KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 254


__ADS_3

“Dan saat Papa ‘menghabisi’ si penjahat yang merugikan banyak orang, bukannnya mendapat pujian, malah dianggap sebagai orang yang sangat kejam. Benar-benar-


“Bukan hanya papa mertua saja yang mendapat penilaian seperti itu Bram.” Bellova mulai berbicara, memotong kalimat Abraham yang langsung menoleh melihatnya.


“Banyak orang hanya menilai penampilan luarnya saja, dan terkadang hanya bertemu saat berpapasan


saja, tapi sudah merasa mengenal beberapa tahun dan berlagak tahu kebiasaan orang itu. Bahkan jika ada seseorang yang dikenal banyak orang melakukan banyak kebaikan dihadapan mereka, maka mereka akan memujinya dan mengatakan kalau orang itu sangat baik dan benar. Tapi saat orang itu melakukan satu kesalahan saja yang tidak mereka ketahui benar atau tidak nya, akan menghilangkan semua penilaian baik mereka pada orang itu, dan menganggap orang itu adalah ‘penjahat’.”


Abraham masih diam dan serius mendengar ucapan Bellova yang terkesan masuk akal.


“Jika orang jahat yang melakukan satu kebaikan, maka akan di sebut sudah bertobat, tapi jika orang


baik yang melakukan satu kejahatan, maka akan di sebut sudah salah jalan dan hanya memakai tipuan untuk menghasut. Seperti papa mertua, dia sudah menghabisi orang yang sangat kejam yang sebenarnya adalah penjahatnya, dengan matinya orang seperti Bossa sebenarnya itu adalah keuntungan untuk kita semua, kita bisa tenang dan tidak takut. Tapi itu juga bisa memicu ‘penjahat lain’ sebagai kunci bagi orang yang menganggap papa mertua adalah orang yang kejam dan penjahat.

__ADS_1


“Wah… omonganmu sangat dalam sekali maknanya ya. Seakan kau hidup lama seperti kakekku. Ini pujian


loh, jadi jangan salah paham.” Puji Abraham tersenyum pada Bellova.


Mendengar pujian itu, Bellova malu dan menundukkan kembali wajahnya.


“Tapi tadi waktu kita ngumpul, kamu yang paling kelihatan sangat ketakutan loh.” Ledek Abraham melipat tangan.


“Benar aku memang sangat takut pada Papa mertua, tapi aku tahu kenapa dia melakukan itu. Dan papa


“Pppfttt… hahahahha… jadi kamu menganggap ucapan paman Revand dengan serius ya Love?” tawa Abraham menutup wajahnya dengan sebelah tangan. Bellova melihat Abraham yang masih tertawa.


Tap..

__ADS_1


Bahu Bellova sudah di genggam kedua tangan Abraham, membuat posisinya berhadapan dengan suaminya itu.


Mereka bertatapan.


“Kau sekarang adalah keluargaku, dan otomatis menjadi bagian dari papa mertuamu itu. Itu artinya kalau kau juga orang yang berharga untuknya, bukan cuma kamu saja, bahkan orang tua dan adik-adikmu juga. Kalau ada yang berani mengganggu mereka, maka papa mertuamu itu akan kembali menjadi ‘Lucifer’.” Ucap Abraham menjelaskan.


“Apa kau tahu siapa orang yang pertama kali mengejar yang menembakmu saat di pesta itu?” tanya Abraham.


Bellova menggelengkan kepalanya karena tidak tahu.


“Orang itu adalah Papa mertuamu. Dengan cepat dia berlari dan menangkap orang itu, dan kau tahu, apa yang dilakukannya pada si penembak itu? dia memotong tangan dan mengeluarkan bola matanya yang… ups, maafkan aku mungkin kamu akan merasa mual mendengarnya.” Abraham menutup mulut takut membuat Bellova ketakutan dan jijik lagi.


Bellova tercengang mendengar info dari Abraham yang belum di ketahui.

__ADS_1


“Jadi, jangan merasa orang asing di keluargaku, karena kau sekarang adalah isteriku dan bagian dari diriku juga.” Abraham merapikan rambut Bellova yang melambai-lambai terkena angin malam. Posisi mereka juga masih berdiri saling berhadapan.


__ADS_2