KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 167


__ADS_3

Satmaka dalam perjalanan menuju sekolah tempat anak nya sekolah dan calon isteri nya yang bekerja di sana. Sengaja dia datang lebih awal, satu jam sebelum makan siang, tentu saja sudah memberitahukan Arshinta kalau dia akan datang, agar wanita itu tidak pergi ke kantor nya untuk menyusul.


Saat itu sedang lampu merah, Satmaka menunggu di barisan mobil dan motor yang berhenti, sampai lampu lalu lintas nya berubah menjadi warna hijau.


Di samping mobil Satmaka, ada sepasang mata yang menatap kearah nya, dia tahu itu, tapi tidak mau melihat nya, karena tatapan itu berasal dari wanita, sekilas dia melihat saat hendak melihat keadaan jalan yang ramai itu.


Karena tatapan nya yang masih tertuju pada nya, dia menaikkan kaca jendela yang sebelum nya sengaja di buka, dia lebih suka angin alami yang masuk, apalagi dia sedang merokok di dalam mobil.


“Tampan sekali pria itu, walau terlihat sombong, tapi itu cocok untuk wajah nya.” Ucap wanita yang menatap nya tajam. Wanita itu adalah Angelina, dia menatap wajah Satmaka dengan jelas.


Setelah warna lampu berubah menjadi warna hijau, semua kendaraan pun sudah bersiap untuk berjalan lagi, termasuk mobil Satmaka.


Satmaka tidak memikirkan kejadian tadi, yang ada dalam pikiran nya adalah segera datang ke tempat Arshinta.

__ADS_1


Di belakang nya sudah ada mobil Angel yang mengikuti Satmaka.


“Mau kemana dia? Aku harus mengikuti nya.” Angel merasa penasaran.


Satmaka terus berjalan, masih tidak sadar ada yang mengikuti nya.


Hingga akhir nya sudah tiba di depan gedung sekolah dengan tiga lantai yang terbentang membentuk huruf ‘U’ terbalik jika ingin masuk kedalam gedung itu.


“Yayasan Perguruan Cinta kasih? Apa yang di lakukan pria itu di sini? Apa dia seorang guru?” ucap nya pelan setelah melihat tulisan di depan gedung itu.


“Baiklah, sekarang aku sudah tahu dia ada di mana. Jadi, aku akan datang kesini lagi ya. Tunggu saja pria tampan ku.” Ucap nya berambisi dan tersenyum seorang diri.


Angelina pun segera pergi meninggalkan lokasi.

__ADS_1


Satmaka baru saja memarkirkan mobil nya, dan turun untuk segera menemui Arshinta.


“Aku baru saja tiba di sekolah, kamu ada di mana?” Satmaka bertanya pada Arshinta melalui ponsel nya.


“Aku di kelas Rakha, sebentar lagi kelas nya akan berakhir.” Jawab Arshinta.


“Baiklah, aku akan segera kesana.” Satmaka menutup telepon nya.


Karena sudah tahu di mana kelas nya, tidak perlu bertanya lagi.


Sementara itu, Arshinta masih sangat bersemangat mengajar di kelas TK, di mana Rakha juga belajar. Dia mengajak anak-anak untuk bermain dan belajar bersama. Sangat sabar dan tulus terhadap anak kecil yang enerjik dan lincah. Sesekali mereka memeluk Arshinta, mencium pipi nya, tentu saja wanita itu tidak keberatan atau marah. Bahkan orang tua si anak yang menunggu di luar pun senang melihat hubungan anak dan guru nya yang sangat dekat.


Justru yang terlihat cemburu dan kesal adalah Rakha. Dia tidak ingin kasih sayang calon mama nya itu terbagi dengan teman-teman nya. Wajah nya sering terlihat cemberut, dan berdiri di belakang teman-teman nya.

__ADS_1


“Rakha, kamu kenapa berdiri di situ, sini dong.” Panggil Arshinta yang menyadari sikap anak yang akan menjadi anak nya sendiri, walau tidak kandung.


Rakha menggelengkan kepala, tidak mau.


__ADS_2