KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 140


__ADS_3

Felix mengangkat Audrey yang menutupi nya dengan plastik berwarna hitam. Tentu saja di bantu rekan nya juga.


Tidak ada yang melihat.


Abraham yang memang lebih suka melewati jalanan sepi kebetulan melihat mobil yang berhenti di dekat pembuangan sampah, mobil yang di gunakan Felix.


Ccrriitt…


Mobil nya berhenti tidak jauh dari mobil Felix.


“Ngampain mobil itu di sana? Dan.. apa yang mereka lakukan?” Tanya nya melihat.


Di lihat ada yang aneh, dia turun dari mobil dan pergi untuk melihat nya langsung.


“Tuan muda turun dari mobil, apa yang harus kita lakukan? Apa kita harus mengikuti nya?”


“Tidak, kita tunggu dulu. Siapa tahu tuan hanya ingin buang air kecil.”


“Tapi seperti nya dia mengarah kesana,” sembari menunjuk ketempat mobil Felix.


Anak buah Lucifer yang di tugas kan untuk menjaga Abraham mengikuti nya.


“Kalian bersiap-siap. Seperti nya ada yang aneh.” Ucap pimpinan kelompok itu.


Ada sekitar empat orang yang mengikuti Abraham, mengeluarkan pistol yang mereka selipkan di pinggang nya.


Abraham yang sudah berjalan mendekati lokasi dengan perlahan membuat kesadaran lawan.


“Bos, ada yang datang.” Bisik rekan Felix.

__ADS_1


“Sial! Itu polisi Abraham. Tetap tenang.” Felix mulai khawatir, karena sudah terdengar dengan jelas mengenai kemampuan dan keahlian Abraham.


“Abraham?” Gumam Audrey yang juga mendengar nya, dia masih di tutupi dengan plastik hitam.


“”Ada apa pak?” Felix berinisiatif bertanya langsung.


“Justru aku yang harus bertanya. Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya nya sembari mengecek lokasi.


“Ah, kami sedang buang sampah pak, ini kan tempat buang sampah, jadi ya mau buang sampah.” Jawab Felix berusaha tenang.


Abraham melihat bungkusan yang besar.


“Apa di dalam itu?” Tanya nya menunjuk Audrey dalam plastik.


“Oh ini. Ini adalah-


Kresek…kressekk…


“Ini bangkai tikus. Di rumah ku sedang banyak tikus nya.” Jawab Felix menggaruk kepala.


“Sebanyak dan sebesar apa tikus nya sampai seukuran ini?” Tanya Abraham yang sudah curiga.


Felix dan rekan nya saling bertatapan.


“Hey, yang ada di dalam plastik, kalau kamu manusia dan masih hidup, beri tanda.” Ucap Abraham.


Kressekk…kkkreseeeekkk…


Abraham melihat Felix yang mulai panik.

__ADS_1


“Sial, apa aku bunuh saja orang ini? Lagi pula dia hanya sendirian kan.” Ucap Felix di dalam hati.


“Cepat buka plastik nya.” Suruh nya.


Lagi, Felix melirik rekan nya.


Mau tidak mau Felix membuka, tapi sengaja mengulurkan waktu.


Tak…Brugh…


Abraham menahan tangan seseorang dari belakang dan memukul nya hingga tersungkur ke tanah.


Abraham yang curiga dengan kemana arah tatapan Felix, sudah tahu kalau aka nada tindak perlawanan dari mereka.


Abraham memang tidak membawa alat perlindungan diri, hanya mengandalkan kemampuan bela diri nya saja.


“Benar ternyata dengan kecurigaan ku. Tapi sayang sekali aksi kalian ketahuan oleh ku ya.” Abraham memegang pinggang nya.


Semakin lama plastik it uterus bergerak, mengeluarkan suara.


“Cepat buka!” Teriak Abraham.


Felix memberi kode lagi untuk menyerang Abraham.


Abraham dengan sigap langsung melawan.


“Mereka sudah berkelahi, apa kita harus maju?”


“Tidak. Pastikan saja senjata kalian sudah siap. Kalian lihat kan, tuan muda sangat tangguh, belum tersentuh lawan nya.”

__ADS_1


“Kata tuan Lucifer, kami hanya menjaga dan bergerak kalau tuan muda dalam bahaya dan tidak berdaya. Sebisa mungkin jangan sampai tuan muda mengetahui ini.” Gumam anak buah Lucifer.


__ADS_2