KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 116


__ADS_3

“Apa Pak Abraham sudah bangun?” Tanya Bellova dalam hati.


Dia tidak berani untuk memutar tubuh nya melihat Abraham.


Tangan itu berhenti karena Bellova juga tidak bergerak.


“Seperti nya dia masih tidur.” Ucap nya lagi di dalam hati, tidak berani bergerak.


Tap…


“Aaa…” Bellova terkejut, karena sekarang kaki Abraham yang berada di atas pinggang nya. Saking terkejut nya, dia menutup mulut agar tidak terdengar suara nya.


“Ka…kaki nya..” Gumam nya.


Semakin lama tubuh Abraham sudah dekat dengan Bellova. Punggung nya menempel dengan dada Abraham.


Sekarang, tangan dan kaki Abraham memeluk erat diri nya yang masih membelakangi Abraham. Hembusan napas nya juga sangat terasa sekali.


Jantung Bellova juga berdegup dengan kencang, napas nya juga tidak karuan.


“Apa…apa dia sudah…mulai…mulai me…lakukan nya?” Tanya nya dalam hati dengan gugup.


“Ba..bagaimana…ini…aku…apa aku harus pura-pura tidur?”


Waktu masih menunjuk di angka tiga pagi.

__ADS_1


Sebenar nya sudah kebiasaan Abraham kalau tidur dengan cara seperti itu.Dia akan memeluk siapapun yang ada di samping nya, karena dia menganggap itu adalah guling. Maka nya di kamar nya selalu ada beberapa guling.


Abraham juga bukan tipe yang tidur dengan tenang, dia akan bergerak kesana dan kemari tanpa di sadari nya. Sewaktu kecil Eva saja sampai khawatir karena dia hampir jatuh dari ranjang nya saat tidur, berbeda dengan Arshinta yang bisa tidur dengan satu posisi saja. Namun Bellova tidak tahu kebiasaan Abraham yang tidur dengan seperti itu. Selain itu juga, Abraham akan selalu melepas baju nya saja saat hendak tidur, walaupun AC di kamar nya menyala.


Bellova tidak tahu, karena dia tidak pernah melihat Abraham tidur dengan cara seperti itu secara langsung, dia akan membersihkan kamar Abraham kalau dia sudah berangkat bekerja.


Awal nya Bellova pura-pura tidur, namun pada akhir nya mereka berdua pun tertidur lelap untuk beberapa jam.


Pukul enam pagi, Abraham lebih dulu bangun.


“Hhoaam..” Dia menguap dengan keadaan kaki nya masih berada di atas tubuh Bellova, sempat terkejut dan langsung mengangkat kaki nya perlahan.


“Kebiasaan banget aku kalau tidur seperti ini. Tidak masalah juga kan? Lagi pula dia sudah jadi isteriku.” Ucap nya pelan.


Di lihat Bellova yang masih tidur dengan pulas, dia turun dengan pelan menuju kamar mandi.


Dia pun turun dari ranjang dan merapikan tempat tidur.


“Apa tadi malam tidak terjadi apa-apa? Tidak ada… darah.” Gumam nya mengecek kondisi seprei yang masih bersih.


Ceklek…


Abraham sudah keluar dari kamar mandi.


“Kamu sudah bangun?” Tanya nya mengusap kepala yang basah dengan handuk kecil yang tersedia di hotel.

__ADS_1


“Su…sudah..” Jawab Bellova masih ragu memanggil nya hanya dengan nama.


“Apa tadi malam kau tidak bisa tidur? Mata mu masih merah dan terlihat lelah?” Tanya Abraham yang tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Bellova sepanjang malam.


“Ti…tidur kok.” Jawab nya lagi gugup.


“Abraham, kau harus memanggil ku dengan nama itu. Atau Bram atau Evan juga tidak apa-apa. Dari tadi kau bicara seperti tidak sopan begitu.” Ucap Abraham mencari pakaian yang akan di pakai nya.


Bellova merasa bersalah, dia diam dan masih berdiri.


“Ya ampun Lov, kamu ngapain berdiri saja. Cepat lah mandi, kita harus berangkat.” Suruh Abraham kesal melihat Bellova yang masih diam.


“Ma..maafkan saya…Bram. Kalau begitu saya mandi dulu.” Bellova segera ke kamar mandi.


“Ada apa dengan nya? Ckckckckc..” Abraham menggelengkan kepala nya.




*


Sabar Bram, nama nya wanita dari desa. Dia masih bingung saja dengan keadaan nya.


Jangan lupa Like nya ya Teman-teman.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2