KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 122


__ADS_3

Bellova sudah terbangun karena mendengar suara air dari kamar mandi. Dia yang tidak tahu kalau semalaman dia tidur di samping Abraham, di tempat tidur kamar nya.


“Aku di mana?” Tanya nya dengan cepat mengubah posisi nya menjadi duduk di atas ranjang, karena terkejut. Di lihat sekitar nya.


“Aku di kamar pak Abraham?” Gumam nya.


Ceklek..


“Sudah bangun?” Abraham baru keluar dari kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang segar, masih basah karena habis mandi walaupun sudah memakai handuk.


Bellova merasa salah tingkah, apalagi Abraham yang hanya memakai handuk sepinggang saja. Dia memalingkan wajah nya, tidak berani melihat Abraham yang berdiri di depan nya.


Abraham melirik nya dan tersenyum kecil sembari menggelengkan kepala nya saat membuka lemari pakaian.


“Isteri ku, tolong buatkan sarapan dong buat suami mu ini.” Pinta Abraham sembari meledek Bellova yang mengalihkan wajah nya.


“Ah..i..iya,” Jawab Bellova dengan cepat sambil turun dari ranjang.


“Ppftt..” Abraham menahan tawa.

__ADS_1


Merasa lucu melihat Bellova yang gugup dan terburu-buru keluar dari kamar nya.


************


“Mereka memakan umpan kita?” Tanya Lucifer yang sedang mengadakan pertemuan dengan dua anak buah nya, Aris dan Hendra.


“Benar tuan. Tapi apa ini tidak apa-apa? Bagaimana kalau mereka tahu hubungan anda dengan tuan muda Abraham?” Tanya Aris khawatir.


“Bukan cuma tuan Abraham, tapi nona Arshinta dan nona Ina juga.” Ucap Hendra yang duduk di samping Aris.


Lucifer meletakkan gelas kopi nya di atas meja.


melihat Aris dan Hendra.


Aris dan Hendra senang karena masih di beri kepercayaan dari tuan nya.


“Tentu saja tuan, kami akan menjaga tuan muda dengan nyawa kami.” Jawab Aris.


“Tidak perlu sampai mengorbankan nyawa kalian. Kalian juga kan sudah punya keluarga masing-masing, jangan sampai mereka sedih dengan ucapan kalian itu.” Ucap Lucifer tenang.

__ADS_1


“Oh ya tuan, tuan muda Abraham sudah berada di Jakarta, tapi dia datang bersama dengan wanita yang dulu pernah di bawa nya kesini, kalau tidak salah pelayan nya. Dan seperti nya hari ini tuan muda akan berangkat kerja.” Ucap Hendra memberikan informasi lain.


Lucifer hanya merespon dengan menganggukkan kepala nya saja. Seperti biasa, Lucifer sangat tenang dan santai bersikap. Walaupun anak-anak nya sudah dewasa dan semua nya juga belajar bela diri, menggunakan senjata dan


panah, tapi di mata nya, tiga anak nya itu masih lah anak-anak kecil yang harus terus di lindungi dan di awasi, walaupun mereka bertiga tidak mau, tapi Lucifer selalu menyuruh anak buah nya untuk menjaga dari belakang. Eva pun mendukung tindakan Lucifer.


Mengenai Audrey, Lucifer atau Vicky tidak ada yang tahu tentang keberadaan nya. Mereka bahkan tidak tahu apakah sepupu mereka itu masih hidup atau sudah mati. Bisa di bilang mereka lupa pada sosok Audrey. Karena


saat Marcel, papa Audrey di tangkap, Audrey melarikan diri seorang diri.


***********


“Kak Ina, kak Abraham sudah berada di Jakarta. Tadi malam dia memberitahukan pada ku.” Arshinta menghubungi Ina melalui ponsel nya.


“Oh ya? Bagus dong. Kalau begitu ayo kita berkumpul. Aku juga sangat rindu pada kalian loh. Sibuk banget sampai lupa dengan ku.” Jawab Ina.


“Oke, tapi kita kerumah mama dan papa ya, sekalian ada yang ingin aku bicarakan pada kalian semua.” Jawab Arshinta.


“Apa itu?” Tanya Ina penasaran.

__ADS_1


“Nanti saja saat di rumah mama saja.” Jawab Arshinta masih merahasiakan nya.


__ADS_2