KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 236


__ADS_3

Di saat mereka sedang mengobrol, Abraham baru saja keluar dan langsung menutup pintu. Ina dan Arshinta berdiri, menghampiri Abraham.


“Kak, bagaimana dengan kakak ipar?” tanyanya yang masih belum melihat.


“Aku menyuruhnya untuk tidur. Apa kalian sudah lama ada di sini?” tunjuknya pada Arshinta dan Satmaka.


“Sekitar 20 menit.” Jawab Arshinta, Abraham pun mengangguk mengerti.


“Adley ada di sini juga.” Abraham memberitahukan pada saudarinya.


“Untuk menjaga kakak ipar?”


“Bukan, dia membawa temannya yang terluka karena mengalami musibah. Aku akan kesana dulu untuk bertanya langsung. Apa kalian mau di sini atau..?”


“Aku dan Sakya mau ke kantor dulu.” Ina bangkit berdiri, melirik Sakya memberi kode untuk pergi.


“Kalau Shinta sibuk, tinggalkan saja, karena ada rekanku yang menjaga di sini.” Abraham melihat Arshinta.


“Aku akan melihat Kak Bellova dulu sebentar, nanti kami mau kekantin atau ke toko kue.” Jawab Arshinta di iringi anggukkan kepala Satmaka.


“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya, hanya sebentar saja.” Abraham bersiap-siap untuk pergi.


“Kak Ina dan Kak Abraham, ada yang mau aku bicarakan sebentar.” Arshinta memanggil kedua kakaknya, dan mereka menghentikan langkah, berbalik melihat Arshinta.


“Ada apa?” tanya Abraham.

__ADS_1


“Mengenai Papa, pasti semenjak kejadian acara pesta itu, kalian sudah bertemu dengan anak buah Papa.”


Abraham dan Ina mengiyakan ucapan Arshinta.


“Apa kalian tidak penasaran, siapa Papa sebenarnya?”


Abraham melihat Ina, karena hanya Abraham yang masih tahu siapa Papanya.


“Kita tanyakan saja nanti pada Papa dirumah, pasti Papa juga akan memberitahukan pada kita.” Jawab Ina,


Abraham pun setuju.


“Ya sudah kalau begitu.” Jawab Arshinta setuju.


***********


Adley dan Monik juga baru saja keluar dari ruang periksa, dengan Aditya yang ada di belakang mereka.


“Bagaimana? Apa lukanya parah?” tanya Abraham yang sudah melihat tiga orang itu.


“Luka gores saja.” Jawab singkat dari Aditya.


“Bagaimana bisa terjadi?” Abraham langsung bertanya intinya pada Adley dan Monik.


“Tunggu Bram, dimana Ina?” Aditya memotong pembicaraan mereka.

__ADS_1


“Ina dan Sakya mau ke kantor dulu, dan pasti ada anak buah Papa juga bersama mereka.” Jawabnya yang


tahu kalau Aditya khawatir pada Ina, dan langsung mengatakan tentang anak buah.


“Oh, syukurlah. Kalau begitu aku pergi dulu, kalian lanjutkan saja obrolannya.” Pamitnya meninggalkan mereka.


Abraham dan kedua temannya mencari tempat untuk mengobrol.


“Tempat kejadiannya sedang dalam pemeriksaan, tapi kata Ridwan ada yang aneh saat kejadian. Dari CCTV


restaurant Monik, ada dua orang memasukkan sesuatu keruang dapur.” Adley langsung memberitahukan pada Abraham, dan Monik baru juga mendapat informasi itu.


“Apa Ridwan sudah menemukan orangnya?”


“Belum, tapi dari rekaman video, terlihat jelas kok wajah kedua pelaku, dan aku yakin itu tidak ada hubungannya dengan Bossa-


“Pasti itu adalah ulah dari Angel.” Tebak Abraham, menghentikan Adley melanjutkan kalimatnya.


“Angel? Kamu tahu dari mana Bram?” tanya Adley, terkejut kalau Angel terlibat.


“Sebelum kami melangsungkan acara resepsi, aku dan dia bertengkar, dan dia menyumpahiku, mengatakan kalau aku akan menyesal karena mengabaikannya.” Jawab Abraham, sambil berpikir.


“Memang ya, si Angel itu. Dari awal tuh aku tidak suka dengan nya.” Sahut Monik gregetan.


“Iya, aku juga tidak suka! Sudah sombong, sok berkuasa lagi. Benar-benar menyebalkan.” Balas Adley, sama sepemikiran dengan Monik.

__ADS_1


__ADS_2