Thomas kau di Stone.” Dua nama keluar dari mulut nya, dua orang itu terlihat senang dan bahagia. Ada juga yang wajah nya cemberut.


Tap….


Langkah nya berhenti di tengah-tengah barisan kursi anggota nya, di saat itu lah semua anggota merasa panik, karena mereka tahu apa yang akan terjadi selanjut nya.


“Narendra!” Lucifer menyebut nama ketua anggota nya.


Semua tertuju pada Narendra, yang empunya nama juga terkejut.


“Iya…tuan..” jawab nya berdiri.


“Salah satu anggota mu, Galih…. Memiliki supir, nama nya Bondan kan?” tanya nya, padahal Galih dan Bondan ada di situ, tapi Lucifer


sengaja bertanya pada Narendra.


“Benar tuan…” jawab Narendra, melihat dua orang yang di sebutkan Lucifer.


“Aku mau kau keluarkan kedua mata dan lidah dari mereka berdua, Galih dan Bondan …… sekarang!” suruh nya tegas. Suasana menjadi


berisik, mereka tidak menyangka, kalau dua nama itu berani menyinggung Lucifer.


“Tuan, maafkan saya, tolong beritahu pada saya, kesalahan apa yang telah saya perbuat..” Galih berdiri dan mendekati Lucifer.


“Hhhheemmm…. Kau bertanya seperti itu karena tidak tahu atau….


“Saya benar-benar tidak tahu dan….


Lucifer melayangkan tinju nya tepat di wajah Galih, hingga dia tersungkur jatuh.


“Kenapa masih belum di lakukan Narendra? Kalau aku yang harus turun tangan, itu arti nya kau juga akan kehilangan salah satu anggota


tubuh mu.” Ucap Lucifer dengan serius dan tegas.


Semua menjadi takut dan menegangkan.

__ADS_1


__ADS_2