
Lucifer bersama isteri nya pun dalam perjalanan kerumah sakit, hanya mereka berdua saja.
*******
Tidak lama dari kepergian Abraham, Angelina datang dengan membawa bingkisan beberapa jenis buah yang di bungkus dengan rapi dan cantik.
“Siapa wanita itu? apa yang di lakukan nya di sini?”
“Loh, itu kan puteri dari Jenderal Polisi?”
“Siapa yang ingin di temui nya?”
Beberapa pertanyaan dan komentar dari rekan-rekan polisi yang melihat kedatangan wanita cantik dan seksi itu.
“Hallo, selamat siang.” Sapa Angelina tersenyum ramah.
Adley yang sudah berada di kantor polisi melihat asal suara.
“Ya? ada apa nona?” tanya nya.
“Saya Angelina, saya ingin bertemu dengan Abraham. Di mana ruangan nya?” tanya nya yang tidak tahu.
__ADS_1
“Maafkan saya nona, tapi Pak Komisaris sedang keluar.” Jawab Adley.
“keluar? Kemana? Bersama siapa?” terlihat mulai kesal.
“Kerumah sakit, dan bersama dengan isteri nya. Memang nya ada urusan apa dengan nya nona Angel?” tanya Adley yang merasa tidak suka dengan kehadiran wanita itu.
“Oh, tidak ada hal penting kok. Saya kesini hanya ingin bertegur sapa saja sih.” Jawab nya tanpa rasa malu.
Adley menggelengkan kepala, karena dia tahu apa tujuan wanita itu datang kesini, apalagi ingin bertemu dengan atasan nya itu.
“Dia tidak ada. Lalu apa anda ingin di sini menunggu nya? Tapi seperti nya dia akan lama di luar.” Maksud Adley adalah ingin mengusir wanita itu dengan sindiran halus.
“Hhmm… bagaimana ya, sebenar nya aku juga punya banyak urusan. Tapi-
“Hhmm… dasar pria sombong, apa kau mau mengusir ku? Kau tidak tahu siapa aku?” Angelina yang juga sudah mulai kesal, karena tahu maksud dari Adley.
Tap…
Adley meletakkan buku besar di atas meja dengan sedikit keras, lalu bangkit berdiri.
“Saya tahu anda siapa, puteri dari Jenderal Polisi kan? Lalu anda mau saya harus bersikap seperti apa?” tanya nya dengan sinis mendekati Angel.
__ADS_1
Wanita itu hanya diam, tidak menyangka kalau pria itu bereaksi seperti itu.
“Apa anda tidak takut?” bisik Angel.
“Hm? Takut? Untuk apa? Apa anda adalah kematian?”
“Asal anda tahu saja, saya sudah beberapa kali melihat kematian dan hampir mati, tentu saja saya tidak takut lagi kan?” Adley balas membisikkan ketelinga wanita yang sombong itu.
Angel tidak takut, justru dia tersenyum sinis, menatap nya dengan tajam.
“Kalau tidak ada urusan lagi, silahkan anda pergi. Apa anda mau di sini dan para penjahat itu menatap anda dengan tatapan nafsu?” tanya nya menunjuk pada sel yang berisi beberapa penjahat.
Angel menggigit bibir bawah nya karena kesal dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pergi.
Setelah meletakkan bingkisan hadiah ke atas meja, dia pun pergi.
“Nona Angelina, tolong bawa bingkisan ini, karena kami tidak memerlukan nya.” Teriak Adley.
Angelina berbalik melihat Adley yang sudah ada di belakang nya.
“Ambil saja, aku tidak butuh dan aku tidak pernah membawa kembali apa yang sudah aku berikan.” Jawab nya lalu pergi mengabaikan semua nya dengan wajah cemberut dan kesal.
__ADS_1
Ridwan dan yang lain merasa lucu melihat kejadian itu, mereka menahan tawa agar tidak ketahuan Angel, karena mereka tahu siapa wanita itu.
“Ridwan! Buang benda ini!” suruh nya pada Ridwan yang tidak jauh dari nya.